Pemprov DKI Batal Akuisisi PT KCI Melalui MRT Jakarta
Penumpang menaiki MRT di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Senin (3/1/2022). PT MRT Jakarta (Perseroda)
MerahPutih.com - Rencana Pemerintah Provinsi (Pempov) DKI Jakarta mengakuisisi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) lewat PT MRT Jakarta batal.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, kerja sama ini beralih dengan memberikan tambahan modal dari PT MRT Jakarta untuk KCI. Saat ini, Pemprov DKI lewat PT MRT memiliki 49 persen saham di PT KCI.
Baca Juga
Pj DKI 1 Turuti Keputusan Menhub soal Batalnya Akusisi PT KCI
"Jadi tidak lagi kita melihat akuisisi, tetapi bagaimana penyertaan modal MRT," kata Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (30/11).
Syafrin menuturkan, dengan adanya penambahan modal ini bisa menyatukan operasional KCI dengan sistem transportasi di ibu kota.
"Barang kali penyertaan modal dari MRT ke KCI sehingga bisa lebih menyatu dari sisi operasional," paparnya.
Syafrin melanjutkan, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan terkait rencana ini. Diharapkan nantinya kesepakatan yang diambil tak berbenturan dengan regulasi.
"Saat ini masih dilakukan koordinasi, konsolidasi, kita harapkan seluruhnya sesuai dengan apa namanya, regulasi yang ada. Jadi seperti itu," pungkasnya.
Baca Juga
Korea Selatan Berencana Bangun MRT Fatmawati-Kampung Rambutan
DPRD DKI Jakarta memutuskan memangkas pengajuan Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk Pemprov DKI mengakuisisi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) jadi Rp 100 miliar. Awalnya, Pemprov DKI mengajukan anggaran sebesar Rp 500 miliar.
Hal ini tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2023 yang sudah disepakati Pemprov dan DPRD DKI.
"Kemarin dianggarkan awalnya Rp 500 miliar, fiksnya Rp 100 miliar," ujar Ketua Komisi B DPRD DKI, Ismail di Jakarta, Rabu (30/11).
Ismail melanjutkan, pemangkasan PMD ini dilakukan karena rencana akuisisi ini masih dibahas oleh Pemprov DKI bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kedua pihak disebutnya belum menentukan akan melakukan merger atau akuisisi.
Pemberian PMD ini juga disebutnya sebagai formalitas agar pagu anggaran akuisisi PT KCI tetap masuk dalam APBD 2023.
"Masih menunggu hasil pembahasan bersama dengan PT KAI modelnya seprrti apa, karena belum disepakati apakah ini merger atau akusisi atau gimana. Sehingga, kemarin disepakati dianggarkan dulu Rp 100 miliar. Tujuannya biar ada rumahnya dulu," ujarnya. (Asp)
Baca Juga
Mulai Hari Ini, MRT Jakarta Beroperasi hingga Pukul 24.00 WIB
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pembangunan MRT Fase 2 Berlanjut, Penumpang Ditargetkan Tembus 50 Juta
Ada Stasiun MRT, Kawasan Harmoni Diproyeksikan Jadi Pusat Transit Oriented Development
Pramono Anung Targetkan Stasiun Harmoni Sebagai Pusat Nongkrong Baru Warga Jakarta Tahun 2029
MRT Jakarta Bakal Tambah Jadwal dan Layanan Demi Kejar 50 Juta Penumpang Tahun Ini
Catat! Begini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Kota Tua Jakarta Saat Bersolek Jadi Kota Sinema
Ombak Lagi Galak, Dishub DKI Kandangkan 4 Kapal Cepat Menuju Kepulauan Seribu
Simak Nih! Ini Rekayasa Lalu Lintas Fase 2A MRT Jakarta Segmen Glodok-Kota, Dimulai Besok
Gubernur Pramono Dorong Percepatan MRT Jakarta hingga Kota Tua, Ditargetkan Beroperasi 2029
Rekayasa Lalu Lintas MRT Fase 2A Harmoni-Mangga Besar Dimulai, Cek Rute Terbarunya
Tarif MRT Jakarta Rp1 Berhasil Tarik 326.372 Pelanggan Saat Malam Tahun Baru, Blok M Hub Jadi Magnet Utama