MerahPutih.com - Dalam sidang kabinet di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3), Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian buka suara soal wacana work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Hetifah, WFH dapat menjadi solusi di tengah kondisi global yang memengaruhi sektor energi. Namun, penerapannya tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
"Kami memahami wacana WFH bagi ASN sebagai langkah penghematan BBM di tengah dinamika global. Untuk sektor administratif, WFH bisa diterapkan secara selektif tanpa mengganggu layanan publik," kata Hetifah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3).
Baca juga:
MBG Dipastikan Tidak Akan Terkena Kebijakan Efisiensi Anggaran
Menurut Hetifah, WFH dapat menjadi solusi di tengah kondisi global yang memengaruhi sektor energi. Namun, penerapannya tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
"Sekolah dan perguruan tinggi tetap perlu memprioritaskan pembelajaran tatap muka karena lebih efektif dalam pembelajaran dan pembentukan karakter," tegas dia.
Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan penggunaan sistem hybrid, yakni kombinasi antara daring dan tatap muka. Skema ini bisa diterapkan secara terbatas dan situasional.
Hetifah menekankan bahwa efisiensi energi memang penting, tetapi tidak boleh mengorbankan kualitas pendidikan.
“Prinsipnya, efisiensi BBM penting, tapi kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.
Ia berharap kebijakan WFH bisa diterapkan secara tepat sasaran agar manfaatnya maksimal tanpa berdampak negatif pada layanan publik maupun dunia pendidikan.
Sejumlah negara lain telah mengumumkan kebijakan penghematan energi sebagai respons atas ketidakpastian global. Thailand misalnya, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar, membatasi penggunaan lift dan eskalator, serta mengatur suhu pendingin ruangan di kisaran 26–27 derajat Celsius.
Filipina memberlakukan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik, sementara Pakistan menyiapkan rencana penghematan energi melalui pembelajaran jarak jauh dan pengaturan kerja dari rumah. (Pon)