Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Nyepi 2023

Ogoh-Ogoh dan Kegembiraan Anak Muda Sambut Nyepi

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 22 Maret 2023
Ogoh-Ogoh dan Kegembiraan Anak Muda Sambut Nyepi

Para pemuda bergembira menyambut momen mengarak ogoh-ogoh setelah pandemi. (foto: dok STT Divya Dharma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELASA (21/3) pukul 18.00, setelah upacara mecaru selesai, para anggota STT berkumpul untuk mengarak ogoh-ogoh di sekitar desa. Para anggota perempuan mengenakan kain membawa obor berjalan di depan, sedangkan para pria mengenakan kain lengkap dengan destar bersiap mengarak ogoh-ogoh kreasi mereka.

Tradisi mengarak ogoh-ogoh di perempatan jalan desa telah lama menjadi bagian dari upacara pengerupukan. Dulunya, upacara pengerupukan dilaksanakan dengan menggelar caru yang kemudian diikuti menyalajan api di depan setiap rumah dan membuat suara-suara di dalam rumah. Diyakini, hal itu akan menghalau semua elemen jahat di rumah.

BACA JUGA:

Jelang Hari Raya Nyepi, Ogoh-ogoh Hadir di Jalanan Desa Blahbatuh

Barulah pada 1983 muncul bentuk bhuta kala yang dibuat dalam kreasi ogoh-ogoh. Nama ogoh-ogoh berasal dari kata ‘ogah-ogah’ yang berarti sesuatu yang digoyang-goyangkan. Ogoh-ogoh umumnya ditampilkan dalam makhluk berwajah seram, mata melotot, susu menggelantung yang melambangkan buta kala dalam berbagai rupa. Kreasi ogoh-ogoh kemudian makin berkembang terlebih setelah diikutkan dalam Pesta Kesenian Bali XII di 1990. Hingga masa kini, prosesi mengarak ogoh-ogoh menjadi bagian paling dinanti jelang Hari Raya Nyepi.

Ogoh-ogoh
Pengarakan ogoh-ogoh dilakukan setelah upacara mecaru selesai. (foto: Dok STT Divarya Dharma)

Bagi umat Hindu, ogoh-ogoh merupakan simbol keburukan sifat manusia serta hal negatif alam semesta. Setelah diarak, ogoh-ogoh akan dimusnahkan dengan cara dibakar dalam prosesi tawur agung kesanga sebelum umat Hindu melakukan tapa brata penyepian.

Kegembiraan menyambut ogoh-ogoh di hari pengerupukan bermula jauh sebelum hari pengarakan. Para pemuda-pemudi yang tergabung dalam sekaha teruna-teruni (STT) di setiap banjar telah bersiap mengkreasikan ogoh-ogoh jauh-jauh hari. Kami mulai merancang ogoh-ogoh sejak Februari,” kata STT Divarya Dharma Banjar Sidayu, Nyuhaya, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, saat berbincang dengan Merahputih.com, Selasa (21/3) malam.

BACA JUGA:

Pakai Baju Adat Bali, Gibran dan Ethes Ikuti Kirab Ogoh-Ogoh Nyepi

Roy bercerita kreasi ogoh-ogoh di STT-nya berawal dari sebuah obrolan di balai banjar. Karena tahun ini merupakan kesempatan perdana setelah dua tahun dilanda pandemi COVID-19, banyak ide yang bermunculan. “Ini menjadi hal yang menarik. Setiap orang punya ide,” katanya.

Di tengah banjir ide dan antusiasme nan tinggi itu, para pemuda berdiskusi sehingga muncullah tema Hidimbi Pralaya. Menurut Roy, ada cerita khusus di balik tema itu. Hidimbi Pralaya dulunya dikenal sebagai istri dari salah satu Pandawa, yaitu Bima. Ia lah yang melahirkan anak bernama Gatot Kaca.

ogoh-ogoh
Antusias mengarak ogoh-ogoh setelah pandemi COVID-19.(foto: dok STT Divarya Dharma)

“Cerita khusus yang kami angkat ialah kisah awal Hidimbi yang sangat menolak dan marah saat akan dinikahi Bima. Hal itu disebabkan Bima ialah seorang manusia, sedangkan Hidimbi ialah seorang raksasa,” jelasnya.

