Pilpres 2019

PDIP Khawatir Demokrat Dukung Prabowo di Pilpres 2019?

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 01 Agustus 2018
PDIP Khawatir Demokrat Dukung Prabowo di Pilpres 2019?

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjawb pertanyaan wartawan (Foto: Antarafoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Partai Demokrat resmi bergabung ke dalam barisan koalisi partai pendukung Prabowo Subianto. Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengaku tidak khawatir atas keputusan partai berlambang Mercy tersebut.

"Ya kami tidak khawatir rakyat sudah bisa melihat mana yang baik, mana yang konsisten, mana yang suka mengeluh itu rakyat sudah melihat," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/8).

Hasto menegaskan, pihaknya tidak akan mencampuri urusan partai politik lain. Pasalnya, partai koalisi pendukung Jokowi saat ini tengah fokus bekerja memenangkan sang petahana di Pilpres 2019.

"Yang penting kami bukan pihak yang suka mencampur tangani urusan rumah tangga orang. Mereka berdaulat ya kami lebih berpikir bagaimana kerja kerja kerakyatan untuk pemenangan Pak Jokowi itu segera dijalankan," tegasnya.

Hasto Kristiyanto PDI Perjuangan
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Parpol koalisi pendukung Jokowi, kata Hasto Kristiyanto sudah semakin solid. Ia mengklaim tidak ada lagi perebutan kursi calon wakil presiden yang berpotensi membuat koalisi retak.

Hal tersebut, lanjut Hasto, tercermin saat para ketua umum dan sekjen partai koalisi pendukung menghadap Jokowi. Kala itu, menurut Hasto, mereka telah sepakat menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk memilih cawapres yang tepat.

"Kalau istilahnya kan tidak berebut. Kan semua sudah bertemu riang gembira para ketum bertemu dengan Pak Jokowi, para sekjen bertemu dengan Pak Jokowi semua riang gembira dan semua menyatakan Pak Jokowi monggo pertimbangan yang sebaik-baiknya," klaim Hasto Kristiyanto.

Ketimbang berebut kursi cawapres, kata Hasto, parpol koalisi pendukung saat ini fokus memikirkan agenda-agenda untuk mensukseskan pemerintahan Jokowi.

"Maka para sekjen ini kemudian bersama tim dari Pak Jokowi sebagai capres itu mempertajam agenda-agenda ke depan itu," pungkasnya.

Prabowo dan SBY
Prabowo Subianto dan SBY menggelar jumpa pers usai pertemuan menyapakati koalisi Demokrat dan Gerindra di Pilpres 2019. Foto: MP/Fadhli

Sebelumnya, pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo menghasilkan sejumlah keputusan. Pertama, Demokrat sudah sepakat mengusung Prabowo sebagai calon presiden 2019. Hal itu ditegaskan SBY di hadapan petinggi Demokrat dan Gerindra.

"Pada pertemuan pertama pembicaraan terbuka lebar. Pertemuan kedua makin lebar. Dengan izin Allah, kami datang dengan pengertian Pak Prabowo adalah calon presiden kita," tegas SBY.

Kedua, untuk calon wakil presiden, SBY juga menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo. Susilo Bambang Yudhoyono hanya berpesan bahwa pasangan capres dan cawapres yang didukung Demokrat harus berorientasi pada kepentingan rakyat.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Presiden Jokowi: Persatuan dan Kerukunan Persaudaraan Aset Terbesar Bangsa Ini

#Pilpres 2019 #Hasto Kristiyanto #PDI Perjuangan #Partai Demokrat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
PDIP tidak melihat rencana Kaesang sebagai sesuatu yang perlu ditanggapi secara khusus.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Indonesia
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Berbagai aspirasi yang selama ini disampaikan kepada pengurus di tingkat atas tidak pernah diwujudkan dalam bentuk dukungan nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Indonesia
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Tak ada hasutan, AHY hanya menjelaskan peran partai politik dalam sistem demokrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Indonesia
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Partai Demokrat ikut mempertanyakan posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Indonesia
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron buka suara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Bagikan