MerahPutih Politik- Ketua Umum Penegak Amanat Reformasi (Parra) Indonesia, satu ortom Partai Amanat Nasional (PAN), Rusli Halim Fadli menilai hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) terkait besarnya dukungan kepada Hatta Rajasa adalah gambaran empiris dilapangan menjelang dihelatnya Kongres PAN di Bali, 28 Februari hingga 3 Maret 2015 mendatang.
"Survei CSIS itu saya lihat sebagai gambaran empiris dilapangan. Apa yang digambarkan survei tersebut amat jelas mendekati kenyataan," kata Rusli dalam siaran persnya kepada redaksi, Kamis (26/2).
Rusli yang juga mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menambahkan, banyaknya dukungan pengurus PAN di tingkat Kabupaten/Kota kepada Hatta Rajasa bukan tanpa alasan. Dalam pandangan pengurus DPD sosok Hatta dianggap berhasil memimpin PAN dalam pemilu 2014.
Bukan hanya itu, mayoritas pengurus DPD juga menyambangi kediaman Hatta dan meminta kepada Hatta untuk kembali maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum partai politik berlambang matahari tersebut.
"Mendengar permintaan tersebut, kemudian Pak Hatta menjawab dengan Bismillah dan siap maju kembali," sambung Rusli. (Baca: Generasi Muda akan Deklarasikan Dukungan untuk Hatta Rajasa)
Masih kata Rusli ia juga yakin partainya tidak akan mengalami dualisme kepengurusan seperti yang terjadi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Golkar. Keyakinan tersebut diperkuat dengan sikap tim sukses kedua pasang kandidat (Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan) yang saling menghormati satu sama lain.
"Saya prediksi tidak ada dualisme kepengurusan. Persaingan akan usai setelah Kongres berlangsung," tandasnya.
Seperti diberitakan merahputih.com sebelumnya dalam survei CSIS pada Kamis siang (26/2) peneliti CSIS Arya Fernandes menjelaskan dukungan Hatta Rajasa di tingkat Kabupaten/Kota lebih tinggi ketimbang Zulkifli Hasan.
"Peta dukungan sementara Kabupaten atau Kota, Hatta Rajasa mengungguli Zulkifli Hasan, sebesar 42,77 persen. Sedangkan Zulkifli hanya memperoleh 38,64 persen. namun masih ada nama-nama lainnya yang bersaing di sini. Seperti, Drajad Wibowo 2,27 persen, Taufik Qurniawan 0,62, Viva Yoga Mauladi 0,41, lainnya 5,58, dan 9,71 persen tidak menjawab," kata Arya. (bhd)