PAN Angkat Suara Jadi 'Partai Nasakom' Berdasarkan Survei

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 29 Desember 2021
PAN Angkat Suara Jadi 'Partai Nasakom' Berdasarkan Survei

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi. Foto ANTARA/Widodo S. Jusuf

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hasil survei Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 1,8 persen. Sehingga, PAN diprediksi tidak lolos ambang batas parlemen.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa sejak 2004 hingga 2021, elektabilitas PAN saat dilakukan survei persentasenya sekitar 1-2 persen.

"Meskipun PAN masif membuat program dan kegiatan masyarakat, tetapi ketika di survei hasilnya selalu konstan yaitu menjadi 'Partai Nasakom' atau partai yang nasibnya satu koma saja," ujar Viva Yoga di Jakarta, Rabu (29/12).

Baca Juga

Survei Capres SMRC: Prabowo Menurun, Ganjar dan Anies Menguat

Apabila berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei tersebut, maka PAN sejak Pemilu 2004 seharusnya tidak lolos ambang batas parlemen.

Namun, pada kenyataannya hasil perolehan suara PAN di setiap pelaksanaan pemilu ternyata berbeda 500 persen dengan hasil survei.

"PAN memperoleh suara 6,44 persen di Pemilu 2004, di Pemilu 2009 sebesar 6,01 persen, Pemilu 2014 sebesar 7,59 persen, dan Pemilu 2019 sebesar 6,84 persen," ujarnya.

Karena itu, dia menilai ada perbedaan sebesar 500 persen antara prediksi melalui hasil survei yang dilakukan lembaga survei dengan hasil resmi pemilu yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Viva Yoga menilai hal itu sangat aneh, karena hasil survei berbeda 500 persen dengan hasil perolehan suara resmi yang ditetapkan KPU.

"Aneh kan? Masa hasilnya berbeda 500 persen ketika PAN di survei. Apakah lembaga survei itu tidak kredibel? Tidak berlandaskan pada kaidah ilmiah? Atau karena faktor lain?," katanya pula.

Dia mengatakan, partainya pernah menanyakan kepada "surveyor" terkait mengapa hasil survei selalu berbeda dengan hasil pemilu.

Menurut dia, para "surveyor" tersebut menjawab karena yang berperan penting adalah pergerakan para calon anggota legislatif PAN, sehingga hasil pemilu berbeda dengan hasil survei.

"Lalu yang menjadi pertanyaan, para caleg dari partai politik lain saat kampanye pemilu apakah tidur? Kan sama-sama bergerak berkompetisi mencari suara di daerah pemilihan masing-masing," bebernya.

Baca Juga

Survei SMRC: Elektabilitas PDIP-Gerindra Melorot, Demokrat Masuk Lima Besar



Viva Yoga menjelaskan, beberapa kali "hasil survei aneh untuk PAN" sudah ditanyakan kepada "surveyor", tetapi mereka tidak dapat memberi penjelasan secara saintifik dan ilmiah.

Karena itu, menurut dia, apa pun hasil survei yang dilakukan lembaga survei tersebut tetap akan menjadi cermin evaluasi diri, sebagai input data bagi PAN untuk memperkaya informasi dalam membuat perencanaan strategis pemenangan Pemilu 2024.

Sebelumnya, salah satu temuan survei SMRC menyebutkan bahwa dukungan pemilih pada Partai Nasdem, PPP, dan PAN belum meyakinkan karena belum mendapat dukungan publik di atas ambang batas parlemen 4 persen.

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas menjelaskan hasil surveinya menunjukkan Partai NasDem mendapat dukungan publik sebesar 3,4 persen, PPP 2,7 persen, dan PAN 1,8 persen.

"Ketiga partai ini tidak mengalami perubahan berarti dalam dua tahun terakhir. Pada survei Maret 2020, NasDem didukung 3 persen, PPP dan PAN mendapatkan suara sekitar 2,4 dan 2,3 persen suara," jelas dia.

Baca Juga

SMRC Sebut Capres Ikut Menentukan Hasil Pileg



Survei SMRC tersebut dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka dengan jumlah sampel awal 2420 yang dipilih secara acak dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 2.062 atau 85 persen, "margin of error" survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling). (Pon)

Viva Yoga menilai hal itu sangat aneh
#PAN #Survei #Survei SMRC #Hasil Survei
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
SMRC Rilis Survei Opinion Leader 2026, Mahfud MD dan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan
SMRC merilis Opinion Leaders Survey September 2026, libatkan 200 akademisi dan jurnalis untuk menilai sejumlah tokoh nasional berdasarkan indikator kepemimpinan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
SMRC Rilis Survei Opinion Leader 2026, Mahfud MD dan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan
Indonesia
Presiden Prabowo Peringatkan Menteri yang tak Sanggup Kerja untuk Mundur, PAN: itu Peringatan Serius
Seluruh kinerja menteri juga berada dalam pengawasan langsung Presiden Prabowo.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Presiden Prabowo Peringatkan Menteri yang tak Sanggup Kerja untuk Mundur, PAN: itu Peringatan Serius
Indonesia
Survei Kepuasan Publik Prabowo-Gibran Anjlok 51,1 Persen, Jokowi Sarankan Fokus Bekerja
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan penurunan tersebut beriringan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Survei Kepuasan Publik Prabowo-Gibran Anjlok 51,1 Persen, Jokowi Sarankan Fokus Bekerja
Indonesia
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Gerindra mengklaim kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai oke.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Indonesia
PAN Respons Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Saleh Daulay: Menarik tapi Perlu Dikaji Mendalam
Wakil Ketua Umum PAN Saleh Daulay merespons usulan pilkada tanpa wakil kepala daerah. Menurutnya gagasan tersebut memerlukan kajian mendalam sebelum diterapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
PAN Respons Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Saleh Daulay: Menarik tapi Perlu Dikaji Mendalam
Indonesia
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menanggapi survei SMRC terkait kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Indonesia
Dapat Rapor Merah dari SMRC, Istana Tegaskan Prabowo Kerja Bukan Demi Survei
Istana menegaskan kerja Presiden Prabowo Subianto berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan survei.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
Dapat Rapor Merah dari SMRC, Istana Tegaskan Prabowo Kerja Bukan Demi Survei
Indonesia
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Dasco mengatakan Gerindra tidak hanya mencermati survei SMRC, tetapi juga hasil survei dari lembaga lain yang dipublikasikan ke publik.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Indonesia
Hasil Survei SMRC Kepuasan ke Prabowo Turun, Ini Kata Dasco
Hasil survei yang terbukti sesuai dengan kondisi sebenarnya bisa menjadi bahan evaluasi oleh pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Hasil Survei SMRC Kepuasan ke Prabowo Turun, Ini Kata Dasco
Indonesia
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Putusan MK yang mewajibkan keterwakilan 30% caleg perempuan mendapat dukungan dari PKS dan PAN. Partai yang tidak memenuhi aturan kini terancam gugur di dapil terkait.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Bagikan