MerahPutih.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan prioritas dalam alokasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna mendorong pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih cepat.
Tahun 2022, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran PC-PEN sebesar Rp 455,62 triliun. Program tersebut terdiri dari klaster Penanganan Kesehatan, Perlindungan Masyarakat, Penguatan Pemulihan Ekonomi, dan untuk UMKM.
Baca Juga
Pemerintah pun mendorong peningkatan akses dan pengembangan UMKM melalui peningkatan ketentuan porsi kredit UMKM yang diatur dalam PBI Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, penyaluran KUR pada tahun 2022 hingga tanggal 28 Februari 2022 tercatat sebesar Rp 55,06 triliun (14,75 persen dari target tahun 2022 Rp 373,17 triliun) dan diberikan kepada 1,26 juta debitur.
"Sehingga total outstanding KUR pada 28 Februari 2022 sebesar Rp 412 triliun dengan NPL yang relatif rendah sebesar 0,98 persen. Porsi penyaluran KUR tahun 2022 per sektor terbesar disalurkan di sektor perdagangan (44,8 persen) disusul sektor pertanian (30,5 persen) dan jasa (13,7 persen)," ucap Menko Airlangga, pada Sabtu (5/3).
Baca Juga
Pemerintah juga telah memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen dari akhir Juni 2022 menjadi akhir Desember 2022. Dengan demikian, suku bunga KUR sampai dengan akhir Desember 2022 hanya sebesar 3 persen.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan grace period selama 5 tahun. Dengan dukungan tersebut, pekebun membayar cicilan setelah tanaman sawitnya menghasilkan.
Dalam pengembangan UMKM, Pemerintah mengeluarkan kebijakan antara lain, mewajibkan bank menyalurkan kredit minimal sebesar 30 persen dari total kredit pada tahun 2024, meningkatkan besarnya kredit UMKM menjadi Rp 10 miliar, restrukturisasi kredit UMKM yang terdampak COVID-19, serta relaksasi kebijakan dan penambahan plafon KUR.
“Saya mengapresiasi pencapaian KUR Sumatera Selatan yang Non Performing Loan (NPL) rendah dan capaiannya meningkatkan 100 persen ditahun 2020 sekitar Rp 4,4 triliun, ditahun 2021 menjadi Rp 8 triliun,” pungkas Menko Airlangga. (Asp)
Baca Juga