Pemudik Meninggal di Pelabuhan Bakauheni
Suasana mudik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Bandarlampung, Jumat (23/6). (ANTARA/Ardiansyah))
Seorang pemudik meninggal dunia di Pelabuhan Bakauheni, Bandarlampung. Pihak PT Jasa Raharja Lampung menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga almarhum.
Pria yang diketahui bernama Muhadi (70) hendak mudik ke kampung halaman di Prabumulih Utara, Sumatera Selatan. Namun, dalam perjalanan menuju kampung halaman dia meninggal pada Jumat (23/6) sekira pukul 17.40 WIB.
Menurut menantu almarhun, Fifi, mertuanya, Muhadi menderita sesak menjelang kapal feri mendarat di Pelabuhan Bakauheni, sehingga proses sandar kapal dipercepat agar pertolongan bisa segera diberikan.
"Menjelang kapal bersandar, sudah sesak dan langsung diberikan pertolongan oleh petugas kesehatan kapal. Begitu mendarat, langsung dilarikan ke pos kesehatan," katanya.
Ia menyebutkan mertuanya dibawa dari Sumsel ke Jakarta untuk berobat, dan kondisinya sudah membaik meski menderita dimensia.
"Mertua saya kondisinya sudah baik sewaktu kami berangkat dari Depok, meski ia tetap makan obat,"katanya.
Sementara itu PT Jasa Raharja Lampung akan memberikan santunan berupa uang senilai Rp5 juta kepada kleuarga almarhum.
"Kita akan berikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp5 juta sebagai santunan alami," kata Halim Purwanto, petugas PT Jasa Raharja Lampung saat memantau jalannya evakuasi jenazah Muhadi.
Menurut dia, asuransi itu diberikan sebagai tanggung jawab PT Jasaraharja Lampung kepada penumpang yang tertimpa musibah kematian sesuai UU 33 tahun 1964 dalam jaminan Jasa Raharja.
"Asuransi ini melekat di karcis yang dibeli oleh para penumpang di kapal," ujarnya.
Halim menyatakan selama arus mudik 2017 baru terjadi satu kasus kematian yang menimpa penumpang.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
DPR Minta Perbaikan Jalan Dikebut untuk Persiapan Mudik Lebaran 2026
Pakai Drone Thermal, Rata-Rata Respons Situasi Darurat Basarnas 2 Kali Lebih Cepat Jadi 15,7 Menit
Realisasi Pemudik Lebaran 2025 Turun Tipis, Menhub Sebut Bukan Tanda Darurat Ekonomi
Selama Masa Angkutan Lebaran 2025, Ketepatan Waktu Kereta Api Belum Capai 100% On Time
Okupansi Keberangkatan Kereta Api Capai 104 Persen selama Mudik Lebaran 2025
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 Berakhir, Korlantas Polri Bakal Evaluasi Semua Aspek
One Way Nasional sepanjang 344 Kilometer saat Arus Balik Lebaran Resmi Dibuka
Puncak Arus Balik Lebaran, 35 Ribu Kendaraan Menyeberangan ke Jawa dan Sumatera
Nyaris 1 Juta Kendaraan Kembali ke Wilayah Jabodetabek saat Periode Arus Balik Lebaran
Puncak Arus Balik Hari Ini, 117 Ribu Kendaraan Diprediksi Bergerak ke Arah Jakarta