Pandangan TKN soal Ijtima Ulama Jilid III yang Sudutkan Jokowi-Ma'ruf
Jubir Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. (Ist)
MerahPutih.com - Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN), Ace Hasan Syadzily angkat suara soal adanya Ijtima Ulama jilid III yang dinilai menyudutkan Jokowi-Ma'ruf.
Ace mengatakan, pertemuan timses kubu Prabowo-Sandi yang berkedok Ijtima ulama jelas sebuah politik akal-akalan dan ugal-ugalan yang tujuannya justru menyesatkan umat.
"Segala upaya dilakukan untuk tidak mengakui kekalahan versi hitung cepat mulai dari delegitimasi KPU, meminta pemilu ulang sampai dengan meminta Pak Jokowi didiskualifikasi," kata Ace dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/5).
Ace menilai, mentalitas timses 02 yang tidak siap kalah membuat mereka kalap, tabrak kiri, tabrak kanan termasuk menggunakan lagi manuver yang diberi label itjima ulama.
"Anehnya, walaupun secara kasat mata mereka melakukan delegitimasi KPU tapi justru mereka minta KPU-Bawaslu untuk mendiskualifikasi Pak Jokowi. Ini artinya mereka merengek-rengek pada lembaga yang kredibilitasnya sedang mereka hancurkan," imbuh Ace.
Ace mengatakan, hal ini semakin mengkonfirmasi skenario 02 menjelang 22 Mei, yakni meminta Bawaslu untuk diskualifikasi 01 dengan alasan kecurangan yang bersifat Terstruktur, Sistematis, dan Massif (TSM).
Sejalan dengan itu, kubu 02 dinilai Ace tengah mengerahkan massa pendukungnya bermain presiden-presiden.
"Skenario diskualifikasi ini ingin menjalankan skenario pilkada Kota Waringin Barat yang saat itu Bambang Widjajanto terlibat menjadi pengacara salah satu paslon. Dengan didiskualifikasi calon terpilih maka calon penantang yang otomatis dilantik," kata Wasekjen Golkar ini.
"Akal bulus ini jelas tak punya pijakan obyektif karena kecurangan TSM yang mereka tuduhan hanya ilusi tanpa fakta. Kita ingin gertak sambel Prabowo pada saat sengketa tahun 2014 yang mengklaim bawa bukti berkontainer ke MK. Nyatanya hanya ilusi," sambungnya.
Ace melanjutkan, jangankan bukti kecurangan, mengumpulkan C1 saja plintat plintut. Ngaku punya real count, tempatnya tidak jelas entah dimana. Skenario kota Waringin Barat jelas halusinasi juga.
Ace yakin, jika Bawaslu dan KPU tak bisa mereka kendalikan maka besar kemungkinan mereka menghalalkan segala cara dengan aksi demo yang diseebut people power.
Terlihat jelas, kata Ace, 02 ingin mengulang skenario Venezuela dengan mobilisasi massa menentang Presiden terpilih dan selanjutnya mengundang keterlibatan asing dalam masalah dalam negeri.
"Ini jelas manuver berbahaya bagi kedaulatan nasional dan masa depan demokrasi di negara kita. Indonesia bukan Venezuela. Pak Jokowi menang dalam versi hitung cepat dengan sangat meyakinkan," tandasnya. (Knu)
Baca Juga: Ini Alasan Ijtima Ulama III Ogah Undang Kubu Jokowi-Ma'ruf
Bagikan
Berita Terkait
Izinnya Dicabut Prabowo, 28 Perusahaan Perusak Hutan Diminta Bertanggung Jawab
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan