Pandemi Bikin Kehidupan Campur Aduk

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 21 Oktober 2020
Pandemi Bikin Kehidupan Campur Aduk

Stres karena pandemi COVID-19 menjadi kewajaran saat ini. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SANNY gelisah, ia baru saja tahu orang terdekatnya terpapar COVID-19. Belum lagi, orangtuanya ternyata tidak percaya dengan adanya virus tersebut. Segalanya membuatnya khawatir hingga lupa makan dan tidak masuk kerja.

Apa yang membuatmu stres di tengah pandemi ini? Orang-orang terdekat yang ternyata tertular virus corona? Orangtua yang tidak percaya dengan virus tersebut? Atau terlalu lama di rumah? Sanny mengalami itu semua selama ini.

Baca Juga:

Antistres, Makanan ini Bikin Tetap Waras

pandemi
Pandemi COVID-19 membuat sebagian orang terjebak dalam stres. (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)

Terlalu lama di rumah sempat menjadi salah satu sumber stresnya, tetapi orang terdekatnya yang tertular COVID-19 adalah penyebab utamanya. Belum lagi ternyata orang tersebut menolak atau tidak percaya kalau dirinya telah tertular virus tersebut. Keluarganya lebih percaya konspirasi, katanya.

"Takutnya menular ke orangtua aku dan ortu aku enggak percaya soal positif negatif," ungkap Sanny.

Siapa yang mau tertular virus tersebut. Jika tubuhmu tidak kuat kemungkinan terbesarnya dapat merenggut nyawamu. Sanny sangat takut dan khawatir kalau yang tertular adalah orangtuanya. Namun, apa daya, orangtuanya tidak percaya dengan COVID-19.

Sanny pun menjadi tertekan dan stress. Pagi hari, ia harus masuk kerja. Menjalani hari-harinya sebagai dokter gigi. Nafsu makan hilang karena ia hanya memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

Baca Juga:

10 Aplikasi Kencan Diinstal, Bukti 'Menggila' Cari Jodoh di Tengah Pandemi

stres
Stresnya berdampak pada kesehatannya. (Foto: Pexels/Kat Jayne)

Sanny yang tinggal berjauhan dari orangtuanya juga merasakan dadanya sesak. Bertengkar melalui telepon bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Menangis adalah hal yang dapat ia lakukan saat itu karena pikirannya sudah terlalu kacau.

"Nangis terus aku. Tiap diam, terus (kalau) enggak ada orang aku nangis," jujur Sanny.

Terlalu banyak beban pikiran hingga akhirnya ia jatuh sakit karena tidak makan. Hanya sehari, tetapi sangat berefek baginya. Ia sebelumnya tidak pernah stres hingga tidak makan dan jatuh sakit.

Tidak membutuhkan waktu yang lama. Keluarga dari orang terdekatnya yang tertular COVID-19 tersebut ternyata juga tertular. Akhirnya dia baru mempercayai adanya virus corona ini. Sedikit lega dirasakan Sanny karena akhirnya dia mau pergi dikarantina. Namun, pikiran-pikiran negatif masih menghantuinya. Masih ada rasa gelisah di dalam dirinya.

Rasa takut dan khawatir yang berlebihan ini lepas ketika ia melihat orang yang terpapar virus tersebut telah selesai masa karantinanya. Lebih menariknya lagi, ternyata dia bahkan dapat beraktivitas dan jalan-jalan dengan teman-temannya dengan leluasa.

"Sampai orangnya keluar rumah baru aku selesai sedihnya. Buat apa sedih orangnya saja udah beraktivitas," kata Sanny.

Baca Juga:

2 Jam Nonton di Bisokop Berujung 14 Hari Karantina, Apakah Sepadan?

stres
Stres hanya bersumber dari diri sendiri. (Foto: Pixabay/Anemone123)

Sanny yang tadinya terus kepikiran, akhirnya memilih untuk melepaskan pikiran yang membebaninya tersebut dan menjalani hari seperti biasa. Menurutnya, buat apa memusingkan hal yang tidak penting. Karena orang yang bersangkutan pun tidak ada jeranya.

Stres terkadang muncul dari pikiran kita sendiri. Terlalu banyak berpikir yang negatif akan menjadi beban buat kita. Terkadang memang sulit untuk mengatur bagaimana kita berpikir. Salah satu cara agar tidak terlalu stres adalah mengurangi pikiran kita.

Seperti yang dilakukan Sanny, ia mencoba untuk tidak lagi terlalu memikirkan orang terdekatnya tersebut. Ia merasa memikirkan hal yang menjadi sumber stressnya bukan hanya menyebabkan stress tetapi juga sakit kepala. Jadi, hindarilah terlalu banyak berpikir hal-hal yang negatif. Selain itu, di tengah pandemi ini, ikuti protokol kesehatan yang ada. Jadi, dari dirimu sendiri dapat meminimalisir terpapar virus corona. (may)

#Oktober Satgas Waras #Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Bagikan