PBNU: Idul Adha Sarat Pesan Kemanusiaan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 31 Agustus 2017
PBNU: Idul Adha Sarat Pesan Kemanusiaan

Logo PBNU. (Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini mengatakan perayaan Idul Adha 1438 H sarat dengan berbagai pesan kemanusiaan.

"Dari sisi kemanusiaan, dalam hal ini ajaran kurban memberikan pesan kepada kita semua bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat hidupnya bagi sesama," kata Helmy di Jakarta, Rabu (30/8).

Dia mengatakan, manfaat kurban itu memiliki dimensi sosial dalam beragama. Ajaran kurban dengan jalan menyembelih hewan ternak dan membagi-bagikannya kepada kaum yang berhak, merupakan ajaran yang luhur soal bagaimana berbagi dan menghargai kemanusiaan.

Pesan itu, kata dia, kuat dan penting untuk direnungkan di tengah gejala kehidupan yang tidak menghargai kemanusiaan akhir-akhir ini.

Saat dunia diliputi dengan berbagai macam pandangan hidup yang negatif, seperti indivualisme dan premanisme, makna ajaran kurban menjadi penawar dengan ajaran kemanusiaan dan indahnya berbagi terhadap sesama.

Momentum Iduladha, kata dia, juga penting untuk dimaknai sebagai titik pijak agar setiap manusia terus merenungkan penghargaan manusia terhadap nilai-nilai universal yang diajarkan oleh agama.

Tanpa perenungan dan penghayatan yang baik, agama hanya akan berhenti sebatas ritual yang simbolis dan tak bermakna.

Dalam konteks ajaran berkurban, kata Helmy, Tuhan mengajarkan bahwa pengorbanan itu berat untuk dilakukan. Pengorbanan dan keikhlasan akhirnya membuahkan hasil. Ismail tidak jadi terkorbankan, sebab Allah menggantinya dengan kambing yang dibawa oleh Malaikat Jibril.

Pada konteks kebangsaan, kata dia, ajaran kurban memiliki nilai-nilai yang relevan untuk diteladani saat ini. Nilai-nilai tersebut antara lain soal nilai pengorbanan.

"Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim adalah pengorbanan yang luar biasa dengan mengesampingkan dan menegaskan egonya," katanya.

Dia mengatakan, dalam berbangsa dan bernegara yang bineka seperti Indonesia yang pertama-tama harus dinegasikan anak bangsa adalah ego masing-masing. Jika masing-masing mengedepankan egonya, maka yang terjadi adalah perpecahan.

"Para pendiri negara kita sudah memberikan contoh yang nyata. Dengan penuh kesadaran dialetkita menegasikan egosentrime itu terekam dalam perumusan Pancasila. Selamat Iduladha. Selamat mendekatkan diri kepada Allah SWT," kata dia. (*)

Sumber: ANTARA

#PBNU #Nahdlatul Ulama (NU) #Lebaran Iduladha
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Struktur kepengurusan baru tersebut selanjutnya akan menjalankan mandat organisasi serta keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam forum Muktamar Ke-35 NU.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Indonesia
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Cak Imin mendoakan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Meski tumbuh besar di lingkungan pesantren Sunan Ampel Jombang, Gus Kikin memiliki rekam jejak yang terbilang unik.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Indonesia
Gus Kikin Peroleh 472 Suara dalam Pemilihan di Muktamar Ke-35 NU
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Frengky Aruan - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Peroleh 472 Suara dalam Pemilihan di Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Indonesia
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Indonesia
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Demokrasi dalam tradisi NU tidak hanya dimaknai melalui pemilihan langsung, tetapi juga melalui musyawarah, mufakat, dan penghormatan terhadap keputusan forum tertinggi organisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Bagikan