Digelar di Prambanan, Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 Tampilkan Identitas Jateng dan Yogya

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 26 Februari 2026
Digelar di Prambanan, Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 Tampilkan Identitas Jateng dan Yogya

Prambanan. (Unsplash/Wendy Winarno)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Umat Hindu mengusung tema Perayaan Hari Suci Nyepi tahun 2026 ini mengusung tema "Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga" yang menekankan nilai persaudaraan universal, toleransi, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian bumi.

Sebanyak 35 orang diperkirakan meramaikan upacara Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 rencananya digelar di Candi Prambanan, perbatasan Jawa Tengah-DIY (Klaten-Sleman) pada 18 Maret 2026.

Ketua Panitia Tawur Agung Nasional 2026 Bibit Hariadi mengatakan, rangkaian kegiatan itu dimulai sejak 8 Maret 2026.

Agenda utamanya akan digelar di pelataran Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, Rabu (18/3) mendatang, atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang jatuh pada Kamis (19/3).

Baca juga:

ASN Boleh Kerja Fleksibel Jelang Nyepi dan Lebaran 2026, ini Jadwal Lengkapnya

Selain ritual, kreativitas generasi muda Jateng akan tampil melalui ogoh-ogoh, yakni sekitar enam ogoh-ogoh direncanakan ikut pawai budaya di Prambanan.

"Ogoh-ogoh ini karya anak-anak muda Jawa Tengah. Ini kreativitas lokal, sekaligus daya tarik wisata," katanya saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, panitia memperkirakan kehadiran 30.000 hingga 35.000 orang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Lampung, hingga Bali.

Skala tersebut membuat Tawur Agung dipandang memiliki efek berganda, yakni di satu sisi sebagai ritual spiritual umat Hindu, di sisi lain sebagai magnet pariwisata dan etalase budaya Jateng.

Pemilihan Candi Prambanan memiliki makna strategis selain nilai historis dan spiritual, yakni lokasi di perbatasan DIY-Jateng dinilai mampu memperluas dampak ekonomi dan wisata.

"Kami ingin mengangkat budaya Jawa Tengah. Tidak meninggalkan tradisi, tetapi justru menghidupkannya," kata Bibit.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jateng Tri Wahono menegaskan, Tawur Agung di Prambanan tidak dimaksudkan meniru Bali, melainkan menampilkan identitas Jateng.

Gunungan, simbol yang lekat dengan tradisi Jawa, akan kembali dihadirkan sehingga nilai wilujengan khas Jawa pun menjadi bagian dari nuansa upacara.

"Kami tidak pernah mengangkat konsep Bali. Jawa Tengah punya tradisi sendiri. Gunungan menjadi ikon budaya kita, berkahnya nanti dibagi bersama," katanya. (*)

#Hari Suci Nyepi #Hari Raya Nyepi #Hindu
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Lifestyle
20 Ucapan Selamat Nyepi dalam Bahasa Bali dan Arti Bahasa Indonesianya
Keheningan dalam Nyepi bukanlah sekadar situasi tanpa suara, melainkan sebuah metode untuk memulihkan jiwa yang lelah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
20 Ucapan Selamat Nyepi dalam Bahasa Bali dan Arti Bahasa Indonesianya
Indonesia
Lagi Nyepi dan Lebaran Tapi Mau Lapor Koruptor? Tenang, KPK Tetap Buka Jalur Online
Selain jalur digital rutin, lembaga antirasuah ini menyiagakan personel khusus guna mengantisipasi kebutuhan mendesak di lapangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Lagi Nyepi dan Lebaran Tapi Mau Lapor Koruptor? Tenang, KPK Tetap Buka Jalur Online
Indonesia
Saat Hari Raya Nyepi, Masjid Sekitar Pura di Solo Diimbau Seuaikan Pelaksanaan Takbiran
Untuk takbiran tetap diperbolehkan, namun dengan sejumlah penyesuaian. Kemudian tidak usah pakai penyeras suara.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Saat Hari Raya Nyepi, Masjid Sekitar Pura di Solo Diimbau Seuaikan Pelaksanaan Takbiran
Indonesia
Nyepi dan Malam Takbiran Bareng, Bali Petakan 3 Daerah Rawan Gesekan
Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial, Gubernur Koster menyebut daerah rawan gesekan seperti Denpasar, Buleleng, dan Jembrana telah dipetakan.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Nyepi dan Malam Takbiran Bareng, Bali Petakan 3 Daerah Rawan Gesekan
Indonesia
Kemenag Terbitkan Aturan Malam Takbiran Bareng Nyepi, Khusus Berlaku di Bali
Kementerian Agama mengeluarkan panduan khusus terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang berbarengan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H pada 19 Maret 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Kemenag Terbitkan Aturan Malam Takbiran Bareng Nyepi, Khusus Berlaku di Bali
Indonesia
Menteri Agama Atur Penggunaan Sound System, Pastikan Perayaan Malam Takbiran di Bali tak Ganggu Hari Raya Nyepi
Nasaruddin menyebut sudah bersepakat dengan pemda dan tokoh-tokoh Bali agar perayaan malam takbiran tidak bertentangan dengan perayaan Nyepi.
Dwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Menteri Agama Atur Penggunaan Sound System, Pastikan Perayaan Malam Takbiran di Bali tak Ganggu Hari Raya Nyepi
Indonesia
Digelar di Prambanan, Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 Tampilkan Identitas Jateng dan Yogya
Agenda utamanya akan digelar di pelataran Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, Rabu (18/3) mendatang, atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang jatuh pada Kamis (19/3).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 26 Februari 2026
Digelar di Prambanan, Tawur Agung Kesanga Nasional 2026 Tampilkan Identitas Jateng dan Yogya
Lifestyle
Kalender Maret 2026 Lengkap dengan Weton dan Hari Libur Nasional
Kalender Maret 2026 lengkap dengan weton Jawa, hari libur nasional, Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah. Cek daftar tanggal merah terbaru di sini.
ImanK - Jumat, 20 Februari 2026
Kalender Maret 2026 Lengkap dengan Weton dan Hari Libur Nasional
Indonesia
Mekotekan: Warisan Budaya Bali Setelah Kuningan, Simbol Keberanian dan Tolak Bala
Upacara ini biasanya diikuti oleh ribuan peserta, yang terdiri dari perwakilan 15 banjar dengan rentang usia 12 hingga 60 tahun
Angga Yudha Pratama - Minggu, 04 Mei 2025
Mekotekan: Warisan Budaya Bali Setelah Kuningan, Simbol Keberanian dan Tolak Bala
Bagikan