PDIP: Pilkada 2018 Harus Bersih dari Politik Uang dan SARA

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 24 Januari 2018
PDIP: Pilkada 2018 Harus Bersih dari Politik Uang dan SARA

Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah menekankan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 harus bersih dari politik uang dan Politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA).

"Pilkada ini harus bersih dari dua hal yang krusial, pertama money politic dan kedua politisasi SARA," kata Basara dalam diskusi bertajuk 'Ancaman Politik SARA di Pilkada 2018' di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/1).

Menurut Basarah, politik uang menjadi masalah penting lantaran hal itu menjadi sumber korupsi para kepala daerah. Karena itu, ia mengimbau kepada peserta Pilkada untuk menghindari praktik politik uang.

Pasalnya, kata dia, kalkulasi politik antara dana kampanye yang dikeluarkan dengan penghasilan sebagai kepala daerah tidak linier. Sehingga, lanjutnya, hal itu menjadi pendorong kepala daerah untuk melakukan tindak pidana korupsi.

"Money politic berdampak jangka pendek terhadap kerusakan masyarakat. Karena akan berimpikasi terhadap instabilitas keuangan negara yang ketika kredibilitas kepala deerahnya berjiwa korup, maka rakyat yang akan dirugikan," jelas dia.

Selain politik uang, ungkap Basara, Pilkada serentak juga harus bersih dari politisasi SARA. Sebab, hal tersebut memiliki dampak yang panjang terhadap masyarakat.

"Kita bayangkan Pilkada DKI kemarin, seorang calon kepala daerah yang bukan beragama tertentu dikampanyekan kafir dan sebagainya. Bagaimana perasaan saudara kita yang dituduh kafir itu?," tegas Basarah.

Karena itu, lanjut Basarah, demokrasi Indonesia yang dibangun dengan keringat, darah dan airmata harus dijaga bersama. Tak hanya kualitasnya, namun juga menjaga proses dan hasilnya untuk memperkukuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Marilah kita sambut tahun demokrasi ini dengan kegembiraan dan menjaga persaudaraan sesama anak bangsa Indonesia," pungkas Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) ini. (Pon)

#Ahmad Basarah #PDIP #Pilkada 2018
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan