Efek Gentar, Strategi Penting dalam Mengatasi Ancaman Maritim Indonesia

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Efek Gentar, Strategi Penting dalam Mengatasi Ancaman Maritim Indonesia

Rizki Marman Saputra.(foto: dok pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - IBARAT rumah, pagar dibangun melingkar mengelilingi bangunan inti sebagai pelindung ancaman dari berbagai penjuru. Prinsip pertahanan konvensional itu berlaku pula pada negara. Meski begitu, berbeda dengan rumah, Indonesia tak mungkin membangun pagar fisik karena dua pertiga wilayahnya berupa lautan dengan lebih dari 17.000 pulau.


Posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan di persimpangan samudra dan benua nyatanya tak didukung dengan pertahanan maritim mumpuni. Belum optimalnya pemenuhan essential force, lemahnya postur pertahanan laut, dan kurangnya pemahaman tentang budaya maritim sebagai landasan kebijakan politik dalam dan luar negeri masih menjadi pekerjaan rumah serius dalam menangkal ancaman untuk menjaga kedaulatan.

Dengan latar belakang geografis, geopolitik, dan strategis itu, sangat penting membangun sistem pertahanan efektif untuk menciptakan efek gentar (deterrence effect) atau kemampuan menahan agresi lawan dengan menunjukkan konsekuensi nan akan ditimbulkan.

“Efek gentar diterapkan bukan hanya pada kondisi konflik, melainkan pula pada situasi damai bersifat semu. Terdapat dua strategi utama, penyangkalan dan pembalasan. Aktor negara berupaya meningkatkan kemampuan fisik dan non-fisik untuk membuat lawan ragu untuk melakukannya,” kata Rizki Marman Saputra pada sidang promosi doktor Program Studi Doktor Kajian Stratejik dan Global Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia.

Baca juga:

Prabowo dan PM Inggris Temu Virtual, Bahas Kemitraan Maritim, Pendidikan hingga Isu Global


Implikasi efek gentar bagi wilayah maritim Indonesia, sambung Rizki, selain dapat mencegah agresi, juga menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara, dan memperkuat kedaulatan maritim melalui pengawasan dan perlindungan wilayah laut.

Belakangan, kawasan laut Indonesia menghadapi ancaman serius bahkan belum pernah terjadi sebelumnya, seperti peningkatan ketegangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik sehingga laut menjadi arena pertarungan strategis, sabotase infrastruktur bawah laut nan salah satunya penemuan Seaglider di Selayar, Sulawesi Selatan, pada 2020, armada bayangan (shadow fleet), dan serangan siber.


“Kontur ancaman terhadap pertahanan, keamanan, dan kedaulatan Indonesia sebagai negara maritim sangat kompleks, multidimensional, dan terus berkembang, sehingga memerlukan pengembangan strategi dan taktik pemberi efek gentar kepada potensi agresor,” kata Rizki menegaskan pentingnya menghitung ancaman masa depan di wilayah perairan Indonesia dengan penerapan strategi efek gentar.

Secara ideal, sambungnya, penerapan efek gentar memerlukan peningkatan kapabilitas militer, modernisasi alutsista, pengawasan maritim secara efektif, dan kerja sama regional dan internasional. Jika efek gentar telah diaplikasikan dengan kuat, proporsional, dan berkelanjutan, itu akan beroleh respons berbeda dari negara-negara di kawasan bahkan mengubah dinamika geopolitik regional.(*)


Baca juga:

Mahasiswa Magister Pertahanan Unhan RI Rasakan Sensasi Langka Terbang Bareng Pesawat Patroli Maritim CN-235

#Poros Maritim #Pertahanan Keamanan Negara #Keamanan Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Polda Metro Jaya menegaskan patroli skala besar dan penyekatan di perbatasan Jakarta bukan karena isu gangguan keamanan, melainkan langkah preventif kepolisian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Indonesia
Ketua MPR Bantah Isu Agustus 2026 Memanas, Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Ketua MPR Ahmad Muzani mengajak masyarakat tidak terprovokasi isu gejolak politik dan keamanan selama Agustus 2026. Polri memastikan kondisi kamtibmas terkendali.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Ketua MPR Bantah Isu Agustus 2026 Memanas, Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Indonesia
Baru Dipasang Beberapa Hari, Pagar Tinggi Mal Kokas Akhirnya Dibongkar Kena Tegur Gubernur
Pagar setinggi hampir 3 meter di Mal Kota Kasablanka (Kokas) akhirnya dibongkar setelah kena teguran Gubernur Jakarta Pramono Anung.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Baru Dipasang Beberapa Hari, Pagar Tinggi Mal Kokas Akhirnya Dibongkar Kena Tegur Gubernur
Indonesia
Tepis Isu Pagar Tinggi Mal Antisipasi Potensi Rusuh, Manajemen: Pakuwon Itu Bukan Peramal
Direktur Marketing Pakuwon Sutandi menegaskan pembangunan pagar sekliling mal bukan ramalan ancaman, melainkan penataan akses.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Tepis Isu Pagar Tinggi Mal Antisipasi Potensi Rusuh, Manajemen: Pakuwon Itu Bukan Peramal
Indonesia
Presiden Pramono Minta Mal yang Pasang Pagar Tinggi Dibongkar, Yakinkan Jakarta Aman
Pemerintah DKI bersama aparat keamanan menjamin Jakarta tetap aman dan nyaman untuk semua masyarakat.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
Presiden Pramono Minta Mal yang Pasang Pagar Tinggi Dibongkar, Yakinkan Jakarta Aman
Indonesia
Waspadai 'Letupan Keamanan' Saat Idul Adha, Polda Metro Jaya Terapkan Pengamanan Maksimal
Polda Metro Jaya siagakan 350 personel gabungan untuk pengamanan Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal dan lokasi lain.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Waspadai 'Letupan Keamanan' Saat Idul Adha, Polda Metro Jaya Terapkan Pengamanan Maksimal
Indonesia
Brimob Polda Metro Jaya Gelar Patroli, 17 Orang Ditangkap karena Terlibat Tawuran hingga Narkoba
Patroli dilakukan secara mobile bersama jajaran Perintis Presisi dan polres setempat.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Brimob Polda Metro Jaya Gelar Patroli, 17 Orang Ditangkap karena Terlibat Tawuran hingga Narkoba
Indonesia
Perusahaan Teknologi Maritim AS Jajaki Kerja Sama dengan Indonesia
Delegasi AS terdiri atas sejumlah perusahaan teknologi maritim yang menjajaki peluang kolaborasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi maritim Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Perusahaan Teknologi Maritim AS Jajaki Kerja Sama dengan  Indonesia
Indonesia
Pramono Surprise Jakarta di Posisi ke-2 Kota Teraman Se-ASEAN
Ia menekankan agar keamanan dan kenyamanan di Jakarta dapat terus dijaga dan ditingkatkan bersama-sama.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Pramono Surprise Jakarta di Posisi ke-2 Kota Teraman Se-ASEAN
Dunia
UEA Tegaskan Laporan Pertahanan Udara Menipis Akibat Serangan Iran Cuma Dongeng
Narasi Bloomberg sebelumnya mengutip sumber anonim menyebut UEA meminta pasokan rudal jarak menengah kepada sekutu. Laporan itu juga mengeklaim persediaan rudal Patriot milik Qatar hanya bertahan selama empat hari
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Maret 2026
UEA Tegaskan Laporan Pertahanan Udara Menipis Akibat Serangan Iran Cuma Dongeng
Bagikan