Pendaki Asal Spanyol Alami Hipotermia di Gunung Merapi Berhasil Dievakuasi

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 14 September 2023
Pendaki Asal Spanyol Alami Hipotermia di Gunung Merapi Berhasil Dievakuasi

WNA Jacinto Cornejo Denise Del Carmer mengalami hipotermia di puncak gunung Merapi, Kamis (14/9). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang pendaki warga negara asing (WNA) asal Spanyol, Jacinto Cornejo Denise Del Carmer yang mengalami hipotermia di puncak Gunung Merapi, berhasil dievakuasi.

Denise diketahui mendaki Gunung Merapi secara ilegal. Diketahui jalur pendakian Gunung Merapi sudah ditutup lama pasca aktivitas meningkat dan berstatus waspada.

Baca Juga

Pendakian Gunung Lawu Ditutup Total

Kepala Pelaksana harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Suratno mengatakan, petugas mendapatkan informasi adanya WNA yang mengalami hipotermia pada Kamis (14/9) sekira pukul 08.24 WIB. Petugas langsung mengecek CCTV Gunung Merapi dan melakukan evakuasi.

"Kami melakukan evakuasi WNA asal Spanyol alami hipotermia. WNA itu terdeteksi di pasar Bubrah jalur pendakian Merapi. WNA tersebut melakukan pendakian pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Suratno, Kamis (14/9).

Dia menjelaskan pihaknya menerima kabar tersebut dari Jakarta. Informasi awal, didapat dari agen travel yang dipakai WNA itu hendak mendaki Gunung Merapi setelah menginap di hotel wilayah Yogyakarta.

Ia mengatakan petugas menemukan sepeda motor milik WNA itu diparkirkan di jalur pendakian New Selo, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali. Keberadaan WNA itu terekam CCTV yang ada di pos 1.

"Kami perintahkan empat petugas untuk evakuasi Kamis pukul 10.15 WIB sampai tiba di bawah dalam kondisi selamat," katanya.

Baca Juga

Suhu Capai Titik Beku, Pendakian ke Gunung Gede Pangrango Ditutup

Sementara, Denise mengaku awalnya mendaki Gunung Merapi hanya sampai Pasar Bubrah kemudian turun ke bawah. Namun, karena berkabut, dia terpaksa harus bermalam tanpa membawa perbekalan cukup.

"Saya hanya membawa jaket dan selimut dengan cuaca dingin dan mendung. Bebatuan yang diinjak selalu melorot (jatuh)," kata Denise.

Dia pun mengaku tidak bisa tidur karena lokasi tempat istirahat sangat tidak nyaman untuk tidur dan berbahaya. Kemudian saat akan turun menunggu kabut hilang terlebih dahulu.

"Saya sangat kedinginan. Saya hampir tidak tidur, mungkin saya hanya tidur 50 menit sampai satu jam saja," ucap dia.

Dia mengatakan bekal yang dibawa juga menipis. Hanya ada cokelat untuk sarapan dan beruntung ada orang yang menyelamatkan.

"Saya sangat beruntung selamat. Saya sudah mendaki selama 12 jam sampai pagi ini. Terima kasih tuhan. Dan terima kasih atas pertolongannya petugas," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah).

Baca Juga

2.157 Pendaki Bersiap Upacara HUT ke-78 RI di Gunung Bawakaraeng

#Gunung Merapi #Pendaki Gunung
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kondisi udara dingin pada malam hingga pagi hari menandakan wilayah NTB memasuki musim kemarau
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Indonesia
Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Bandung, Bukan Kegiatan Kampus
Pihak Basarnas menambahkan bahwa informasi terbaru terkait perkembangan pencarian akan disampaikan secara berkala
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Bandung, Bukan Kegiatan Kampus
Indonesia
Gunung Dukono Halmahera Utara Meletus, 3 Pendaki Masih Dicari
Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Gunung Dukono Halmahera Utara Meletus, 3 Pendaki Masih Dicari
Indonesia
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi tersebut juga sekaitan dengan status Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Indonesia
Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Masih Belum Ketemu, Pencarian Diperpanjang 3 Hari Lagi
Pendaki hilang di Bukit Mongkrang, Yasid Ahmad Firdaus, masih belum ditemukan. Operasi pencarian pun diperpanjang hingga 31 Januari 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Masih Belum Ketemu, Pencarian Diperpanjang 3 Hari Lagi
Indonesia
Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Belum Ditemukan, Warga Gelar Salat Istianah
Pendaki hilang di Bukit Mongkrang hingga kini belum ditemukan. Warga hingga relawan pun menggelar salat istianah.
Soffi Amira - Selasa, 27 Januari 2026
Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Belum Ditemukan, Warga Gelar Salat Istianah
Indonesia
Belum Ada Hasil, Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Diperpanjang 3 Hari
Pendaki hilang di Bukit Mongkrang Gunung Lawu belum ditemukan. Pencarian pun diperpanjang hingga tiga hari ke depan.
Soffi Amira - Senin, 26 Januari 2026
Belum Ada Hasil, Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Diperpanjang 3 Hari
Indonesia
Pendaki Bukit Mongkrang Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas Sampai Magetan
Sampai hari keempat pencarian pendaki hilang belum ditemukan. Faktor cuaca jadi kendala pencarian.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Januari 2026
Pendaki Bukit Mongkrang Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas Sampai Magetan
Indonesia
Pendaki Asal Karanganyar Dilaporkan Hilang di Gunung Lawu, Jalur Ditutup Sementara
Pendaki asal Karanganyar dilaporkan hilang di Gunung Lawu, Minggu (18/1). Jalur Bukit Mongkrang pun ditutup sementara.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Pendaki Asal Karanganyar Dilaporkan Hilang di Gunung Lawu, Jalur Ditutup Sementara
Indonesia
Hilang Sejak 27 Desember 2025, Pendaki Gunung Slamet asal Magelang Ditemukan Meninggal Dunia
Pendaki Gunung Slamet yang hilang sejak akhir Desember 2025, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Soffi Amira - Rabu, 14 Januari 2026
Hilang Sejak 27 Desember 2025, Pendaki Gunung Slamet asal Magelang Ditemukan Meninggal Dunia
Bagikan