Pedas, Manis, dan Asam Bandeng Kropok Khas Semarang
Bandeng kropok khas Semarang wajib dicoba.(foto: Merahputih.com/Dwi Astarini)
TIGA ikan bandeng ukuran sedang tersaji di sebuah piring. Guyuran kecap bercampur sambal membuat aroma bandeng yang telah dibakar makin menggoda. Saat tangan mendarat, mencuit daging ikan bandeng nan empuk, tak tampak duri-duri di dalamnya. Biasanya duri-duri halus itulah yang membuat orang malas menyantap ikan bandeng.
“Bandeng yang saya olah cuma yang segar. Kalau enggak segar, ikan bandengnya enggak bisa disayat-sayat tipis,” jelas Hengky, pemilik Lesehan dan Pemancingan Baron, Semarang. Selain dagingnya yang tak akan hancur ketika disayat, ikan bandeng segar juga tak memiliki aroma lumpur nan mengganggu.
BACA JUGA:
Demi mendapat bandeng segar, ia memilih membeli ikan air payau itu dari nelayan atau peternak di sekitaran restoran yang ia kelola. Lesehan dan Pemancingan Baron terletak di Puri Anjasmoro N1, Semarang, Jawa Tengah. Restoran ini membentang di area mangrove, tak jauh dari lokasi baru Bandara Ahmad Yani. Di sini, pengunjung bisa memancing di perairan yang jadi lokasi restoran. Di atas gazebo-gazebo kayu apung nan saling terhubung, pengunjung bisa memancing atau menikmati makanan.
Sajian bandeng kropok menjadi salah satu andalan di restoran yang telah beroperasi sejak 2001 ini. Ya, aneka olahan bandeng bisa dibilang merupakan ciri khas Semarang. Kamu bisa menjajal bandeng presto, bandeng asap, hingga otak-otak bandeng.
Dengan banyaknya olahan kekinian bandeng, hidangan klasik bandeng kropok tak lagi banyak disorot. Padahal, rasanya khas dan nikmat. Nama bandeng kropok disebut berasal dari kata kropokan. Dalam logat Gresik, kropokan berarti kumpul-kumpul. Ketika kropokan, hidangan yang sering disajikan ialah bandeng bakar atau goreng dengan sambal petis yang disebut kropok.
BACA JUGA:
“Saya kurang tahu bagaimana asal-usul bandeng kropok di Semarang. Namun, yang di sini merupakan resep turun-temurun dari ibu saya,” kata Henky.
Untuk membuat bandeng kropok, ikan bandeng segar disayat-sayat tipis, sekitar 3 mm, lalu digoreng atau dibakar. Sayatan-sayatan tipis itu membuat duri-duri bandeng lembut dan terlepas. Dengan begitu, bandeng jadi lebih mudah disantap.
Setelah digoreng atau dibakar, ikan bandeng disiram bumbu. “Bumbunya campuran kecap, sambal, terasi, dan jeruk,” jelas Henky saat berbincang dengan Merahputih.com, pekan lalu.
Hasilnya, ikan bandeng bebas bau tanah, minim duri, dengan cita rasa pedas, manis, dan asam nan pas. Daging ikan nan lembut berpadu pas dengan rasa pedas-manis dari kecap dan sambal. Kucuran jeruk memberi aroma dan sensasi segar di akhir. Cukup untuk membuat kamu tak henti menyuap.
Jadi jika kamu tengah berada di Semarang atau berencana melancong ke ibu kota Jawa Tengah ini, sajian bandeng kropok pantang dilewatkan.
“Menu ini amat khas. Sajian bandeng goreng, asam manis, atau saus padang bisa ditemukan di mana saja. Namun, bandeng kropok ini khas di Semarang,” tutupnya.(dwi)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Laka PO Cahaya Trans Tewaskan 16 Orang, DPR Minta Investigasi Menyeluruh
Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans Tewaskan 16 Orang, Sopir Hilang Kendari saat Ngebut di Tikungan Tol Krapyak
Bus Maut Cahaya Semarang yang Tewaskan 16 Orang di Tol Krapyak tak Layak Jalan dan Ilegal
30 Kuliner Khas Riau yang Wajib Dicoba: Cita Rasa Melayu yang Kaya Rempah dan Sulit Dilupakan
Merayakan Malam Tahun Baru ala Argentina, Menikmati Torta Galesa hingga Asado
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Utara Kota Semarang Sudah Sepekan Digenangi Banjir, BNBP Fokus Sedot Air di Sumber Masalah