Kesaksian Jemaat Ketika Serangan Bom di Gereja Pentekosta Arjuna

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 13 Mei 2018
Kesaksian Jemaat Ketika Serangan Bom di Gereja Pentekosta Arjuna

Anton, salah seorang jemaat Gereja Pentekosta (MP/Budi Lentera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Serangan bom di sejumlah gereja di Surabaya Minggu (13/5) pagi benar-benar diluar dugaan. Seorang jemaat gereja Pentekosta menuturkan kembali detik-detik sebelum korban menerobos ke dalam halamat gereja.

"Kalau saja bom itu meledak lima menit mundur ke belakang, tentu ratusan jamaah di dalam gereja sudah mampus. Untungnya bom meledak saat menjelang pemberkatan doa." kata Anton, salah satu jemaat yang berada di Gereja Pentekosta, jalan Arjuna Surabaya, saat bom itu meledak.

Pada Minggu pagi yang cerah, Anton bersama istri dan 4 empat keponakannya sedang berada dalam gereja Pentekosta untuk mengikuti ibadah.

Lima menit sebelum bubaran, tepatnya pembacaan agenda menjelang pemberkatan doa, tiba tiba dikejutkan dengan dua ledakan keras dan kobaran api.

"Blar... kaca kaca pecah. Kobaran api itu masuk ke dalam. Semua panik dan berjatuhan. Berdesakan, teriak minta tolong." kata Anton.

Anton memberikan keterangan
Anton memberikan keterangan kepada awak media (MP/Budi Lentera)

Kepanikan makin terjadi ketika para jamaah berebut masuk ke lorong samping untuk menyelamatkan diri.

Anton mulai bingung, ia pun menyuruh istrinya ke luar menuju lorong. Dan ia lebih memilih ke halaman lantaran melihat seorang perempuan yang terbakar punggungnya.

"Saya katakan pada istri saya, ada yang terbakar di luar. Kalau tidak ditolong akan mati." kata Anton.

Anton lantas berlari ke halaman, dan memadamkan api yang membakar perempuan itu dengan air kran. Ia pun tidak terpikir kalau-kalau sampai ada bom meledak lagi.

Alangkah terkejutnya Anton saat melihat wajah perempuan yang ditolong.

"Saya nggak nyangka. Yang terbakar dan saya tolong itu ternyata Fenny. Keponakan saya sendiri."

Korban bom bunuh diri di Surabaya
Petugas mengevakuasi korban di lokasi ledakan di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Anton lemas, hampir tak bisa menggerakkan kakinya. Namun, ia tak mau berlarut-larut berada di halaman. Ia bergegas membopong keponakannya ke luar. Selanjutnya, Anton kembali ke halaman melihat seorang perempuan tergelak di pintu dengan kondisi berdarah darah.

Lagi, Anton dikejutkan dengan wajah perempuan itu, yang tak lain adalah keponakannya juga.

"Jujur, saya trauma. Kalau bom itu meledak lima menit agak terlambat, tentu banyak yang meninggal. Untung bom meledak saat orang orang masih di dalam." tutupnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Budi Lentera, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Tiga Bom Meledak di Surabaya, Tapi #KamiTidakTakut, #SUROBOYOWANI

#Bom Bunuh Diri #Teror Bom #Terorisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Terkuak Motif Teror Bom SDN 15 Jagakarsa, Tersangka Tersinggung Sama Sekolah
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, mengaku kesal kepada sekolah soal seragam anaknya.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Terkuak Motif Teror Bom SDN 15 Jagakarsa, Tersangka Tersinggung Sama Sekolah
Indonesia
Terungkap, Tersangka Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Sebelumnya Sering Didatangi Penagih Pinjol
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, diketahui terlilit utang pinjol, koperasi, hingga rentenir.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
 Terungkap, Tersangka Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Sebelumnya Sering Didatangi Penagih Pinjol
Indonesia
Teror Bom SDN Jagakarsa Bukan Keisengan Pertama MY, Pernah Kirim Pesan Serupa ke Pak RT
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, ternyata pernah iseng kirim pesan ancaman serupa ke ketua RT. Kini ia dijerat Pasal 601 KUHP dengan ancaman hukuman hingga seumur hidup.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Teror Bom SDN Jagakarsa Bukan Keisengan Pertama MY, Pernah Kirim Pesan Serupa ke Pak RT
Indonesia
Didampingi Orangtuanya, Pelajar 17 Tahun Perakit Bom MAN 3 Diperiksa di Polres Padang
Polresta Padang memeriksa pelajar 17 tahun terduga perakit bom rakitan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orangtua
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Didampingi Orangtuanya, Pelajar 17 Tahun Perakit Bom MAN 3 Diperiksa di Polres Padang
Indonesia
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Densus 88 menyatakan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Penanganan kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Indonesia
Ledakan Bom MAN 3 Padang, Pelajar Terduga Pelaku Terinspirasi Kasus SMAN 72 Jakarta
Ledakan bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 mengamankan pelajar 17 tahun yang mengaku terinspirasi kasus SMA Negeri 72 Jakarta 2025. Tidak ada korban jiwa.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ledakan Bom MAN 3 Padang, Pelajar Terduga Pelaku Terinspirasi Kasus SMAN 72 Jakarta
Indonesia
Polisi Tetapkan Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Terancam 20 Tahun Penjara
Tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi terancam 20 tahun penjara. Pelaku mengaku, motifnya hanya iseng.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Polisi Tetapkan Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Terancam 20 Tahun Penjara
Indonesia
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Polisi menetapkan MY (34) sebagai tersangka kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan. MY dijerat Pasal 601 KUHP
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Indonesia
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aktivitas belajar di SDN Srengseng Sawah 15 kembali normal setelah ancaman bom dipastikan tidak terbukti.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Bagikan