OJK Sebut Investasi Syariah Ustaz Yusuf Mansur Patut Dicontoh
Ustaz Yusuf Mansur. (MP/Muchammad Yani)
MerahPutih.com - Otoritas Jasa Keuangan mengharapkan Paytren Asset Management milik Ustaz Yusuf Mansur sebagai manajemen investasi syariah pertama yang diberikan izin di Indonesia menjadi contoh untuk mendorong tumbuh investor dalam usaha serupa.
"Jadi, selama ini manajer investasi saja sudah banyak, sedangkan yang syariah baru Yusuf Mansur, sudah kami beri izin," kata Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sugianto, saat acara Keuangan Syariah Fair Bogor 2017, di Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/10).
Sugianto menyampaikan, dengan adanya contoh dari perusahaan investasi syariah tersebut, pasar keuangan syariah diharapkan semakin semarak di Indonesia.
Keuangan syariah sudah cukup lama dibangun yakni sekitar 20 tahun lalu berupa bank syariah, industri keuangan nonbank syariah, dan pasar modal syariah.
Namun, hingga saat ini aset keuangan syariah baru mencapai Rp 1.000 triliun, jika dibandingkan dari sektor keuangan Indonesia secara nasional hanya sekitar delapan persen.
Karena itu, kata Sugianto, usaha pada sektor lainnya seperti investasi syariah melalui media informasi daring perlu didorong.
Pemerintah melalui acara pameran seperti di CCM Kabupaten Bogor itu mengajak semua pihak, khususnya investor untuk menjadi pelaku keuangan syariah.
Dia menyatakan, investasi sektor perbankan syariah baru mencapai Rp 389 triliun, IKNB yakni jasa keuangan sektor asuransi dan dana pensiun sebanyak Rp 100 triliun, dan pada sektor pasar modal syariah sebanyak Rp 355 triliun.
Menurut hasil survei pada tahun 2016, indeks literasi untuk keuangan syariah sektor perbankan, pasar modal, dan IKMB hanya 8,11 persen. "Artinya setiap 100 orang penduduk Indonesia baru delapan orang yang memahami sektor jasa keuangan syariah," katanya.
Tingkat inklusi atau pengguna sektor keuangan syariah untuk kepentingan pendanaannya baru 11,06 persen, berarti dari 100 masyarakat Ibdonesia baru 11 orang menggunakan transaksi keuangan syariah.
Terlebih literasi atau pemahaman sektor pasar modal hanya 0,02 persen, sehingga jika dihitung dari 10 ribu orang penduduk Indonesia hanya dua orang yang mengenal pasar modal syariah.
"Secara keseluruhan cukup prihatin, sehingga untuk memperkenalkan itu kami adakan acara ini mengajak masyarakat memahami keuntungan keuangan syariah dengan membawa contoh usaha yang sudah ada," katanya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Scam dan Fraud Marak, DPR Desak OJK Perkuat Sistem Pengawasan
Bareskrim Naikkan Status Perkara Gagal Bayar PT Dana Syariah Indonesia ke Penyidikan
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
Kabar Gembira! UMKM Ajukan Kredit Tidak Perlu Agunan
Love Scam Jadi Modus Penipuan Keuangan Yang Kian Marak di Indonesia