MerahPutih.com - Korban jiwa akibat banjir bandang di Ternate, Maluku Utara, mencapai 18 orang yang telah ditemukan dan satu korban masih dilakukan pencarian.
Hingga hari ini tim SAR gabungan masih terus lakukan pembersihan material dan pencarian korban yang dikabarkan masih hilang.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy pada hari ketiga evakuasi meninjau dan mendatangi lokasi bencana banjir bandang di Kelurahan Rua, Ternate, Maluku Utara.
"Memang, lokasi ini merupakan area bekas erupsi sekitar tahun 2018 dan materialnya tertahan, lalu karena hujan terus-menerus secara ekstrem, akhirnya terjadi banjir bandang," kata Menko Muhadjir Effendy saat berada di lokasi bencana banjir Rua, Ternate, Selasa (27/8).
Baca juga:
Menko Muhadjir mengatakan sudah mengetahui korban jiwa mencapai 18 orang yang ditemukan meninggal dunia dan satu korban masih dalam proses pencarian.
Ia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BNPB, Wali Kota Ternate, Pj Gubernur Maluku Utara, agar seluruh kebutuhan korban semuanya segera ditangani, mulai dari korban, rehabilitasi, hingga rekonstruksi.
Ia mengungkapkan lokasi tersebut merupakan alur air dari gunung, tetapi sudah sekian puluhan tahun, orang lupa bahwa ini adalah jalan air yang dilewati.
Muhadjir megaskan, lokasi bencana ini akan dijadikan lokasi non-permukiman baik mereka yang terdampak langsung atau mereka yang tinggal tidak jauh dari lokasi bencana.