Pemuda Katolik Kutuk Aksi Biadab Teroris di Surabaya

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 13 Mei 2018
Pemuda Katolik Kutuk Aksi Biadab Teroris di Surabaya

Tim Inafis melakukan olah TKP di lokasi ledakan di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).(ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengecam aksi biadab teroris yang menyerang sejumlah gereja di Surabaya, Minggu (13/5). Pemuda Katolik menilai insiden tersebut tidak sekadar mengganggu perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara namun juga mengancam martabat kemanusiaan.

“Kami berduka, kami kecam pelaku peledakan bom di beberapa gereja di Surabaya," kata Ketua Umum PP Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa dan Sekjen PP Pemuda Katolik, Christopher Nugroho dalam keterangan persnya, Minggu (13/5).

Menurut Karolin, serangan terorisme ini semakin membuat kita sebagai bangsa untuk bersatu mencegah dan melawan aksi terorisme dalam bentuk apapun.

Ketua Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa
Ketua Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Lebih lanjut, Pemuda Katolik mendesak aparat penegak hukum menindak para pelaku aksi teror untuk segera diproses hukum. Sebab, apabila aparat kepolisian tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu.

“Kami tegaskan, negara kita tidak memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan dan terorisme,” kata Karolin.

Pemuda Katolik juga meminta TNI untuk bersatu membantu Polri dalam menumpas jaringan terorisme. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai badan yang bertugas mengatasi masalah terorisme, harus lebih aktif dan tegas mengantisipasi pergerakan terorisme.

elain itu, Pemuda Katolik juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk bekerja keras dalam mengantisipasi dan mencegah kembali berulangnya tragedi kemanusiaan seperti terjadi di Surabaya.

Gereja Katedral Jakarta
Altar Gereja Katedral (MP/Yohanes Abimanyu)

Keuskupan Agung Jakarta Kecam Aksi Teror di Surabaya

Sekjen Keuskupan Agung Jakarta Rm. V. Adi Prasojo mengatakan, pihaknya mendoakan arwah para korban yang meninggal serta para korban terluka yang saat ini sedang dalam penanganan medis.

"Serta mendoakan para pelaku yang sebenarnya telah melukai kemanusiaan dan persatuan Indonesia," kata Adi.

Dia mengajak masyarakat bersatu mendukung Polri dan seluruh aparat keamanan yang sudah sejak beberapa hari lalu terus melakukan tindakan pengamanan dari terorisme demi keutuhan NKRI.

"Dihimbau agar umat tetap tenang dan terus berdoa. Serta tidak menyebarkan gambar atau video atau informasi yang belum dipastikan kejelasannya, agar tidak menimbulkan ketakutan, yang sebenarnya memang tujuan dari tindakan terorisme ini," pungkasnya.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kesaksian Jemaat Ketika Serangan Bom di Gereja Pentekosta Arjuna

#Teror Bom #Bom Bunuh Diri #Teroris
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Terkuak Motif Teror Bom SDN 15 Jagakarsa, Tersangka Tersinggung Sama Sekolah
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, mengaku kesal kepada sekolah soal seragam anaknya.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Terkuak Motif Teror Bom SDN 15 Jagakarsa, Tersangka Tersinggung Sama Sekolah
Indonesia
Terungkap, Tersangka Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Sebelumnya Sering Didatangi Penagih Pinjol
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, diketahui terlilit utang pinjol, koperasi, hingga rentenir.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
 Terungkap, Tersangka Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Sebelumnya Sering Didatangi Penagih Pinjol
Indonesia
Teror Bom SDN Jagakarsa Bukan Keisengan Pertama MY, Pernah Kirim Pesan Serupa ke Pak RT
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, ternyata pernah iseng kirim pesan ancaman serupa ke ketua RT. Kini ia dijerat Pasal 601 KUHP dengan ancaman hukuman hingga seumur hidup.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Teror Bom SDN Jagakarsa Bukan Keisengan Pertama MY, Pernah Kirim Pesan Serupa ke Pak RT
Indonesia
Didampingi Orangtuanya, Pelajar 17 Tahun Perakit Bom MAN 3 Diperiksa di Polres Padang
Polresta Padang memeriksa pelajar 17 tahun terduga perakit bom rakitan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orangtua
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Didampingi Orangtuanya, Pelajar 17 Tahun Perakit Bom MAN 3 Diperiksa di Polres Padang
Indonesia
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Densus 88 menyatakan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Penanganan kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Indonesia
Ledakan Bom MAN 3 Padang, Pelajar Terduga Pelaku Terinspirasi Kasus SMAN 72 Jakarta
Ledakan bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 mengamankan pelajar 17 tahun yang mengaku terinspirasi kasus SMA Negeri 72 Jakarta 2025. Tidak ada korban jiwa.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ledakan Bom MAN 3 Padang, Pelajar Terduga Pelaku Terinspirasi Kasus SMAN 72 Jakarta
Indonesia
Polisi Tetapkan Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Terancam 20 Tahun Penjara
Tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi terancam 20 tahun penjara. Pelaku mengaku, motifnya hanya iseng.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Polisi Tetapkan Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Terancam 20 Tahun Penjara
Indonesia
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Polisi menetapkan MY (34) sebagai tersangka kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan. MY dijerat Pasal 601 KUHP
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Indonesia
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aktivitas belajar di SDN Srengseng Sawah 15 kembali normal setelah ancaman bom dipastikan tidak terbukti.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Indonesia
Bilang Motifnya Iseng, Pelaku Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Akan Dites Kejiwaan
Polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap MY (34), pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, yang mengaku motifnya cuma iseng.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Bilang Motifnya Iseng, Pelaku Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Akan Dites Kejiwaan
Bagikan