PDIP Sebut Ada Anomali Hasil Pilkada, Intimidasi Kekuasaan Jadi Faktor

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 27 November 2024
PDIP Sebut Ada Anomali Hasil Pilkada, Intimidasi Kekuasaan Jadi Faktor

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (Dok.PDIP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hasil hitung cepat di Pilkada Serentak 2024, jagoan jagoan PDIP di beberapa daerah dipastikan kalah, seperti di Sumatera Utara, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai ada anomali perolehan suara Pilkada 2024 berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat.

Hal itu disampaikan Hasto setelah melihat hasil hitung cepat di sejumlah provinsi. Ia menyebut salah satu anomali terjadi di Pilkada Banten.

"Alhamdulillah, pilkada dapat berjalan dengan baik, meskipun di beberapa wilayah terjadi anomali akibat pengerahan kekuasaan, termasuk adanya suatu kekuatan yang bergerak seperti partai padahal bukan partai politik," kata Hasto di kawasan Kebagusan, Jakarta, Rabu (27/11).

Baca juga:

Bawaslu Menerima 130 Laporan Dugaan Politik Uang saat Masa Tenang dan Hari Pencoblosan Pilkada

Ia mengungkapkan, di Banten beberapa hari sebelum pencoblosan terjadi berbagai pengadangan yang membuat paslon nomor urut satu Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi tidak leluasa bergerak.

"Di Banten sangat mengejutkan," ujarnya.

Politikus asal Yogyakarta ini, hasil hitung cepat Pilkada Banten sangat jauh berbeda dengan hasil survei terakhir yang menempatkan pasangan Airin-Ade unggul dari pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah

"Ini menunjukkan berbagai keanehan," imbuhnya.

Diketahui, pasangan Andra-Dimyati unggul sementara berdasarkan hasil hitung cepat. Merujuk hasil quick count Charta Politila pasangan Andra-Dimyati memimpin perolehan suara dengan raihan 58,17 persen.

Sementara pasangan Airin-Ade mendapat 41,83 persen. Hasil itu berdasar suara yang telah masuk 92,33 persen pada pukul 17.18 WIB. Dalam kontestasi Pilkada Banten, paslon nomor urut dua, Andra-Dimyati diusung oleh koalisi gemuk.

Koalisi gemuk itu terdiri dari Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Demokrat.

Sementara paslon nomor urut satu, Airin-Ade hanya diusung oleh PDI Perjuangan (PDIP) dan Golkar. (Pon)

#PDIP #Pilkada 2024
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell dalam rangka merayakan bulan Bung Karno.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membedakan pemenang tender berdasarkan latar belakang politik.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Ambang batas parlemen ideal 38 kursi dengan PT nasional 5,5–6 persen
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Indonesia
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
PDIP merespons usulan ambang batas parpol 13 kursi di DPR. PDIP mengatakan, bahwa harus ada kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Bagikan