MerahPutih.com - Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga meragukan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bakal menduduki kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta. Alasannya, nama-nama kader partai berlambang padi dan kapas itu kurang memahami Ibukota Jakarta.
"Persoalannya saya ragu apakah cawagub-cawagub yang diajukan memahami persoalan DKI," kata Nirwono, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (6/11).
Menurut Nirwono, perebutan kursi orang nomor 2 di DKI ini lebih berbau politis ketimbang memilih Wagub yang benar-benar serius dalam membenahi permasalahan di Ibu kota. "Iya, lebih banyak faktor politisnya daripada memilih Wagub yang benar-benar kompeten membantu tugas gubernur dan mempercepat pembangunan di DKI," tuturnya
Nirwono beranggapan perdebatan antara Gerindra dan PKS selama ini dalam memilih DKI 2 hanya dipandang buruk dan akan menjadi boomerang tersendiri bagi kedua parpol.
"Kalau tidak, maka ini akan menjadi contoh buruk hanya sekadar rebutan kursi Wagub saja, yang justru kurang menguntungkan bagi kedua partai tersebut dalam pileg mendatang," ungkapnya.
Partai Gerindra sepenuhnya telah menyerahkan kursi Wagub DKI Jakarta kepada PKS. Namun calon kandidat harus melaksanakan mekanisme uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test.
Kesepakatan itu diputuskan saat rapat antara pengurus DPD Partai Gerindra DKI Jakarta dan DPW PKS DKI Jakarta di kantor DPD Gerindra DKI, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (5/11) kemarin.
Dengan penyerahan kursi Wagub ke PKS, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, PKS sekuat tenaga akan memenangkan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 mendatang. "Yang jelas Prabowo-Sandi harus kita menangkan clear," kata Syakir di Jakarta, Senin (5/11) malam. (Asp)