NU: Rencana Demonstrasi Isu Rohingya di Candi Borobudur Salah Arah

Thomas KukuhThomas Kukuh - Selasa, 05 September 2017
NU: Rencana Demonstrasi Isu Rohingya di Candi Borobudur Salah Arah

Presiden Jokowi saat menemui Ketum PBNU Said Aqil Siroj dan Ketum Pagar Nusa Nabil Haroen. (Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Konflik etnis Rohingya di Myanmar terus menyita banyak pihak. Termasuk Nahdlatul Ulama. Bahkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj bersama Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Selasa (5/9). Mereka berdiskusi untuk menyikapi konflik Rohingya dan dampaknya bagi Indonesia.

Menurut Said, bahwa konflik Rohingya di Myanmar bukanlah konflik agama. "Umat Islam memang banyak yang menjadi korban, kita turut bersedih. Namun, jangan sampai hal itu ditarik menjadi konflik antaragama. Tidak betul itu. Jadi, umat muslim di Indonesia jangan terprovokasi," tegas Kiai Said.

Dalam pertemuan ini, Kiai Said menyampaikan kepada Presiden Jokowi tentang pentingnya membantu perdamaian di Myanmar. Menurutnya NU akan ikut andil dalam inisiasi perdamaian di Myanmar dengan peran serta lembaga-lembaga di bawah naungannya.

Sementara itu Nabil berharap pemerintah Indonesia lebih tegas dan cepat dalam menyikapi kasus Rohingya. "Kita harus membantu dalam rangka kemanusiaan. Apa yang terjadi sangat biadab, apalagi yang tampak seolah-olah konflik antara umat Budha dan Muslim. Ini harus dicegah, pemerintah Myanmar harus bergerak cepat. Kalau tidak ada keseriusan dari pemerintah Myanmar, pemerintah Indonesia bisa menarik Dubesnya di Myanmar," terang Nabil.

Menurut Nabil, Pagar Nusa menyayangkan provokasi kebencian yang menumpangi isu Rohingya. "Provokasi dengan berencana demonstrasi di Candi Borobudur, Magelang, itu salah arah,” ujar Nabil.

Dia yakin bahwa tidak semua umat Budha itu bersalah dalam kasus Rohingya. Pelakunya hanya oknum tertentu. “Kita tidak boleh menggeneralisasi. Pagar Nusa siap mengantisipasi demonstrasi, agar tidak menjadi konflik antaragama di Indonesia. Apalagi, jangan sampai merusak Candi Borobudur sebagai warisan peradaban nusantara," ungkap Nabil Haroen.

Pagar Nusa secara cepat mensiagakan barisan pendekarnya di berbagai daerah, berkoordinasi dengan Polri dan TNI guna meredam konflik serta menjaga stabilitas keamanan nasional. Khususnya dalam kasus Rohingya. (mas)

#Pengungsi Rohingya #Myanmar #PBNU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gus Salam Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU, Keliling Daerah Cari Dukungan
KH Nurul Huda Djazuli menginginkan pengurus PBNU selalu bersatu, rukun dan kompak, mengingat organisasi ini merupakan tempat berkumpulnya para ulama
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gus Salam  Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU,  Keliling Daerah Cari Dukungan
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut NU Selalu Jadi Penjaga Stabilitas Bangsa di Masa Sulit
NU memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga bangsa, terutama ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan masa-masa sulit. 

Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Presiden Prabowo Sebut NU Selalu Jadi Penjaga Stabilitas Bangsa di Masa Sulit
Indonesia
Muktamar NU 2026 Dipastikan Digelar Agustus, Usulan di NTB, Jatim, Jabar dan Sumbar
Untuk tema muktamar nantinya intinya juga sama yakni menjaga maruah NU dan memperkaya khidmat untuk kemasyarakatan bangsa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Muktamar NU 2026 Dipastikan Digelar Agustus, Usulan di NTB, Jatim, Jabar dan Sumbar
Indonesia
PBNU Selesaikan Polemik Kepemilikan Tambang di Konbes Al Falah Ploso
Terdapat empat aspek di dalam peraturan perkumpulan tentang pengelolaan aset tambang yang ditetapkan di Konbes Al Falah Ploso
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
PBNU Selesaikan Polemik Kepemilikan Tambang di Konbes Al Falah Ploso
Indonesia
Sebut 'Politisi Keluar dari PBNU', Cak Imin: Saya Bicara karena Cinta NU
Kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap organisasi yang telah membesarkannya.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
Sebut 'Politisi Keluar dari PBNU', Cak Imin: Saya Bicara karena Cinta NU
Indonesia
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Cak Imin menanggapi dinamika yang terjadi di PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan, bahwa yang bermain-main di NU bisa dikeluarkan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Dunia
Ledakan Dahsyat Gudang Peledak Myanmar Tewaskan 45 Orang, Warga Diimbau Donorkan Darah
Lokasi ledakan berada sekitar 3 kilometer di selatan perbatasan China yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), kelompok bersenjata yang memperjuangkan otonomi di Myanmar.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Ledakan Dahsyat Gudang Peledak Myanmar Tewaskan 45 Orang, Warga Diimbau Donorkan Darah
Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Pesan Idul Adha Ketum PBNU: Spirit Kurban Berjuang Demi Masa Depan Peradaban
Idul Adha sendiri memiliki makna mendalam, memperingati ketaatan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebelum Allah menggantinya dengan seekor domba.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Pesan Idul Adha Ketum PBNU: Spirit Kurban Berjuang Demi Masa Depan Peradaban
Dunia
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Lokasi Dirahasiakan Junta Myanmar
Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Lokasi Dirahasiakan Junta Myanmar
Bagikan