Begitulah, empat anggota STT menjadi ‘arsitek’ di balik ogoh-ogoh berwujud perempuan raksasa nan seram. “Tahun ini, kami yang tergabung di sekaha teruna-teruni sangat sangat bangga dan mengapresiasi. Ketika pandemi, ide-ide untuk karya anak muda tertunda. Namun, tahun ini kami sudah di perbolehkan berkreasi untuk menciptkan karya ogoh-ogoh. Ini jadi pertunjukan bakat kami sebagai anak muda,” katanya.

“Bagi kami, pandemi sudah berlalu. Saatnya bergembira, berkreasi untuk menciptakan hal yang baru setelah terpuruk,” tutupnya.(dwi)

BACA JUGA:

Menjalankan 4 Brata di kala Nyepi

#Maret Sebangsa Bergembira #Ogoh-Ogoh #Hari Raya Nyepi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Film horor Korea Taboo: The Silent Day mengangkat tradisi Nyepi Bali. Disutradarai Park Kyung-kun, dibintangi Kwon Da-ham, Della Dartyan, dan Sujiwo Tejo. Tayang sekitar September 2026.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Indonesia
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Lifestyle
20 Ucapan Selamat Nyepi dalam Bahasa Bali dan Arti Bahasa Indonesianya
Keheningan dalam Nyepi bukanlah sekadar situasi tanpa suara, melainkan sebuah metode untuk memulihkan jiwa yang lelah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
20 Ucapan Selamat Nyepi dalam Bahasa Bali dan Arti Bahasa Indonesianya
Indonesia
Lagi Nyepi dan Lebaran Tapi Mau Lapor Koruptor? Tenang, KPK Tetap Buka Jalur Online
Selain jalur digital rutin, lembaga antirasuah ini menyiagakan personel khusus guna mengantisipasi kebutuhan mendesak di lapangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Lagi Nyepi dan Lebaran Tapi Mau Lapor Koruptor? Tenang, KPK Tetap Buka Jalur Online
Indonesia
Nyepi dan Malam Takbiran Bareng, Bali Petakan 3 Daerah Rawan Gesekan
Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial, Gubernur Koster menyebut daerah rawan gesekan seperti Denpasar, Buleleng, dan Jembrana telah dipetakan.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Nyepi dan Malam Takbiran Bareng, Bali Petakan 3 Daerah Rawan Gesekan
Indonesia
Menteri Agama Atur Penggunaan Sound System, Pastikan Perayaan Malam Takbiran di Bali tak Ganggu Hari Raya Nyepi
Nasaruddin menyebut sudah bersepakat dengan pemda dan tokoh-tokoh Bali agar perayaan malam takbiran tidak bertentangan dengan perayaan Nyepi.
Dwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Menteri Agama Atur Penggunaan Sound System, Pastikan Perayaan Malam Takbiran di Bali tak Ganggu Hari Raya Nyepi
Indonesia
Digelar di Prambanan, Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 Tampilkan Identitas Jateng dan Yogya
Agenda utamanya akan digelar di pelataran Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, Rabu (18/3) mendatang, atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang jatuh pada Kamis (19/3).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 26 Februari 2026
Digelar di Prambanan, Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 Tampilkan Identitas Jateng dan Yogya
Indonesia
Penyeberangan Selat Bali Sudah Dibuka Minggu Pagi Setelah Hari Raya Nyepi
KMP Nusa Dua menjadi kapal pertama yang bersandar di Pelabuhan Gilimanuk dari Pelabuhan Ketapang
Frengky Aruan - Minggu, 30 Maret 2025
Penyeberangan Selat Bali Sudah Dibuka Minggu Pagi Setelah Hari Raya Nyepi
Indonesia
Hari Raya Nyepi, Momentum Perjalanan Spiritual Capai Kedamaian Batin dan Harmoni dengan Alam
Substansi utama Nyepi yakni proses penyucian diri dan alam semesta melalui keheningan.
Dwi Astarini - Sabtu, 29 Maret 2025
Hari Raya Nyepi, Momentum Perjalanan Spiritual Capai Kedamaian Batin dan Harmoni dengan Alam
Indonesia
Perayaan Tawur Agung Kesanga digelar Sehari Sebelum Hari Raya Nyepi 2025, Bermakna Penyucian Alam Semesta
Tema perayaan Nyepi tahun ini, 'Manawasewa Madhawasewa, Menuju Indonesia Emas 2045' menekankan pentingnya melayani sesama sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Maret 2025
Perayaan Tawur Agung Kesanga digelar Sehari Sebelum Hari Raya Nyepi 2025, Bermakna Penyucian Alam Semesta
Bagikan