Panglima TNI dari AU, Pengamat: Sesuai Visi Jokowi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 04 Desember 2017
Panglima TNI dari AU, Pengamat: Sesuai Visi Jokowi

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Perwira baru. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat militer dan intelejen Susaningtyas Kertopati menilai, penunjukan calon Panglima TNI dari AU sudah tepat dalam rangka menerjemahkan visi Presiden Jokowi yaitu membangun poros maritim yang kuat.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo di posisi Panglima TNI.

"Sesuai visi Presiden Jokowi dalam poros maritim dunia. Maka, penguatan pilar kelima untuk pertahanan maritim fokus meningkatkan kemampuan AL dan AU," kata Susaningtyas melalui keterangan pers, Jakarta, Senin (4/12).

Berpijak pada visi tersebut, menurutnya, tahapan pembangunan kekuatan maritim sudah selayaknya alutsista AU mendapat prioritas pertama.

"Kekuatan udara dibangun agar mampu beroperasi 24 jam hingga ruang udara di atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen. Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan TNI untuk menjamin keunggulan di udara dan di laut," kata perempuan yang biasa disapa Nuning itu.

Artinya, kata Nuning, kekuatan udara tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan udara atas semua operasi militer di laut.

TNI AU memberikan jaminan air supremacy dan air superiority agar TNI AL mampu melaksanakan semua operasi di laut menjaga stabilitas keamanan maritim.

"Maka, sudah selayaknya Panglima TNI dijabat dari TNI AU guna mewujudkan kepentingan nasional atas pertahanan maritim," ucap dia.

Lebih lanjut, kata dia, penunjukan panglima TNI dari AU akan lebih membuka cara pandang AU bahwa ruang udara memiliki nilai yang sangat penting dalam mendukung program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah, nilai yang paling penting adalah nilai ekonomis.

"Sehingga pola gelar TNI AU mengutamakan di daerah depan yaitu Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, dan Kupang. Dengan demikian, Kita akan mampu mengawasi ruang udara dan wilayah yang ada di bawahnya mulai dari ZEE," tandasnya. (Fdi)

Baca beriita terkait calon Panglima TNI lainnya: Setara Institute: Tak Ada Alasan DPR Tolak Marsekal Hadi Jadi Panglima TNI

#Panglima TNI #Poros Maritim #Hadi Tjahjanto #Gatot Nurmantyo
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Berita Foto
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Indonesia
Perusahaan Teknologi Maritim AS Jajaki Kerja Sama dengan Indonesia
Delegasi AS terdiri atas sejumlah perusahaan teknologi maritim yang menjajaki peluang kolaborasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi maritim Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Perusahaan Teknologi Maritim AS Jajaki Kerja Sama dengan  Indonesia
Indonesia
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Dinamika strategi pertahanan negara yang baru tetap harus mengakar pada dua prinsip tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Indonesia
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Komisi I DPR menanggapi keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghidupkan jabatan Kaster. Tegaskan kebijakan ini bukan kembalinya dwifungsi ABRI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Indonesia
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Status siaga 1 TNI diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah. Antisipasi ancaman siber, infiltrasi informasi, dan dinamika geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Indonesia
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Status siaga 1 diterapkan untuk memeriksa kesiapan TNI dalam menghadapi situasi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Indonesia
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Penetapan status siaga 1 oleh Panglima TNI merupakan hal wajar sebagai langkah antisipasi dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Wisnu Cipto - Minggu, 08 Maret 2026
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Indonesia
Try Sutrisno Dari Penumpasan PRRI Tahun 1957, Ajudan, Panglima ABRI ke Wakil Presiden Ke-6
Try berhasil menapaki berbagai posisi strategis hingga mencapai puncak kepemimpinan militer dan politik nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Try Sutrisno Dari Penumpasan PRRI Tahun 1957, Ajudan, Panglima ABRI ke Wakil Presiden Ke-6
Olahraga
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
“Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan militer," kata Panglima TNI Jenderal Agus.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Indonesia
Efek Gentar, Strategi Penting dalam Mengatasi Ancaman Maritim Indonesia
Sangat penting membangun sistem pertahanan efektif untuk menciptakan efek gentar (deterrence effect).
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Efek Gentar, Strategi Penting dalam Mengatasi Ancaman Maritim Indonesia
Bagikan