Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Viral Video Pendaki Nekat Masuki Kawah Beracun Gunung Ciremai Bikin Bos TNGC Murka

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Viral Video Pendaki Nekat Masuki Kawah Beracun Gunung Ciremai Bikin Bos TNGC Murka

Peta analisis gempa di Kabupaten Kuningan Jawa Barat dan sekitarnya akibat dari adanya aktivitas Sesar Ciremai. ANTARA/HO-Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Video aktivitas pendaki di kawasan kawah Gunung Ciremai yang viral beredar di media sosial memicu kemarahan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Baca juga:

Jejak Sejarah Ancaman Gempa Tektonik Gunung Ciremai

Kepada media, dikutip Selasa (21/7), Kepala Balai TNGC, Toni Anwar, menegaskan area kawah merupakan zona inti yang dilarang keras untuk dimasuki pengunjung maupun pendaki.

Perlu kami tegaskan bahwa area kawah Gunung Ciremai merupakan zona inti yang dilarang untuk dimasuki oleh pengunjung/pendaki,

Kepala Balai TNGC, Toni Anwar

Risiko Kawah: Gas Beracun dan Medan Labil

Menurut Toni, kawasan kawah memiliki tingkat risiko tinggi. Medan terjal, labil, rawan longsor, serta potensi guguran batu membuat area tersebut berbahaya.

Baca juga:

Tiga Macan Tutul Terlihat di Kawasan Gunung Ciremai

Kepala Balai TNGC itu menambahkan kawah berpotensi mengandung gas beracun dan mengalami perubahan aktivitas vulkanik yang sulit diprediksi.

Medan sangat terjal, labil, dan rawan longsor serta batu guguran, potensi gas beracun dan perubahan aktivitas vulkanik, serta tidak tersedianya jalur evakuasi dan akses pertolongan yang memadai,

Kepala Balai TNGC, Toni Anwar

Ancaman Kerusakan Ekosistem Gunung Ceremai

Toni menekankan tindakan memasuki area kawah tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem konservasi. Kawasan inti Gunung Ciremai memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Untuk itu dilansir Antara, Balai TNGC mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan dan SOP pendakian resmi, sekaligus menjaga ekosistem Gunung Ciremai tetap aman dan lestari.

Baca juga:

Taman Air Bumi Pelangi, Keindahan di Kaki Gunung Ciremai

“Menaati seluruh aturan dan SOP pendakian yang berlaku di TNGC hanya melakukan aktivitas pendakian pada jalur resmi yang telah ditetapkan, serta tidak memasuki area kawah/zona inti demi keselamatan bersama,” tandas orang nomor satu di Balai TNGC itu. (*)

#Gunung Ciremai #Pendaki Gunung #Kuningan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Video Pendaki Nekat Masuki Kawah Beracun Gunung Ciremai Bikin Bos TNGC Murka
Dilarang keras memasuki kawasan inti kawah Gunung Ciremai karena risiko gas beracun, longsor, dan kerusakan ekosistem.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Viral Video Pendaki Nekat Masuki Kawah Beracun Gunung Ciremai Bikin Bos TNGC Murka
Indonesia
Istri Syok Temukan Suami Tewas di Balkon Kamar Hotel Kuningan Jaksel, Polisi Amankan Senpi
Pria berinisial WH ditemukan tewas di balkon hotel Kuningan, Jaksel, dengan senjata api di lokasi. Polisi sebut korban tengah bermasalah dengan istrinya.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Istri Syok Temukan Suami Tewas di Balkon Kamar Hotel Kuningan Jaksel, Polisi Amankan Senpi
Indonesia
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kondisi udara dingin pada malam hingga pagi hari menandakan wilayah NTB memasuki musim kemarau
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Suhu Ekstrem Gunung Rinjani Menusuk Tulang, Bahaya Hipotermia Mengintai Pendaki
Berita Foto
Pembangunan Turap Kali Cideng untuk Cegah Longsor dan Percantik Kawasan Kuningan
Aktivitas pekerja memasang rangka besi pada proyek pembangunan dinding turap Kali Cideng Atas, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 30 Mei 2026
Pembangunan Turap Kali Cideng untuk Cegah Longsor dan Percantik Kawasan Kuningan
Berita Foto
Revitalisasi Trotoar Jalan HR Rasuna Said Sepanjang 3,8 Km, Kuningan Makin Ramah Pejalan Kaki
Aktivitas pekerja menyelesaikan revitalisasi trotoar sepanjang 3,8 Km di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jum'at (29/5/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 29 Mei 2026
Revitalisasi Trotoar Jalan HR Rasuna Said Sepanjang 3,8 Km, Kuningan Makin Ramah Pejalan Kaki
Berita Foto
Tanggul Kali Cideng Atas Dipercantik, Proyek Dikebut Sebelum HUT Ke-499 Jakarta
Aktivitas pekerja dalam proyek revitalisasi Kali Cideng, di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Tanggul Kali Cideng Atas Dipercantik, Proyek Dikebut Sebelum HUT Ke-499 Jakarta
Indonesia
Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Bandung, Bukan Kegiatan Kampus
Pihak Basarnas menambahkan bahwa informasi terbaru terkait perkembangan pencarian akan disampaikan secara berkala
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Bandung, Bukan Kegiatan Kampus
Indonesia
Gunung Dukono Halmahera Utara Meletus, 3 Pendaki Masih Dicari
Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Gunung Dukono Halmahera Utara Meletus, 3 Pendaki Masih Dicari
Berita Foto
Modernisasi Trotoar Jalan HR Rasuna Said untuk Kota yang Ramah Pejalan Kaki
Sejumlah pekerja mengerjakan proyek revitalisasi trotoar di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 April 2026
Modernisasi Trotoar Jalan HR Rasuna Said untuk Kota yang Ramah Pejalan Kaki
Indonesia
Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Masih Belum Ketemu, Pencarian Diperpanjang 3 Hari Lagi
Pendaki hilang di Bukit Mongkrang, Yasid Ahmad Firdaus, masih belum ditemukan. Operasi pencarian pun diperpanjang hingga 31 Januari 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Masih Belum Ketemu, Pencarian Diperpanjang 3 Hari Lagi
Bagikan