Pemerintah Diminta Fasilitasi Pengobatan Mantan Atlet Nasional Verawaty Fajrin

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 21 September 2021
Pemerintah Diminta Fasilitasi Pengobatan Mantan Atlet Nasional Verawaty Fajrin

Menpora Zainudin Amali menjenguk legenda bulu tangkis Indonesia Verawaty Fajrin di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Senin (20/9/2021). ANTARA/HO-Kemenpora

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti memberikan perhatian serius kepada legenda bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin, yang sedang berjuang melawan kanker paru-paru.

La Nyalla meminta pemerintah memfasilitasi pengobatan dan pelayanan kesehatan untuk atlet yang telah mengharumkan nama bangsa itu.

"Kondisi kesehatan Verawaty Fajrin saat ini membuat saya prihatin. Saya mendoakan kesembuhan untuk Verawaty yang sedang menghadapi penyakit kanker paru-paru," kata La Nyalla, Senin (20/9).

Baca Juga:

Bantuan Mulai Mengalir ke Mantan Atlet Bulu Tangkis Verawaty Fajrin

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, pemerintah harus memberikan perhatian untuk atket berprestasi seperti Verawaty.

"Pemerintah harus membantu memfasilitasi dan memberikan perawatan terbaik kepada Ratu Bulutangkis Indonesia yang telah mengharumkan Indonesia pada sekitar tahun 1980-an. Jangan sampai perjuangan beliau dilupakan begitu saja," katanya.

Mantan pebulutangkis era 1980-an itu dikabarkan masih berada di kamar transit di RS Dharmais dan belum mendapatan tindakan. Ia harus menunggu di kamar transit sebelum masuk ke high care unit (HCU).

"Sudah sepantasnya pemerintah memberikan pelayanan terbaik bagi atlet yang telah berjasa besar kepada bangsa. Kanker paru-paru ini tergolong serius. Oleh karena itu, pemerintah harus segera memberikan pengobatan terbaik untuk sang legenda," katanya.

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. (Foto: MP/Istimewa)
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. (Foto: MP/Istimewa)

Nama Verawaty Fajrin sangat populer di tahun 1980-an. Ia berhasil meraih banyak gelar juara baik di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Pebulutangis kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1957, tercatat pernah berpasangan dengan Imelda Wigoena, Ivanna Lie, Yanti Kusmiati, Bobby Ertanto, dan Eddy Hartono.

Sang legenda pernah meraih emas beregu SEA Games selama enam kali berturut-turut, pada tahun 1977, 1979, 1981, 1985, 1987, dan 1989.

Baca Juga:

Menpora Pastikan Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan Verawaty Fajrin

Ia menyabet emas perseorangan SEA Games di nomor ganda putri pada tahun 1979, 1981, dan 1987, juga juara di nomor tunggal putri pada tahun 1981 dan ganda campuran tahun 1987 dan 1989.

Verawaty Fajrin juga tercatat sebagai juara dunia sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1980 sebagai pemain bulu tangkis tunggal putri dan tahun 1986 sebagai pemain ganda campuran. (Pon)

Baca Juga:

Ketua DPD Apresiasi Polda Jatim Asuh Anak Yatim Piatu Korban COVID-19

#Atlet Bulu Tangkis #La Nyalla Mattalitti
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Olahraga
Wang Zhi Yi Juara All England Putri 2026, Akhiri Kutukan Kalah di 10 Final dari An Se-young
Final All England Open 2026 mempertemukan dua pebulu tangkis nomor satu dan dua dunia.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Wang Zhi Yi Juara All England Putri 2026, Akhiri Kutukan Kalah di 10 Final dari An Se-young
Olahraga
Make Your Moment: Dari Bulu Tangkis untuk Semua, OPPO Ajak Generasi Muda Belajar dari Para Legenda tentang Perjuangan Mengharumkan Nama Indonesia
OPPO Indonesia dan Indonesia Olympians Association (IOA) memberikan panggung penghargaan untuk para legenda bulutangkis.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 Juli 2025
Make Your Moment: Dari Bulu Tangkis untuk Semua, OPPO Ajak Generasi Muda Belajar dari Para Legenda tentang Perjuangan Mengharumkan Nama Indonesia
Lifestyle
Lelang OPPO Find N5 Edisi 8 Legenda Bulu Tangkis Indonesia Laku hingga Rp 2,5 MIliar
Lelang OPPO Find N5 edisi legend bulu tangkis Indonesia laku hingga Rp 2,5 miliar.
Soffi Amira - Jumat, 27 Juni 2025
Lelang OPPO Find N5 Edisi 8 Legenda Bulu Tangkis Indonesia Laku hingga Rp 2,5 MIliar
Indonesia
KPK Bakal Periksa La Nyalla di Kasus Dana Hibah Jatim
KPK dalami kasus dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat dari APBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Tahun Anggaran 2021-2022.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 April 2025
KPK Bakal Periksa La Nyalla di Kasus Dana Hibah Jatim
Indonesia
KPK Duga Ada Aliran Duit Korupsi Dana Hibah saat La Nyalla Pimpin KONI Jatim
KPK menduga ada aliran korupsi dana hibah saat La Nyalla menjadi pemimpin KONI Jatim.
Soffi Amira - Rabu, 16 April 2025
KPK Duga Ada Aliran Duit Korupsi Dana Hibah saat La Nyalla Pimpin KONI Jatim
Indonesia
KPK: Penggeledahan Rumah La Nyalla Terkait dengan Jabatannya saat Jadi Wakil Ketua KONI Jatim
Sehari menggeledah rumah La Nyalla di Surabaya, tim penyidik KPK juga menggeledah kantor KONI Jatim.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 April 2025
KPK: Penggeledahan Rumah La Nyalla Terkait dengan Jabatannya saat Jadi Wakil Ketua KONI Jatim
Indonesia
Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah APBD, KPK Geledah Kantor KONI Jatim
Pada Senin (14/4) kemarin, tim penyidik KPK juga telah menggeledah rumah anggota DPD RI La Nyalla Mattalitti terkait kasus yang sama.
Frengky Aruan - Selasa, 15 April 2025
Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah APBD, KPK Geledah Kantor KONI Jatim
Indonesia
Usai Rumahnya Digeledah, La Nyalla Bakal Menyusul Diperiksa KPK?
Tak menutup kemungkinan KPK akan memanggil La Nyalla untuk klarifikasi setelah penggeledahan rumahnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 April 2025
Usai Rumahnya Digeledah, La Nyalla Bakal Menyusul Diperiksa KPK?
Indonesia
La Nyalla Klaim Tak Ada Barbuk Disita dari Rumahnya, Ini Respons KPK
KPK masih menunggu semua proses penggeledahan untuk selanjutnya bisa menyampaikan ke publik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 April 2025
La Nyalla Klaim Tak Ada Barbuk Disita dari Rumahnya, Ini Respons KPK
Indonesia
Anggota DPD RI La Nyalla Minta KPK Jelaskan Maksud Geledah Rumahnya
Penggeledahan itu berkaitan dengan kasus dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat dari APBD Provinsi Jatim Tahun Anggaran 2021-2022.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 April 2025
Anggota DPD RI La Nyalla Minta KPK Jelaskan Maksud Geledah Rumahnya
Bagikan