Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menutup sementara operasional Zona 4A di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3).
Langkah tegas ini diambil menyusul insiden longsor gunungan sampah akibat curah hujan ekstrem yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan menutup akses vital di kawasan tersebut.
Baca juga:
Menteri LH Tempuh Jalur Hukum Insiden Longsor di Bantar Gebang, Ancaman 10 Tahun Penjara
Darurat Hujan Ekstrem dan Pemulihan Area
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjelaskan bahwa penutupan hanya berlaku pada titik lokasi bencana untuk menjamin keamanan proses evakuasi dan pemulihan.
Curah hujan yang menyentuh angka 264 milimeter menjadi pemicu utama masuknya air ke dalam rongga gunungan sampah, sehingga menciptakan kondisi licin yang memicu longsoran besar pada pukul 14.30 WIB.
"Yang ditutup hanya di zona 4A. Tetapi di zona 3 tetap digunakan untuk menampung,” ujar Pramono Anung, Senin (9/3).
Longsoran tersebut tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga menimbun jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang 40 meter. Pemprov DKI kini tengah berfokus pada normalisasi aliran sungai agar tidak memicu masalah lingkungan baru di sekitar wilayah Bekasi.
Skema Pengalihan dan Zona Tambahan
Guna memastikan ritme pembuangan sampah dari Jakarta tidak terganggu, pemerintah telah menyiapkan dua lokasi pembuangan sementara. Strategi ini diambil agar operasional harian tetap berjalan lancar meski zona utama sedang dalam masa perbaikan dan penataan ulang.
Baca juga:
Tragedi Longsor Bantargebang, Komisi II DPR Desak Reformasi Total Pengelolaan Sampah
“Zona 3 dan dua zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporari, sementara. Harapan kami zona 4A segera bisa dipulihkan kembali,” tutur Pramono.
Pramono juga menegaskan bahwa normalisasi akses jalan dan Sungai Ciketing menjadi prioritas utama tim di lapangan. Situasi di lokasi saat ini menunjukkan tumpukan sampah yang menutup akses mobilitas kendaraan pengangkut, sehingga percepatan pengerjaan alat berat terus dilakukan sejak pagi hari.