Pemerintah Dampingi TKI yang Divonis Mati di Malaysia

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 31 Mei 2016
Pemerintah Dampingi TKI yang Divonis Mati di Malaysia

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Nasional- Setelah memutuskan banding atas vonis mati Pengadilan Negeri Penang Malaysia terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Ponorogo, Rita Krisdianti, Kemenlu terus mendampingi WNI tersebut hingga kasusnya tuntas.

Dikabarkan, TKI Rita tertangkap petugas Bandara Internasional Bayan Lepas, Penang, Malaysia membawa paket shabu seberat 4 kg, 10 Juli 2013 lalu. Dalam pemeriksaan, Rita sendiri tidak mengakui isi tas tersebut miliknya. Ia mengaku tas yang menjadi barang bukti itu milik WNI yang mengatur perjalanannya dari Hongkong ke Penang Malaysia.

Upaya pendampingan Kementerian Luar Negeri dilakukan melalui perwakilan di Penang, Malaysia. Menlu Retno Marsudi mengatakan telah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk meringankan vonis mati tersebut.

"Kemarin saya sudah melakukan komunikasi beberapa kali dengan perwakilan kita yang ada di Malaysia, Penang terutama. Dan saya hanya ingin yakinkan bahwa pendampingan hukum tidak berkurang, bahkan diperkuat, dan itulah yang akan kita lakukan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (31/5).

Menlu menegaskan sesuai instruksi Presiden bahwa pendampingan hukum terhadap seluruh WNI yang bermasalah akan dilakukan. Jadi, tidak hanya kasus Rita saja.

"Tentunya kita tetap menghormati hukum yang berlaku di negara tersebut, tetapi kewajiban pemerintah adalah melakukan pendampingan hukum untuk memastikan bahwa hak-hak hukum dari WNI dipenuhi," jelas Menlu.

Disamping terus melakukan pendampingan terhadap WNI bermasalah hukum, pihak Kemenlu juga terus berkomunikasi dengan keluarga agar informasi status dan perkembangan kasus tetap diketahui keluarga.

BACA JUGA:

  1. Pemerintah Indonesia Upayakan TKI di Malaysia Tidak Dihukum Mati
  2. Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi Napak Tilas ke Penjara Banceuy
  3. Jokowi Tawarkan Pengadaan Gerbong PT Inka ke Sri Lanka
  4. Saat Jokowi Sebut Gaya Rambut Kaesang Mirip Batok Kelapa
  5. Presiden Jokowi Terus Imbau Masyarakat untuk Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi
#Penanganan TKI #Menlu Retno LP Marsudi #Kemenlu
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
1.440 WNI Datangi KBRI Phnom Penh Ingin Balik ke Indonesia
Saat ini mekanisme untuk keringanan denda overstay dan percepatan pembuatan izin keluar oleh Imigrasi Kamboja sedang dirampungkan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
1.440 WNI Datangi KBRI Phnom Penh Ingin Balik ke Indonesia
Indonesia
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Berdasarkan penilaian KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan hingga Senin (12/1), evakuasi juga belum diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Indonesia
WNI Anak Terkait ISIS Dibui Hampir 8 Bulan di Yordania, Kemenlu Pastikan Kondisinya Sehat
WNI anak berinisial KL ditahan di Yordania sejak 19 Mei 2025 atas dugaan mendukung aktivitas ISIS.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
WNI Anak Terkait ISIS Dibui Hampir 8 Bulan di Yordania, Kemenlu Pastikan Kondisinya Sehat
Indonesia
WNI Anak di Yordania Diduga Dukung ISIS, Kemenlu Pantau Proses Hukum
Penangkapan KL ini dengan dugaan keterlibatan dalam aktivitas daring yang terindikasi mendukung ISIS.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
WNI Anak di Yordania Diduga Dukung ISIS, Kemenlu Pantau Proses Hukum
Indonesia
4 ABK WNI Diculik Bajak Laut, KBRI Desak Tanggung Jawab Perusahaan Kapal
Kemenlu menegaskan terus memastikan hak-hak ketenagakerjaan para ABK WNI korban penculikan tetap dijalankan penanggung jawab perusahaan kapal.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
4 ABK WNI Diculik Bajak Laut, KBRI Desak Tanggung Jawab Perusahaan Kapal
Indonesia
Kota Basis Konsentrasi WNI di Iran Masih Aman, Kemenlu: Opsi Evakuasi Belum Mendesak
Jumlah WNI yang tinggal di Iran tercatat sebanyak 386 orang, terkonsentrasi di Kota Qom dan Isfahan
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Kota Basis Konsentrasi WNI di Iran Masih Aman, Kemenlu: Opsi Evakuasi Belum Mendesak
Indonesia
Kondisi Teheran 'dalam Bahaya', WNI Diminta Waspada dan Hindari Kerumunan
Hingga saat ini, belum ada laporan WNI yang terdampak aksi unjuk rasa di berbagai wilayah Iran, meski beberapa korban sipil dilaporkan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Kondisi Teheran 'dalam Bahaya', WNI Diminta Waspada dan Hindari Kerumunan
Indonesia
Kemenlu Pulangkan 3 WNI Terjebak di Yaman
Pemulangan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Perwakilan RI di Kawasan Timur Tengah, khususnya KBRI Muscat, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, KJRI Jeddah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
 Kemenlu Pulangkan 3 WNI Terjebak di Yaman
Dunia
Indonesia dan Negara OKI Kecam Kunjungan Pejabat Israel ke Somaliland
Somaliland menyatakan kemerdekaannya dari Somalia pada 1991, beroperasi sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan yang secara de facto independen.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Indonesia dan Negara OKI Kecam Kunjungan Pejabat Israel ke Somaliland
Indonesia
37 WNI di Venezuela Diimbau Waspada, KBRI Buka Hotline Darurat
WNI di Venezuela diharapkan dapat langsung menghubungi hotline KBRI Caracas dan juga hotline Direktorat Perlindungan WNI
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
37 WNI di Venezuela Diimbau Waspada, KBRI Buka Hotline Darurat
Bagikan