MerahPutih.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran turun langsung menemui pemilik warung masakan Padang. Ia datang tanpa pengawalan ketat dan protokoler yang banyak.
Pedagang tersebut bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk memasak dan mendistribusikan daging kurban berbentuk rendang. Dalam kesempatan tersebut, Fadil berbincang dengan salah satu pedagang bernama Emmy yang berjualan di Blok M.
Baca Juga
Pangdam dan Kapolda Diperintah Luhut Cari Warga Yang Tidak Bisa Makan
Melalui perbincangan tersebut, Fadil terenyuh karena uni Emmy merasa terbantu pendapatannya dari kerjasama ini.
"Selama situasi PPKM Darurat ini omset menurun?" tanya Fadil kepada uni Emmy di kediamannya, Rabu (20/7).
"Bukan hanya menurun pak, tapi sangat menurun. Tidak bisa berjualan, tidak ada uang masuk sama sekali," jawab Emmy dengan wajah pasrah.
"Ibu di sini masak sendiri? Nanti kalau saya ada daging lagi, saya minta uni masakin ya," lanjut Fadil seraya tertegun.
"Berdua sama suami, karena ini kan masih usaha kecil-kecilan. Ya tidak apa-apa bapak, alhamdulilah, terima kasih pak. Mimpi apa saya ketemu bapak, alhamdulillah berkah," kata sang ibu yang memakai masker ini.
Tak hanya itu, ia melihat proses pembuatan rendang yang masih tradisional serta upaya untuk terus mempertahankan usaha rumah makan Padang yang dilakukan Emmy.
Mantan Dirkrimsus Polda Metro Jaya ini menyebut ini merupakan bentuk perjuangan di masa PPKM Darurat.
"Perjuangan bersama, bersama membantu sesama. Jadi campur aduk saya di sini, antara senang, terharu, bangga," pungkas Fadil seraya berjalan meninggalkan Emmy dan keluarganya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyumbangkan hewan kurban sebanyak 353 ekor sapi dan 564 ekor kambing yang dihasilkan dari Celengan Kurban. Nantinya, daging ini yang akan dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan.
"Dari semuanya itu, ada 8 ton daging yang dimasak hari ini (menjadi rendang), bekerja sama dengan UMKM dan restoran Padang lalu akan dibagikan secara door to door," kata Fadil. (Knu)
Baca Juga
Kapolda Metro Jaya: Sia-sia Penyekatan jika Atasan Tetap Suruh Karyawan Ngantor

