Headline

Para Santri Lagi Salat Magrib, Pesantren Siliwangi Terbakar

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 27 Maret 2018
Para Santri Lagi Salat Magrib, Pesantren Siliwangi Terbakar

Ilustrasi kebakaran (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Para santri dan pengelola Pondok Pesantren Siliwangi pada Senin (26/3) malam panik bukan kepalang. Pasalnya, ketika sedang menunaikan salat Magrib tiba-tiba api menjalar membakar sebuah bangunan dalam kompleks pesantren.

Melihat api yang mulai membesar, para santri dan pengurus berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api diduga berasal dari bangunan dapur umum pesantren.

Pimpinan Yayasan Siliwangi, Ila Susanti, mengatakan, pengelola pesantren maupun para santri sebelumnya tidak tahu ada kebakaran karena sedang melaksanakan ibadah Salat Magrib di masjid.

"Setiap Magrib, semua ada di masjid, setelah keluar dari masjid baru tahu ada kebakaran," katanya.

Ia mengatakan, peristiwa itu berawal diketahui oleh warga sekitar yang berteriak-teriak ada kebakaran gedung pesantren yang lokasinya berada di belakang Kantor Desa Haruman.

Ia menyebutkan, kebakaran itu menghanguskan gedung di SDIT Pesantren Siliwangi berikut seluruh barang dan dokumen pesantren di dalamnya dengan kerugian materi diperkirakan seratusan juta rupiah.

"Semua peralatan kebutuhan pesantren semuanya ada di situ," katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji sebagaimana dilansir Antara, mengatakan sudah menerjunkan empat mobil pemadam kebakaran untuk mengatasi kobaran api yang sudah menghanguskan bangunan di lingkungan pesantren itu.

Kobaran api, kata dia, berhasil dipadamkan petugas sekitar pukul 20.00 WIB atau dua jam setelah adanya laporan kebakaran tersebut.

"Api sekarang sudah padam, tadi jam 8 (20.00 WIB)," katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Aji mengatakan belum dapat diketahui secara pasti tentang asal mula api karena masih dalam proses pemeriksaan.

Namun hasil keterangan sementara dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, kata Aji, kemungkinan api berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan.

"Kemungkinan api berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan dan selang penghubung bocor, karena di dekat lokasi ada dapur," katanya.(*)

#Kebakaran #Pondok Pesantren
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
MPDI Luncurkan FOSDI, Perkuat Kolaborasi Organisasi Santri Dai Indonesia
MPDI meluncurkan FOSDI di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, untuk memperkuat sinergi organisasi santri dai dan kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Oktober 2026
MPDI Luncurkan FOSDI, Perkuat Kolaborasi Organisasi Santri Dai Indonesia
Indonesia
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini mempengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Indonesia
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara akibat kebakaran rumput di sekitar runway 18. Asap tebal picu delay dan pengalihan rute penerbangan!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Bagikan