Kesehatan

Pantangan Setelah Operasi Caesar

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 18 November 2021
Pantangan Setelah Operasi Caesar

Caesar merupakan alternatif melahirkan yang baik. (Foto: Unsplash/Alicia Petresc)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUDAH punya keputusan matang untuk melahirkan secara normal dan tidak pernah mangkir dari perintah dokter, tidak bisa menjamin proses persalinanmu akan sesuai dengan rencana awal. Dokter bisa saja menyarankan untuk melakukan operasi caesar menjelang hari perkiraan lahir (HPL), ketika posisi anak dalam perut atau kesehatan ibu dinyatakan berisiko untuk melakukan persalinan normal.

Bahkan di tengah proses persalinan normal, dokter bisa mengambil tindakan emergency caesar jika nyawa ibu dan anak terancam. Mengutip laman americanpregnancy, melahirkan merupakan peristiwa mengharukan sekaligus luar biasa bagi keluarga yang menantikan kehadiran anak.

Seorang ibu harus mempertaruhkan nyawanya sendiri dalam proses melahirkan sang buah hati. Tentunya proses persalinan akan mengikuti kondisi ibu dan jabang bayi. Jika akhirnya terpaksa harus melakukan persalinan caesar, ibu tidak bisa langsung melakukan kegiatan yang berisiko membuat jaitan terbuka kembali.

Baca juga:

Beberapa Tips Sebelum Kamu Berpergian Usai Operasi Caesar

1. Berenang dan berendam

Pantangan Setelah Operasi Caesar
Pastikan luka operasi tetap dalam kondisi kering. (Foto: Pixabay/nahidhatamiz)

Proses penyembuhan luka operasi caesar berbeda-beda pada tiap orang. Tapi umumnya luka operasi caesar akan sembuh dalam kurun waktu enam minggu.

Sebelum itu, kamu tentunya harus menghindari aktivitas yang akan membuat sekitar luka operasi lembap, seperti berenang dan berendam. Hal ini dilakukan untuk memastikan luka operasi selalu dalam kondisi kering dan steril agar terbebas dari kuman.

2. Naik turun tangga

Pantangan Setelah Operasi Caesar
Hindari memberkan tekanan pada area perut selama enam minggu. (Foto: Pixabay/BeJan)

Ada tujuh lapisan area abdomen yang perlu disayat ketika melakukan operasi caesar. Tentu saja tubuh membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh secara total dan bekerja dengan optimal seperti biasa.

Hindari melakukan kegiatan yang akan memberikan tekanan terhadap luka operasi seperti naik turun tangga. Kamu harus benar-benar membiarkan perut dalam posisi normal selama enam minggu.

Baca juga:

Penyebab Emergency Caesar

3. Posisi seks ekstrem

Pantangan Setelah Operasi Caesar
Jangan melakukan posisi seks yang ekstrem. (Foto: Pixabay/chermitove)

Meskipun melahirkan dengan cara operasi caesar, bukan berarti tidak boleh melakukan hubungan intim dengan suami sampai bertahun-tahun. Berhubungan seks diperbolehkan, dengan syarat menghindari posisi-posisi ekstrem yang berisiko meregangkan bekas jaitan operasi.

4. Olahraga

Pantangan Setelah Operasi Caesar
Hentikan kegiatan olahraga selama beberapa waktu. (Foto: Pixabay/ichigo121212)

Melahirkan secara caesar memang membutuhkan waktu lebih lama dalam proses penyembuhan dibanding dengan melahirkan secara normal. Lapisan-lapisan di dalam perut serta jaringan otot yang terkoyak akibat pisau operasi, tidak bisa menyatu kembali dalam waktu semalam.

Karenanya, sang ibu perlu menghindari kegiatan olahraga selama beberapa waktu. Karena ini akan memperlambat proses penyembuhan. (Mar)

Baca juga:

Gagal Jadi Ibu Karena Operasi Caesar, Benarkah?

#Pasca Melahirkan #Kesehatan #Resiko Kehamilan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan