Pemkab Gunungkidul Bentuk Satgas Cegah Bunuh Diri

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 17 September 2017
Pemkab Gunungkidul Bentuk Satgas Cegah Bunuh Diri

Kasus bunuh diri terus bermunculan. (Ilustrasi: ANTARA/Handry Musa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Maraknya kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta membuat pemerintah bergerak cepat. Salah satunya dengan membentuk satgas cegah bunuh diri.

Pemerintah Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta segera menggelar deklarasi pembentukan satuan tugas "Tigo Matur Setunggal Mabrur" guna mencegah terjadi kasus pernikahan dini, bunuh diri maupun perceraian.

Kades Pundungsari Echwan Mulyana, di Gunung Kidul, Minggu (17/9), mengatakan pembentukan satuan tugas (satgas) nantinya masing-masing dusun diambil enam orang dari 10 dusun.

"Satgas ini akan bekerja menangani masalah di masyarakat, termasuk meningkatkan semangat hidup bersih dan sehat," katanya lagi.

Ia menegaskan bahwa kasus pernikahan dini, bunuh diri, hingga perceraian bisa ditangani dengan pendekatan dari hati ke hati, sehingga dengan pembentukan satgas itu diharapkan bisa mencegahnya.

"Kami ingin memajukan masyarakat mulai dari masyarakat sendiri," katanya lagi.

Ketua Paguyuban Kades Semin Legiman menambahkan, pelaksanaan deklarasi pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut koordinasi dengan camat dan KUA. Satgas "Tigo Matur Setunggal Mabrur" nantinya bisa dibentuk pada semua desa dan pedukuhan.

Menurut dia, terjadi pemasalahan seperti nikah dini, cerai dan bunuh diri di antaranya karena gagal asuh, kurang pendidikan dan keagamaan.

"Di Semin setiap bulan rutin mengadakan pertemuan, termasuk berkoordinasi dengan camat, KUA hingga puskesmas dalam mencegah maupun menangani permasalahan sosial," katanya pula.(*)

#Bunuh Diri #Aksi Bunuh Diri #Gunungkidul #Polres Gunungkidul
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bagikan