Pemerintah Jamin Pasokan Pupuk, Tidak Bakal Naikkan Harga

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 April 2026
Pemerintah Jamin Pasokan Pupuk, Tidak Bakal Naikkan Harga

Ilustrasi - Penyaluran pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia Persero. ANTARA/HO-Pupuk Indonesia.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand dan Amerika Serikat, dikabarkan mulai terdampak gangguan pasokan pupuk global.

Komisi XI DPR RI memastikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak naik, meski terjadi gejolak di Selat Hormuz, sehingga pasokan dan stabilitas tetap terjaga di dalam negeri

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga pupuk subsidi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan, meski terjadi penutupan Selat Hormuz di Timur Tengah, agar petani tetap terlindungi dalam menjaga produktivitas pertanian nasional.

"Aman, aman (harga pupuk tidak akan terkoreksi). Kenapa? Itu perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," kata Mentan kepada awak media seusai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.

Baca juga:

Nasib Harga Pupuk dan Produk Plastik di Ujung Tanduk Buntut Krisis Energi Global, Pemerintah Diminta Siapkan Mitigasi

Ia menyampaikan, pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, sebuah capaian yang disebut belum pernah terjadi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan volume pupuk subsidi yang tersedia bagi petani, sehingga kebutuhan input produksi tetap tercukupi secara optimal di berbagai daerah sentra pertanian.

"Itu di era Bapak Prabowo Subianto, Bapak Presiden, itu diturunkan harga pupuk (subsidi) 20 persen dan menaikkan kuantumnya. Itu luar biasa," ujar Mentan.

Adapun volume pupuk subsidi yang disiapkan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional sepanjang tahun 2026 mencapai 9,8 juta ton yang akan menyasar 14,1 juta petani di seluruh Indonesia.

Mentan menegaskan, kebijakan stabilisasi harga pupuk tersebut merupakan arahan langsung Presiden, sehingga dipastikan tetap terjaga guna mendukung keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan global.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan stok pupuk secara nasional tidak terganggu di tengah konflik di Selat Hormuz, Timur Tengah, yang dapat mengganggu jalur perdagangan global.

"Alhamdulillah, stok aman, kita memiliki 1,29 juta ton stok, dan pabrik seluruhnya beroperasi dengan baik. Artinya, ini akan terus kita pertahankan di level ini, tidak ada masalah," kata Rahmad dalam rapat tersebut.

Ia menyebut pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi pupuk dunia, yang menyumbang sekitar 30 persen perdagangan pupuk global setiap bulannya.

Indonesia tidak terdampak signifikan berkat kemandirian industri pupuk nasional yang telah dibangun sejak lama.

"Hingga hari ini, meskipun dunia gonjang-ganjing, pupuk Indonesia justru bisa berfungsi sebagai penyelamat ekosistem pangan dunia," jelasnya. (*)

#Harga Pupuk #Pupuk Subisidi #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Mohebbi mengklaim bahwa seluruh lalu lintas data internet dan komersial melewati kabel-kabel tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Indonesia
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Bagikan