Pesona Indonesia

Para Pendaki Manfaatkan Momen Salju Turun di Puncak Gunung Semeru

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 26 Juni 2019
 Para Pendaki Manfaatkan Momen Salju Turun di Puncak Gunung Semeru

Puncak Gunung Semeru kini ditutupi embun beku atau yang disebut upas oleh warta setempat (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Bagi masyarakat wilayah tropis seperti Indonesia, perjumpaan dengan salju mungkin hanya terjadi di puncak-puncak tertinggi Tanah Air, seperti Puncak Jayawijaya, Papua atau Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.

Namun ketika titik-titik embun membeku menjadi salju berlangsung di Gunung Semeru, tentu saja menjadi pengalaman langka sehingga tak sedikit para pendaki yang mengejar momen tersebut. Salju atau titik embun yang disebut upas kini memutihkan sejumlah kawasan di puncak Gunung Semeru.

Embun pagi yang membeku atau dikenal dengan sebutan embun upas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang melakukan pendakian ke Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, khususnya pada musim kemarau saat ini.

Embun yang membeku seperti salju di kawasan Gunung Semeru
Embun yang membeku menyerupai salju di kawasan puncak Gunung Semeru (Foto: antaranews)

"Para pendaki selalu berswafoto ketika menjumpai embun upas yang merupakan fenomena alam yang menarik untuk diabadikan di sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru," kata salah seorang pendaki gunung, Agus, yang ditemui di Kabupaten Lumajang, Selasa (25/6).

Menurutnya embun upas biasanya dapat ditemukan di beberapa titik di kawasan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut pada saat musim kemarau karena suhu udara nol derajat, sehingga para pendaki juga harus mewaspadai cuaca ekstrem yang sangat dingin tersebut.

"Fenomena alam embun upas menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki di Gunung Semeru, apalagi saat ini musim liburan sekolah," katanya.

Sementara itu, Kepala Resort Ranupani Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Susion mengatakan embun upas dapat ditemukan di sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru di kawasan Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Jambangan, Cemoro kandang, dan Kalimati saat pagi hari.

"Setiap hari jumlah wisatawan yang melakukan pendakian di Gunung Semeru selama liburan sebanyak 600 orang sesuai dengan kuota yang diberlakukan dan menggunakan sistem booking daring, serta tahun ini sudah menggunakan sistem 'virtual akun'," katanya.

Titik-titik embun membeku kemudian seperti salju menutup dedaunan di kawasan Gunung Semeru
Titik-titik embun membeku seperti salju menutup dedaunan di kawasan Gunung Semeru (Foto: antaranews)

Ia mengimbau para pendaki untuk menyiapkan fisik dan mental yang prima saat melakukan pendakian ke gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl tersebut, sehingga kondisi kesehatan pendaki harus benar-benar sehat.

"Saat musim kemarau, suhu udara di Gunung Semeru cukup dingin, sehingga pendaki juga harus membawa baju hangat, makanan, dan obat-obatan ringan harus tersedia di setiap rombongan, apabila ada pendaki yang mengalami sakit saat perjalanan," katanya.

Sebagaimana dilansir Antara, TNBTS membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru untuk umum pada 12 Mei 2019, setelah ditutup sejak 3 Januari 2019 karena cuaca buruk dan pemulihan ekosistem di kawasan tersebut.

Embun serupa salju juga turun di Gunung Bromo
Embun serupa salju juga terpapar di kawasan Gunung Bromo (Foto: antaranews)

BACA JUGA: Polresta Surakarta Imbau Warga Tidak ke Jakarta, DSKS: Kita Berhak Mengawal Putusan MK

BPN Ungkap Alasan Prabowo Tak Hadiri Sidang Putusan MK

Batas pendakian terakhir yang direkomendasikan oleh Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Semeru, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) yakni di Pos Kalimati dengan ketinggian 2.700 mdpl, sehingga para pendaki tidak direkomendasikan untuk melanjutkan pendakian hingga puncak Semeru (Mahameru) dengan alasan keselamatan.

"Kami imbau pendaki mematuhi rekomendasi tersebut dan tidak nekat naik ke Mahameru karena berbahaya, serta kami imbau pendaki juga menjaga kebersihan di sepanjang jalur pendakian agar terwujud 'zero accident' dan 'zero waste' di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut," tutup Susion.(*)

#Gunung Semeru #Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru #Pesona Indonesia #Pendaki Gunung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
BNPB mengingatkan bahaya Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru yang berstatus Level III atau Siaga. Simak radius larangan aktivitasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
Indonesia
Relawan Gugur Korban Karhutla Bromo Jadi 6 Orang, Ini Nama-namanya!
Korban relawan gugur akibat karhutla Bromo bertambah jadi 6 orang usai relawan Suraji meninggal di RSUD Dr Soetomo. Cek nama-nama korban lainnya di sini!
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
 Relawan Gugur Korban Karhutla Bromo Jadi 6 Orang, Ini Nama-namanya!
Indonesia
Malam Ini Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Hingga 1 kilometer
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu erupsi lagi pada pukul 20:08 WIB dengan tinggi letusan semakin tinggi dibandingkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Malam Ini Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Hingga 1 kilometer
Indonesia
Gunung Semeru Erupsi Selasa Pagi Ini, Kolom Letusan Capai 900 Meter
Hingga saat ini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Gunung Semeru Erupsi Selasa Pagi Ini, Kolom Letusan Capai 900 Meter
Indonesia
Jangan Panik! Dentuman Gunung Semeru Terdengar Keras, Ini Penjelasan Resmi BPBD Lumajang
Suara dentuman Gunung Semeru bikin kaget warga Lumajang? Tenang, BPBD ungkap alasannya. Cek status aktivitas Semeru hari ini dan batas radius aman terbarunya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Jangan Panik! Dentuman Gunung Semeru Terdengar Keras, Ini Penjelasan Resmi BPBD Lumajang
Dunia
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Nepal sedang menyusun RUU baru yang melarang pendaki tanpa pengalaman ketinggian ekstrem 7.000 meter untuk mendaki Gunung Everest. Simak syarat lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Indonesia
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Gunung Semeru kembali erupsi sejak Selasa, 15 September dini hari.
Frengky Aruan - Selasa, 15 September 2026
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Indonesia
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Wisata Bromo tutup total gara-gara kebakaran hutan (karhutla) Jatim yang masih berlanjut. Cek update kondisi terkini titik api di Bromo, Semeru, dan Argopuro di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Indonesia
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Senin (14/9) Pagi, Letusan Sampai 1 Km
Saat ini aktivitas vulkanis Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Senin (14/9) Pagi, Letusan Sampai 1 Km
Indonesia
Sabana Pengol Gunung Bromo Terbakar, Tim Gabungan Turun Padamkan Api
Berdasarkan informasi, kebakaran di Sabana Pengol terjadi pada Kamis sore.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Sabana Pengol Gunung Bromo Terbakar, Tim Gabungan Turun Padamkan Api
Bagikan