MERAHPUTIH.COM - MODA transportasi Jakarta akan terus dikembangkan demi memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan melanjutkan pembangunan jalur kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta ke Dukuh Atas setelah tersambung ke Manggarai. Pembangunan itu akan dikerjakan setelah proyek LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome-Manggarai) rampung.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) DKI progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B dari Velodrome ke Manggarai hingga pekan pertama Mei 2026 telah mencapai 92,67 persen. Ditargetkan, proyek itu akan rampung dan beroperasi pada Agustus 2026.
Untuk LRT yang diputuskan yakni extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas,
ucap Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (20/5).
Dengan penambahan jalur itu, LRT Jakarta akan memiliki panjang lintasan mencapai 14,2 kilometer dengan 12 stasiun pemberhentian dari Pegangsaan Dua, Kelapa Gading hingga Dukuh Atas. Diperkirakan, anggaran yang diperlukan untuk menyambung jalur LRT Jakarta dari Manggarai ke Dukuh Atas akan mencapai Rp 2,7 triliun.
Panjangnya akhirnya menjadi 12,2 tambah 2 kilometer menjadi 14,2 (kilometer). Stasiunnya menjadi 12. Kemudian ada penambahan investasi ataupun anggaran kurang lebih Rp 2,7 triliun,
ujarnya.
Ia mengungkapkan, keputusan itu diambil agar trase LRT Jakarta dari Velodrome ke Dukuh Atas dapat diselesaikan hingga tuntas. Setelah trase itu selesai, baru Pemprov Jakarta akan mengembangkan jalur LRT di wilayah utara.
Baca juga:
Pramono Buka Peluang LRT Jakarta Diperpanjang hingga PIK 2 dan Bandara Soetta
Sejalan dengan hal itu, Pemprov DKI akan mengurus izin trase LRT Jakarta hingga Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, bahkan hingga Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pasalnya, saat ini izin trase LRT Jakarta baru sampai Ancol.
Sekarang baru selesai sampai dengan Ancol. Saya akan meminta, kebetulan Pak Budi, Kepala Dinas Perhubungan yang baru, untuk segera menyelesaikan trase dari Ancol, PIK 2 sampai dengan Soekarno-Hatta,
kata Pramono.
Ia menilai, apabila rencana itu sudah terlaksana, konektivitas transportasi di Jakarta akan lebih baik lagi. Apalagi,pihaknya juga memiliki rencana untuk membangun jalur MRT dari Balaraja ke Cikarang.
Maka kalau itu bisa dilakukan, semua loop dan utara-selatan maupun tengah yang nanti akan ada MRT dari Balaraja-Cikarang. Itulah yang akan membuat konektivitas di Jakarta menjadi semakin baik. Itu yang kami putuskan,
pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
LRT Jakarta Fase 1B Ngebut Tanpa Maut, Pramono Anung Pastikan Bukan Sekadar Kejar Tayang