Pelaku Penembakan Kantor MUI Pernah Kirim Surat ke Presiden

Mula AkmalMula Akmal - Sabtu, 06 Mei 2023
Pelaku Penembakan Kantor MUI Pernah Kirim Surat ke Presiden

Seorang tak dikenal melakukan penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus penembakan di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) memasuki babak baru.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkap Mustopa NR, pelaku penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta Selasa (2/5) pernah mengirimkan surat kepada sejumlah pemimpin agama, daerah hingga Presiden.

Baca Juga:

MUI Bentuk Tim Khusus Selidiki Insiden Penembakan

Dia ingin paham dan pemikiran agamanya yang menyimpang diakui. Berdasarkan hasil penyelidikan komprehensif dan pemeriksaan 39 orang saksi, Mustopa NR mulai menulis surat meminta pengakuan sejak tahun 2003.

"Tersangka ini sudah memulai menulis surat yang ditujukan kepada pihak pemerintah daerah, mulai level kecamatan, kabupaten, dan provinsi, sampai ke Presiden itu sejak tahun 2003," kata Hengki saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/5).

Kemudian yang Mustopa NR juga pernah menyampaikan aspirasinya pada tahun 2016 di DPRD Lampung, yang berujung melakukan pengrusakan Kantor DPRD Lampung.

Atas tindakannya itu, Mustopa NR divonis tiga bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Tanjung Barat.

"Yang bersangkutan pernah divonis artinya dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Bisa menginsyafi perbuatannya itu salah atau benar," kata ucap Hengki.

Menurut Hengki, sesuai hasil koordinasi dengan Densus 88, dari database menemukan tersangka atas nama Mustopa ini tidak masuk jaringan teror.

"Bukan lone wolf atau serangan teror seorang diri, juga tidak terkooptasi ideologi agama bersifat ekstrem. Tidak ada aktor yang ada di belakangnya," kata dia.

Menurut keterangan istri pelaku dan warga sekitar, pada tahun 1997 pelaku pernah mengumpulkan warga dan tokoh agama di rumahnya.

Hengki mengungkapkan, Mustopa bersosialisasi normal ibadah ke masjid. Kemudian, Mustopa juga sempat mendatangi Kantor MUI Lampung untuk datang menyampaikan aspirasinya agar paham agamanya itu diakui.

Baca Juga:

Plt Ketum PPP Temui Jokowi di Istana, Laporkan Keputusan Dukung Ganjar

"Jadi, di Jakarta ini hanya ujungnya saja, di Lampung lebih sering datang untuk menyampaikan aspirasinya untuk mendapat pengakuan," tutur Hengki.

Pelaku saat beraksi menggunakan senjata airgun yang sebetulnya dilarang. Hengki juga menjelaskan darimana senjata itu diperoleh pelaku.

"Senjata ini ternyata dibeli dari Lampung dari seseorang berinisial H yang profesinya jual beli airsoftgun dan airgun," kata Hengki Haryadi.

Penggunaan airgun dilarang dan membahayakan. Pasalnya, airgun yang dimodifikasi bisa menjadi senjata yang mematikan. Dia menggunakan tabung seperti ini, berisi gas CO2 dan pelurunya metal.

"Ini bisa dimodifikasi dan tidak ada payung hukumnya. Itu melanggar Undang-Undang Darurat 1251 dan apabila digunakan untuk ancaman, itu ada tindak pidana yang lain," kata Hengki.

Hengki menuturkan saat ini kepolisian telah mengamankan tiga pelaku terkait jual beli senjata yang dilarang.

"Kami sudah amankan tiga orang dari Lampung, dan dalam waktu dekat akan kami tetapkan tersangka," kata Hengki.

Sebelumnya, Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat diserang Mustopa (60) pada Selasa (2/5). Pelaku meninggal saat diamankan kepolisian karena serangan jantung.

Jenazah pelaku dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan autopsi. Pelaku kedapatan membawa obat-obatan. (Knu)

Baca Juga:

Pelaku Penembakan di Kantor MUI Diduga Punya Paham Menyimpang

#MUI #Penembakan #Polisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemuda 23 Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali
Setelah melakukan penembakan, pelaku langsung melarikan diri. Satreskrim Polres Boyolali masih menyelidiki identitas dan keberadaan terduga pelaku.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Pemuda 23 Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali
Indonesia
Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand, Polisi Atur Rute hingga Mobilitas Suporter di GBK
Sebanyak 10.121 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di SUGBK.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand, Polisi Atur Rute hingga Mobilitas Suporter di GBK
Indonesiaku
Sebelum Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Jadi Semifinalis Cover Boy 1988
Ketika usianya masih belia dan kehidupannya masih sebagai seorang pelajar, ia sempat mencoba peruntungan di dunia modeling dengan mengikuti ajang Cover Boy.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Sebelum Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Jadi Semifinalis Cover Boy 1988
Indonesia
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
pemeriksaan yang dijalankan tersebut ditanyakan berapa orang yang bertugas, dan apakah sudah menjalankan prosedur memberikan tembakan peringatan, termasuk senjata api yang digunakan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
Dunia
Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Beberapa pria bersenjata dilaporkan menyerbu sebuah rumah di Kotapraja KwaMakhutha pada Selasa malam dan melepaskan tembakan ke arah 14 orang.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
 Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Olahraga
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Pola pengamanan disiapkan untuk menghadapi tingginya mobilitas selama turnamen, termasuk pergerakan suporter.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Dunia
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Baku tembak masih berlangsung antara para penyerang dan pasukan keamanan di lokasi kejadian yang berada di distrik Kohat, Khyber Pakhtunkhwa.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Indonesia
Kawasan Elit Tangerang Selatan Jadi Tempat Home Industry Tembakau Sintetis
Tiga tersangka, yakni MR, IN, dan NK, diamankan pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan perumahan U-Ville Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Kawasan Elit Tangerang Selatan Jadi Tempat Home Industry Tembakau Sintetis
Indonesia
Pengusaha Sound Horeg Asal Karanganyar Minta Maaf ke MUI, Hanya Bakal Layani Spek Normal
Kedepannya tidak akan mengeluarkan sound horegnya. Dia hanya akan mengeluarkan soundnya dengan spek normal.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pengusaha Sound Horeg Asal Karanganyar Minta Maaf ke MUI, Hanya Bakal Layani Spek Normal
Bagikan