MerahPutih Politik- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Trimedya Panjaitan menegaskan, bahwa Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang diajukan sebagai calon tunggal Kapolri bukan 'titipan' Presiden Republik Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri.
Trimedya yang juga anggota Komisi III DPR RI fraksi PDIP mengatakan, pengajuan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman melalui proses panjang sebelum disetujui komisi III DPR RI.
"Bukan rekomendasi Bu Mega (Megawati Soekarnoputri_red) tapi melalui proses panjang. Mulai dari Kompolnas, Presiden hingga DPR RI," katanya dikomplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1).
Sebelumnya beredar rumor santer bahwa pengajuan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri adalah buah kedekatan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Budi Gunawan. Saat Megawati menjadi presiden Republik Indonesia kelima (2001-2004), Budi Gunawan adalah ajudan Megawati.
Trimedya menambahkan, meski status Budi Gunawan saat ini sebagai tersangka kepemilikan rekening gendut, namun dalam uji kepatutan dan kelayakan oleh Komisi III DPR RI, bekas Kapolda Jambi itu mampu menjawab pertanyaan yang dilontarkan Komisi III dengan tepat dan cemerlang.
"Budi Gunawan mampu jawab cukup baik. makanya kita anggap dia layak pimpin Polri, terlepas dari status tersangka," tandasnya. (BHD)