MerahPutih.com - Pengamat politik Wempy Hadir mengkritik tindakan massa gabungan FPI, GNPF-U dan PA 212 yang berencana melakukan aksi besar karena tuntutan mereka untuk menemui pihak Kedubes India tak dipenuhi. Apalagi, mereka sampai membakar bendera India, hingga mengancam akan melakukan sweeping terhadap warga negara (WN) India
Wempy menilai, selama ini pemerintah terlalu lemah menghadapi ormas-ormas itu, sehingga mereka tumbuh subur dengan gerakan-gerakan yang mengancam keamanan bangsa ini.
Baca Juga
Gagal Temui Perwakilan Dubes India, PA 212 Ancam Demo Lagi dengan Jumlah Besar
"Jadi saya lihat negara terlalu lemah, presiden terlalu lemah menghadapi kelompok-kelompok ini, sehingga mereka bertumbuh subur dan melakukan gerakan dimana-mana," ungkap Wempy kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/3).
Wempy mengatakan, harusnya pemerintah tak perlu takut menindak mereka yang sudah membuat gaduh negara.
"Kalau mau bangsa ini aman dan nyaman, ya pemimpinnya harus tegas melalui alat negara. Alat negara itu siapa? Ya polisi, tentara, BIN dan sebagainya. Tidak boleh bermain-main lagi," jelas Wempy.
Wempy menyebut, tindakan aksi massa berjilid-jilid itu bisa mengganggu hubungan Indonesia dengan negara India.
Baca Juga
"Padahal itu bukan tindakan atas nama negara, itu tindakan personal atas nama kelompok, yang keberadaan mereka juga dipertanyakan apa kontribusi mereka bangsa dan negara ini," ucap dia.
"Ini potensi menimbulkan konflik baru, bahaya sekali, membakar bendera orang membakar bendera India di depan Kedutaan India," ujar Wempy.
Untuk mencegah terjadinya disharmoni antara Indonesia-India, Wempy mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap apa yang dilakukan oleh ormas-ormas tersebut.
"Mengapa negara ini selalu tunduk terhadap kelompok-kelompok ini? Saya kira pemerintah perlu turun tangan untuk mengantisipasi hal ini, karena ini bisa menimbulkan disharmoni antara India dan Indonesia," paparnya. (Knu)
Baca Juga
Dituduh Persekusi Umat Islam, Pemerintah India: Itu Politisasi dan Propaganda