Pemerintah Targetkan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 7 Gigawatt

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Pemerintah Targetkan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 7 Gigawatt

Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo memberikan paparan dalam forum Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah memutuskan akan memulai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang diharapkan membuka peluang investasi baru, baik pada sisi pembiayaan maupun penyediaan teknologi, seiring meningkatnya kebutuhan listrik nasional dalam jangka panjang.

Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menyatakan pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan kapasitas sebesar 7 gigawatt (GW) secara bertahap hingga 2034.

“Pemerintah telah memutuskan untuk memulai pengadaan 7 gigawatt tenaga nuklir. Ini baru dan benar-benar baru. Pada tahap awal 500 megawatt, dan secara bertahap hingga 2034 mencapai 7 gigawatt,” kata Hashim forum Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Rabu (4/2).

Program PLTN tersebut menjadi bagian dari agenda besar transisi energi nasional, melengkapi pembangunan pembangkit listrik skala besar yang tertuang dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).

Baca juga:

Jadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional, Bahlil Mau Fokus Tenaga Nuklir

Hashim menyebut, dalam 10 tahun ke depan pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 70 GW, dengan porsi dominan berasal dari energi baru terbarukan.

“Untuk 10 tahun ke depan telah diumumkan bahwa 70 gigawatt akan dibangun. Sekitar 76 persen di antaranya merupakan proyek energi terbarukan,” ujar dia.

Ia menambahkan, proyek-proyek energi terbarukan tersebut menarik minat berbagai investor dan penyedia teknologi global, sebagai cerminan arah kebijakan pemerintah yang semakin kuat pada energi hijau.

Selain energi terbarukan dan nuklir, Hashim juga menyinggung peran gas alam yang tetap diposisikan sebagai bahan bakar transisi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional selama masa peralihan.

“Sisanya akan disediakan oleh gas alam, yang kami anggap sebagai bahan bakar transisi. Kebijakan energi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan kebutuhan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan penurunan emisi karbon secara berkelanjutan," katanya. (*)

#Badan Tenaga Nuklir Nasional #Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir #Energi Hijau
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Targetkan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 7 Gigawatt
Proyek-proyek energi terbarukan tersebut menarik minat berbagai investor dan penyedia teknologi global.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Pemerintah Targetkan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 7 Gigawatt
Indonesia
Jadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional, Bahlil Mau Fokus Tenaga Nuklir
Ketua Harian Dewan Energi Nasional Bahlil Lahadalia memaparkan arah kebijakan energi Presiden Prabowo terbagi dalam empat fokus utama
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Jadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional, Bahlil Mau Fokus Tenaga Nuklir
Indonesia
DPR Minta Bapeten Berada Langsung di Bawah KLH untuk Perkuat Pengawasan Bahan Radioaktif
Aqib mengusulkan agar Menteri Lingkungan Hidup dan Bapeten mengadakan rapat koordinasi khusus
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Desember 2025
DPR Minta Bapeten Berada Langsung di Bawah KLH untuk Perkuat Pengawasan Bahan Radioaktif
Indonesia
Di Belém Leader Summit, Indonesia Janji Bauran Energi Capai 23 Persen di Tahun 2030
Presiden Prabowo Subianto di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mematuhi Perjanjian Paris guna mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 November 2025
Di Belém Leader Summit, Indonesia Janji Bauran Energi Capai 23 Persen di Tahun 2030
Indonesia
ADB Kucurkan Pinjaman Rp 2,99 Triliun Buat Proyek Panas Bumi Indonesia
Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, mencapai 29 gigawatt, dengan kapasitas terpasang sebesar 2,1 gigawatt, terbesar kedua secara global.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 November 2025
ADB Kucurkan Pinjaman Rp 2,99 Triliun Buat Proyek Panas Bumi Indonesia
Indonesia
Baru 12 Persen, Legislator Dorong Realisasi Pembangkit EBT 35 Persen Tahun Ini
Pembangkit EBT jangan terus-menerus dijadikan visi jangka panjang tanpa upaya percepatan yang konkret.
Dwi Astarini - Selasa, 05 Agustus 2025
Baru 12 Persen, Legislator Dorong Realisasi Pembangkit EBT 35 Persen Tahun Ini
Indonesia
Gibran Kembali Bicara Soal Greenflation Yang Pada Waktu Debat Capres Diungkapkan, Ogah Transisi Energi Gegabah.
Ia menyebut, banyak negara maju saat ini sedang menghadapi tekanan ekonomi akibat transisi energi yang terlalu gegabah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 Juli 2025
Gibran Kembali Bicara Soal Greenflation Yang Pada Waktu Debat Capres Diungkapkan, Ogah Transisi Energi Gegabah.
Indonesia
Listrik Tenaga Surya Jadi Kunci Swasembada Energi Indonesia, Prabowo: Hitungan Saya Tidak Lama Lagi
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada energi dalam waktu singkat.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 29 Juni 2025
Listrik Tenaga Surya Jadi Kunci Swasembada Energi Indonesia, Prabowo: Hitungan Saya Tidak Lama Lagi
Indonesia
Prabowo Dorong Kolaborasi Temasek dan Danantara di Sektor Energi Hijau
Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral tingkat tinggi Leaders’ Retreat bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Parliament House, Singapura, Senin (16/6).
Frengky Aruan - Senin, 16 Juni 2025
Prabowo Dorong Kolaborasi Temasek dan Danantara di Sektor Energi Hijau
Indonesia
29 Lokasi Berpotensi Dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Terbanyak di Kalbar
Ke-29 lokasi tersebut sudah dikategorikan berdasarkan kriteria yang aman untuk pembangunan fasilitas PLTN
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Desember 2024
29 Lokasi Berpotensi Dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Terbanyak di Kalbar
Bagikan