Pakar Intelijen Duga Kerusuhan Diciptakan untuk Menggagalkan Pelantikan Jokowi

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 26 September 2019
Pakar Intelijen Duga Kerusuhan Diciptakan untuk Menggagalkan Pelantikan Jokowi

Ruas jalan tol di depan Gedung DPR/MPR itu kini kini tidak bisa dilalui kendaraan bermotor karena pendemo yang membludak hingga menutupi jalan tol. Para pengguna jalan tol akan dialihkan ke pintu kelu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta meyakini aksi kerusuhan yang terjadi dua hari belakangan memang sengaja didesain. Pelaku disinyalir ingin membuat kekacauan jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober mendatang.

"Soal pilpres kemarin ada yang belum move on. Karena Jokowi sudah pasti dilantik. Kalau mereka menuntut UU RKUHP dibatalkan dan ada yang meminta Jokowi turun," kata Stanislaus kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (26/9).

Baca Juga

Mahfud MD Desak Pemerintah Pertimbangkan Dampak Aksi Mahasiswa

Ia melanjutkan, masalah RUU KUHP dan UU KPK hanya batu loncatan dan kedok beberapa oknum melakukan aksi. Meskinada massa yang benar-benar tulus menyampaikan aspirasinya.

Pakar Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta

"Ada motif dalam kekacauan yang berhubunhan dengan residu Pilpres. Kalau demo kok malah menyerang polisi. Harus diusut tuntas siapa pelakunya. Ini dijanjikan uang Rp 40 ribu berati ada yang mendanai," imbuh Lulusan S2 Kajian Stratejik Intelijen UI ini.

Stanislaus juga berpendapat, aksi kericuhan yang melibatkan pelajar merupakan bagian dari rangkaian rusuh yang dilakukan pelaku.

"Ada pihak tertentu yang ingin melancarkan aksi mahasiswa tak berhasil karena mereka sudah cerdas. Karena gagal mahasiswa merrka menggerakkan pelajar. Pemanfaatan situasi dan diberikan materi propaganda," ungkap Stanislaus.

Baca Juga

Persimpangan Palmerah Mencekam, Polisi Terlibat Bentrok dengan Massa

Ia menilai, pelajar yang ikut aksi bahkan kericuhan hanyalah korban propaganda pelaku saja.

"Ketika ada yang menanyakan apa tuntutan mereka tak bisa jawab. Pelajar tak perlu menggelar aksi mengingat mereka masih anak-anak. Bahkan ada yang berusia dibawah 17 tahun. Mereka hanya korban dan diprivokasi untuk ke Jakarta," imbuh Stanislaus.

Sementara, terkait dengan adanya ambulance Pemprov DKI yang diduga membawa batu untuk logistik kerusuhan, Stanislaus berharap agar perkara ini diusut tuntas.

"Ada ambulance Pemprov ditangkap kan aneh, ini skenariobya apa. Diusut tuntas. Ada yang memanfaatkan hak hak ambulance. Mereka membawa batu dan bensin. Kalau pelakunya siapapun harus diusut," tutur Stanislaus.

Ia mendesak agar Polisi membongkar siapa aktor intelektual dibalik kericuhan ini. "Termasuk pendana yang membayar mereka," tutup Stanslaus.

Untuk diketahui, gelombang aksi mahasiswa turun jalan mahasiswa berlanjut pada Selasa kemarin, 24 September 2019 setelah sebelumnya mereka juga melakukan aksi pada Senin (23/9).

Baca Juga

Elemen Mahasiswa Tegaskan Pelaku Kerusuhan Bukan Anggotanya

Aksi bukan hanya dilakukan di daerah, tapi juga di Ibu Kota. Di Ibu Kota aksi mahasiswa digelar di depan Gedung DPR/MPR. Kericuhan berlanjut saat sejumlah anak-anak pelajar ikutan menggelar akai keesokan harinya. Namun, makin malam aksi mereka malah semakin brutal.

Akibat aksi ini, Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Tomang sempat ditutup. Namun pada malam harinya aksi berubah jadi keributan. Sejumlah fasilitas negara dirusak dan dibakar. Semisal ada Pos Lantas Slipi, Pos Lantas depan Kemenpora dan Pos Polisi Pal Merah. Ada juga bus dan jeep milik TNI yang dibakar. (Knu)

#Demo Mahasiswa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Demo Jakarta 20 Oktober 2026, ini Daftar Jalan Alternatif dan Titik Aksi
Demo Jakarta 20 Oktober 2026 akan dimulai pukul 10.00 WIB. Ada sejumlah jalan alternatif yang bisa dilalui.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
Demo Jakarta 20 Oktober 2026, ini Daftar Jalan Alternatif dan Titik Aksi
Indonesia
Jelang Aksi Demo Agustus, Polri: Sampaikan Aspirasi Boleh, Rusuh Jangan
Kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang dijamin Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Jelang Aksi Demo Agustus, Polri: Sampaikan Aspirasi Boleh, Rusuh Jangan
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Dukuh Atas Jakarta
Suasana aksi unjuk rasa Mahasiswa Unversitas Indonesia (UI) di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 18 Agustus 2026
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Dukuh Atas Jakarta
Berita Foto
Ratusan Polwan Kawal Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Kawasan Bundaran HI Jakarta
Polisi wanita berjaga dan menutup akses menuju Bundaran HI saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa UI di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 18 Agustus 2026
Ratusan Polwan Kawal Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Kawasan Bundaran HI Jakarta
Indonesia
Mahasiswa Demo di Dekat Bundaran HI Jakarta Bubar, 21 Orang Diamankan Polisi
21 Orang yang kedapatan membawa barang-barang berbahaya di tengah pengerahan ribuan personel pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Mahasiswa Demo di Dekat Bundaran HI Jakarta Bubar, 21 Orang Diamankan Polisi
Indonesia
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
ASN DKI Jakarta WFH dan sekolah PJJ pada hari ini Selasa (18/8) arahan pemerintah pusat.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
Indonesia
BEM UI Gelar Demo Siang Ini, Tuntut Berantas KKN hingga Tetapkan Gempa Flores sebagai Bencana Nasional
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
BEM UI Gelar Demo Siang Ini, Tuntut Berantas KKN hingga Tetapkan Gempa Flores sebagai Bencana Nasional
Indonesia
Demo Marak di Jakarta, Gubernur Pramono: Asal tak Rusak Fasum
Menurut Pramono, Indonesia menganut negara demokrasi. Oleh karena itu, siapa saja boleh berpendapat dan berekspresi di muka umum.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Marak di Jakarta, Gubernur Pramono: Asal tak Rusak Fasum
Indonesia
Mahasiswa Trisakti Turun ke Jalan, Tuntut Kabinet Prabowo Peka Penderitaan Ekonomi Rakyat
Mahasiswa Trisakti gelar aksi di DPR dengan tiga tuntutan utama: stabilitas ekonomi, evaluasi kompetensi pejabat Kabinet Prabowo, dan pengembalian supremasi sipil.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Mahasiswa Trisakti Turun ke Jalan, Tuntut Kabinet Prabowo Peka Penderitaan Ekonomi Rakyat
Indonesia
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Gerakan perubahan besar seperti yang terjadi pada 1998 membutuhkan kombinasi krisis ekonomi dan krisis politik yang berlangsung secara bersamaan.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Bagikan