Bisnis

Pandemi Jadi Momentum Pebisnis Susun Strategi

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 30 Oktober 2021
Pandemi Jadi Momentum Pebisnis Susun Strategi

Pebisnis harus punya business plan yang jelas. (Foto: Unsplash/shawnanggg)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGIAN besar bisnis mengalami kerugian dan para pebisnis harus memutar otak untuk tetap bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19. Salah satu pendiri dan Chief Innovation Officer Burgreens Max Mandias mengatakan momen ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun strategi bisnis efektif agar dapat bertahan.

"Sesuatu yang tidak pasti seperti pandemi sebenarnya bisa jadi peluang untuk review lagi konsep dan strategi bisnis," kata Max dalam konferensi pers daring Festival Kreatif Ideafest 2021, dikutip ANTARA.

Pandemi membuat sebagian besar pebisnis menutup usaha mereka. Di lain sisi, banyak bisnis kecil yang bermunculan menawarkan hal yang baru. Sebagai contoh, kafe atau kedai kopi yang biasanya menjadi tempat nongkrong memakai strategi menjual kopi dalam kemasan besar agar konsumen bisa tetap menikmati minuman kesukaan mereka di rumah.

Gerai makanan membuat kemasan siap masak agar konsumen dapat mengolahnya secara mudah di dapur masing-masing. Max meyakini lambat laun mobilitas akan kembali normal dan aktivitas masyarakat yang selama dua tahun banyak menghabiskan waktu di rumah akan kembali seperti sebelum pandemi. Tugas yang harus diemban para pebisnis kuliner saat ini adalah lihai beradaptasi dan bertahan.

Baca juga:

Dampak Positif dan Negatif Pembukaan Bioskop Saat Pandemi COVID-19

Pandemi Jadi Momentum Pebisnis Susun Strategi
Frozen food adalah salah bisnis yang ramai digeluti di masa pandemi. (Foto: Unsplash/Victoria Shes)

"Karena sifat dari industri kuliner itu menantang, banyak niche, cepat berubah. Di sisi itu, pandemi mengajarkan kita lebih lihai dan lincah mengubah perubahan menjadi peluang," ujarnya.

Pelaku bisnis Danis Puntoadi mengatakan pebisnis kuliner perlu membuat riset sederhana untuk mengenali peluang yang tengah berkembang, lalu membaca prospek pengembangannya di masa depan.

"Lalu dirincikan dengan target pencapaian omzet yang ingin diraih, cara-cara untuk mencapainya, mengukur kapasitas internal baik dari segi sumber daya manusia serta faktor pendukung lainnya," kata Danis.

Baca juga:

Dampak Pandemi, Pasar PC Mengalami Pertumbuhan Besar

Pandemi Jadi Momentum Pebisnis Susun Strategi
Pebisnis kuliner perlu membuat riset sederhana untuk mengenali peluang yang tengah berkembang. (Foto: Unsplash/Scott Graham)

Sementara itu, praktisi bisnis consumer goods Akhmad Saeful berpendapat, ada segitiga bisnis yang haru selalu ditanamkan di dalam pola pikir para pengusaha, yakni tujuan dalam membangun bisnis sebagai pondasi jangka panjang, sumber daya manusia yang jadi kunci operasional, serta proses kreativitas dan komunikasi.

"Ada pendapat bahwa jalan menuju sukses itu banyak polanya dan tidak harus sama antara satu pengusaha dengan pengusaha sukses lainnya. Tapi pola menuju gagal itu sering kali sama, salah satunya dengan tidak memiliki business plan," tutupnya. (and)

Baca juga:

Begini Dampak Pandemi COVID-19 Versi Dirjen Pajak

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Indonesia
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Sejalan dengan itu, kinerja operasional KAI terus menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Bagikan