Pakai Parfum Malam Hari bisa Tingkatkan Kualitas Tidurmu

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 11 Februari 2021
 Pakai Parfum Malam Hari bisa Tingkatkan Kualitas Tidurmu

Pakailah parfum sebelum tidur. (Foto: 123RF/Katarzyna Bia?asiewicz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAHKAN kamu suka sekali dengan satu jenis parfum sampai-sampai memakainya ketika tidur. Kamu pasti ingin mencium wangi parfum itu sepanjang waktu, sehingga setelah mandi, sebelum tidur, kamu menyemprotkannya.

Ternyata kebiasaan ini bisa menjadi bentuk aromaterapi yang tidak disengaja. Meskipun stres meningkat sepanjang pandemi, wewangian dalam parfum dapat menenangkan dan memanjakanmu hingga tertidur lelap sepanjang malam.

Ketika bangun, wangi itu pun menjadi hal pertama yang kamu cium. Aromanya mungkin telah memudar dari kulitmu, tetapi tetap menempel di seprai dengan wangi yang paling menyenangkan dan halus. Bangun seperti itu dapat membuat kamu merasa anggun, glamor, seperti Marilyn Monroe dengan gaun tidur sutra dan rambut yang ditata rapi. Kenyataanya, bintang legendari Hollywood itu pernah menyatakan, dia tidak mengenakan apa-apa di tempat tidur kecuali beberapa tetes Chanel no. 5.

Baca juga:

Semakin Gemuk Semakin Susah Tidur, Apa Iya?

Studi menunjukkan, wewangian memiliki kekuatan untuk memengaruhi suasana hatimu, mengurangi stres, dan mengendurkan otot, semua hal yang kamu inginkan sebelum pergi tidur. Itu adalah alasan yang sama mengapa hotel dan tuan rumah Airbnb menggunakan aroma khusus kamar tidur untuk membantu tamu mendapatkan tidur malam yang lebih baik.

Namun, wewangian apa yang sebaiknya kamu pakai saat tidur? Ada yang senang dengan gourmands manis dan ambers hangat untuk untuk menemani tidur, tapi itu sangat tergantung pada kebutuhan. Beberapa beralih ke parfum seksi yang juga disukai pasangan mereka. Sementara yang lain menyemprotkan aroma kelapa yang mengingatkan pada liburan tropis.

Wewangian biasa dipakai hotel di kamar sebagai fasilitas untuk tamu. (Foto: 123RF/serezniy )
Wewangian biasa dipakai hotel di kamar sebagai fasilitas untuk tamu. (Foto: 123RF/serezniy )

"Untuk tidur nyenyak dan bangun dengan istirahat total, saran saya adalah memanjakan diri dengan aroma berbasis vanilla. Note yang berbeda bisa lebih menarik di malam hari, terutama bunga putih, seperti magnolia, melati, dan ylang ylang," kata Paolo Terenzi, ahli parfum dan pendiri Tiziana Terenzi seperti diberitakan realsimple.com (11/2).

Jika kamu sulit tidur, Rachel Beider, ahli aromaterapi bersertifikat dari Cinquieme Sens via Pratt di New York City, merekomendasikan kombinasi clary sage, roman chamomile, dan bergamot.

"Kamomil Romawi sangat menenangkan dan menenangkan saat dioleskan pada waktu tidur. Clary sage sebenarnya adalah anti-spasmodik, jadi sangat membantu untuk mengurangi kegelisahan, dan bergamot dikenal untuk menurunkan tekanan darah dan memperlambat detak jantung, yang dapat menenangkan perasaan cemas," Beider menerangkan.

Baca juga:

Jangan Minum ini Sebelum Tidur!

Minyak esensial adalah pilihan lain yang layak. "Jika parfummu mengandung minyak esensial, itu mungkin dapat menjadi pereda sakit kepala, yang dapat berkontribusi besar pada kualitas tidur," tambah Laura Bates, pelatih ilmu tidur bersertifikat dan salah satu pendiri Comfybeddy.com.ua.

Dia menambahkan, "Dalam hal ini, parfummu bisa berfungsi sebagai alat aromaterapi. Minyak esensial akan mengirimkan sinyal ke otak, menciptakan rasa relaks yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas tidur."

Jika kamu memilih minyak esensial, ahli aromaterapi sangat merekomendasikan lavender, yang bila dipakai sebagai parfum telah terbukti dapat mengurangi gejala insomnia. "Ini dilakukan dengan mengubah gelombang listrik di otak selama fase kunci dari siklus tidur non-rapid eye movement (NREM), siklus yang dianggap bertanggung jawab untuk memperbarui koneksi pikiran-tubuh, mengkonsolidasikan memori, dan memperbaiki jaringan yang rusak," kata Brittany Hogan, ahli aromaterapi dan pendiri Nefertem Holistic Skincare.

Parfum bisa menjadi aroma terapi. (Foto: 123RF/Katarzyna Bia?asiewicz)
Parfum bisa menjadi aroma terapi. (Foto: 123RF/Katarzyna Bia?asiewicz)

"Penelitian telah menunjukkan bahwa menghirup lavender sebelum dan selama tidur dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, mengurangi waktu bangun di malam hari, dan meningkatkan vitalitas keesokan harinya," ujar Hogan.

Tip lain? "Gunakan esensial yang dibuat dengan molekul alami, karena mereka mampu mengembangkan efek aromaterapi yang akan mendamaikan tidurmu; sedangkan note sintetis sayangnya tidak memiliki sifat yang bermanfaat ini," kata Terenzi.

Apa pun yang kamu pilih, gunakan untuk aroma pengantar tidur. Meskipun kekuatan asosiasi aroma dapat membantu kamu tertidur lebih cepat, wanginya juga memiliki efek yang sama jika dikenakan pada siang hari. (aru)

Baca juga:

Kalau Pernah Positif, Kamu Hanya Butuh Satu Dosis Vaksin COVID-19

#Kesehatan #Aroma Terapi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Bagikan