Merahputih.com - Isu pemindahan ibu kota Jakarta dinilai bukan sebagai pengalihan isu. Terutama dari isu dugaan kecurangan pemilu dan klaim kemenangan yang kini kerap dihembuskan kubu Prabowo - Sandi.
Pengamat politik Ujang Komarudin menganggap, pemindahan ibu kota murni kewenangan dari pemeintah. Mengingat kondisi Jakarta yang sangat padat.
"Jangan semua hal kita kaitkan dengan pemilu dan kecurangan. Yang tahu kenapa ibu kota dipindahkan ya pemerintah. Tidak semudah membalikan telapak tangan untuk memindahkan ibu kota Indonesia," ungkap Ujang kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (1/5).
Ujang melanjutkan, wacana pemindahan ibu kota sudah lama yakni sejak jaman Presiden pertama Soekarno. "Bisa saja pada masa Jokowi ini terealisasi. Kita harus pisahkan antara isu pemindahan ibu kota dengan pilpres," ungkap pengajar dari Universitas Al Azhar ini.
"Mari kita bersama-sama berfikir objektif. Jangan saling menyalahkan. Jika memang dianggap penting demi bangsa dan negara," tambah Ujang.
Wacana ini tidak ada kaitannya dengan pemgalihan isu dugaan kecurangan pemilu. Apalagi banyak kalangan melihat bahwa di mana letak kecurangan pemilu yang saat ini tengah memasuki tahap penghitungan.
Alasannya, semua ada saksi pada setiap tingkatan. Narasi curang adalah salah satu cara dari orang yang tidak legowo menerima kenyataan.
Tentu bagi pasangan Prabowo-Sandi melihat bahwa ini bagian dari cara untuk menutupi isu kecurangan pemilu. Jadi sebenarnya apapun yang dilakukan oleh Jokowi dimata lawan politiknya salah.
Namun rakyat dinilai memiliki hati yang jernih untuk melihat bahwa apa yang dilakukan oleh Jokowi adalah untuk kepentingan bangsa dan negara. (Knu)