Merahputih.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani mengatakan bahwa agenda pengembangan SDM Indonesia ke depan perlu menjadi perhatian.
Salah satunya yakni memperkuat link and match antara Industri dan lembaga pendidikan, penyesuaian program studi di Perguruan Tinggi, serta Penguatan Inovasi Teknologi bagi Industri.
Puan mengklaim, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Insentif Pajak bagi Perusahaan atau Industri yang mengembangkanVokasi dan Riset.
Baca Juga: Puan: Posisi Ketua DPR Ditentukan Ibu Mega
"Harapannya lewat insentif ini, pihak swasta akan ikut berpartisipasi mengembangkan vokasi dan riset di dunia pendidikan, bahkan menyerap SDM yang dibina melalui program tersebut," ujar Puan dalam keterangannya, Jumat (26/7).
Puan menilai, untuk membangun manusia dan kebudayaan Indonesia yang berlandaskan Pancasila, perlu diarahkan kepada empat fokus utama kebijakan. Puan, menguraikan pertama, memperkuat budaya inklusif, toleran, dan ber-Bhineka Tunggal Ika.
"Memperkuat budaya inklusif, toleran, dan ber-Bhineka Tunggal Ika, merupakan syarat yang diperlukan di dalam membangun Indonesia yang penuh keragaman," ucap Puan
Dalam hal ini, pemerintah memberi jaminan pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan sosial, dan penguatan ekonomi keluarga dari kelompok masyarakat yang tidak mampu, melalui program program antara lain KIP, KIS, Rastra, BPNT, serta PKH.
Menurut Puan, pemerintah, sejak empat tahun terakhir, pemerintah terus memperkuat upaya pembangunan karakter bangsa. Dan salah satu program yang diluncurkan adalah Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).
Gerakan ini merupakan Gerakan bersama seluruh komponen bangsa untuk merubah cara pikir, cara kerja, dan cara hidup agar lebih berintegritas, beretos kerja, dan bergotong royong.
"Komitmen pemerintah dalam GNRM dilakukan melalui peningkatan pelayanan publik oleh setiap kementerian atau lembaga. Setiap tahun terdapat lebih dari 40 pelayanan publik di kementerian atau lembaga yang mengalami reformasi agar lebih baik dan memberikan kepuasan kepada rakyat," ujar dia.
Terakhir, mengembangkan kebudayaan, untuk kesejahteraan rakyat, pelestarian, dan kekayaan kebudayaan nasional. Indonesia dengan keragaman budayanya memiliki kekayaan Kebudayaan seperti adat-istiadat, teknologi tradisional, seni, bahasa, ritus, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Puan Ikut Makan Siang Mega-Prabowo, Jokowi Absen. Apa Artinya?
Kedepan perlu diperkuat upaya-upaya dalam mengembangkan dan memanfaatkan objek pemajuan kebudayaan, untuk kesejahteraan rakyat, pelestarian, dan kekayaan kebudayaan nasional yang pada akhirnya memperkokoh persatuan nasional.
"Candi, batik, jamu, seni tari, seni lukis, museum, dan lain sebagainya merupakan sebagian contoh potensi kebudayaan kita, yang perlu terus dilestarikan sebagai kekayaan kebudayaan nasional, dan dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat," tutup dia. (Knu)