NOC Indonesia Cari Solusi Jaminan Kesejahteraan Para Olympian di Hari Tua

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 21 Agustus 2023
NOC Indonesia Cari Solusi Jaminan Kesejahteraan Para Olympian di Hari Tua

Kegiatan NOC Indonesia Sapa Olympian. (Foto: Dok NOC Indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masa depan para atlet yang memasuki masa pensiun kini jadi perhatian utama Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).

NOC Indonesia tengah berusaha mencari jalan keluar untuk jaminan hari tua bagi Olympian. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar tidak ada Olympian yang mengalami kesulitan untuk membiayai masalah kesehatan selepas pensiun.

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan, pencetak sejarah olahraga tak boleh dilupakan. Terutama para Olympian atau atlet-atlet yang pernah membawa nama Merah Putih di kancah Olimpiade.

Hal itu disampaikan Okto, sapaan Raja Sapta, di hadapan pewarta dalam kegiatan “NOC Indonesia Sapa Olympian”. Okto didampingi Sekretaris Jenderal Wijaya Noeradi menyapa Olympian yang pernah turun di Olimpiade 1988 Lilies Handayani (panahan) dan Mardi Lestari (atletik).

Baca Juga:

Sport Climbing Raih Tiket Olimpiade, NOC Yakin Indonesia Berjaya di Paris

Lilies dalam kesempatan itu menjelaskan kondisi rekannya yang berjuang bersama meraih perak Olimpiade 1988 Seoul, Kusuma Wardhani yang tengah terbaring di RS Hermina Makassar usai terkena serangan stroke hingga masuk kamar ICU. Begitu juga kondisi Mardi masih dalam masa pemulihan karena penyakit kanker getah bening stadium ringan dan gangguan hati serta ginjal.

“Saya bersama NOC Indonesia tentu prihatin dengan kondisi para Olympian yang tengah sakit. Kami akan menyampaikan insiatif kepada pemerintah bahwa perhatian harus diberikan kepada penjaga martabat bangsa. Ini tanggung jawab bersama, tak hanya pemerintah, tapi juga swasta dan perorangan,” kata Okto.

Okto mengatakan, diperlukan affirmative action agar perusahaan swasta mau terlibat aktif di bidang olahraga melalui program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR).

Hal ini dapat diberikan kepada perusahaan yang mau berkontribusi bagi perkembangan olahraga, baik pembinaan atau sumbangsih terhadap para Olympian.

“Jadi dengan begitu kita bisa membuat misalnya asuransi bagi Olympian, entah insentif atau apa bentuknya. Kita tahu saat ini perhatian pemerintah kepada olahraga luar biasa, baik soal bonus atlet berprestasi dan lainnya,” kata Okto.

Kegiatan NOC Indonesia Sapa Olympian. (Foto: Dok NOC Indonesia)
Kegiatan NOC Indonesia Sapa Olympian. (Foto: Dok NOC Indonesia)

Di samping itu, NOC juga akan berkomunikasi dengan Indonesia Olympian Association (IOA) sehingga dapat bekerja sama dengan pemerintah atau pihak ketiga guna mengantisipasi adanya Olympian yang kesulitan di hari tuanya.

“Situasi seperti sakit dan musibah tidak bisa dihindari. Musibah bisa terjadi, tinggal bagaimana kita menyiasati tantangan yang dihadapi Olympian. Kami akan mencoba membuka sistem, formatnya harus dimatangkan yang bisa berguna bagi para Olympian dan itu harus didukung semua pihak,” kata Okto.

Sementara itu, Lilies berterima kasih atas perhatian NOC Indonesia. Menurutnya, terobosan yang ditawarkan NOC sangat penting bagi para Olympian, terutama yang jatuh sakit di hari tua.

“Kondisi Kusuma Wardhani hari ini sudah bisa pindah dari kamar ICU ke ruangan biasa. Terima kasih atas perhatian NOC Indonesia, apalagi tadi disampaikan Pak Okto yang juga mau membantu mencari solusi bagi para Olympian di hari tua. Tentu ini sangat berarti bagi kami,” ujar Lilies.

Baca Juga:

NOC dan CdM Basuki Gelar Rapat Membahas Persiapan Atlet Jelang Asian Games

Sementara itu, Mardi menyampaikan terima kasih atas perhatian organisasi non-pemerintah pimpinan Raja Sapta Oktohari yang mau menyapa dan berkomunikasi dengan Olympian yang saat ini sudah pensiun.

Mardi merupakan sprinter tercepat di eranya. Ia tampil Olimpiade Seoul, di mana kala itu ia mampu tampil hingga semifinal 100m. Mardi juga turun di lintasan Barcelona 1992.

“Kondisi saya kini sudah mulai membaik. Sudah menjalani berbagai pengobatan dan perawatan selama tiga tahun terakhir, tapi kini sudah beralih dengan pengobatan herbal," katanya.

Saat ditanya apa harapannya, Mardi mengatakan dia tidak mau jika dipikir meminta-minta bantuan di tengah kondisinya yang susah.

“Kalau untuk meminta bantuan ke pemerintah, bagaimana ya. Saya seperti tidak enak hati untuk meminta bantuan karena saat saya sebagai atlet, pikiran saya hanya ingin juara saja," kata Mardi. (Knu)

Baca Juga:

Panahan Pastikan 1 Tiket Olimpiade Paris 2024, Ketum NOC Dorong Cabor Lain Menyusul

#NOC Indonesia #Olimpiade
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
NOC Indonesia Dorong Organisasi Olahraga Mandiri demi Prestasi Dunia
NOC Indonesia menegaskan pentingnya independensi organisasi olahraga untuk menciptakan prestasi berkelanjutan menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
NOC Indonesia Dorong Organisasi Olahraga Mandiri demi Prestasi Dunia
Olahraga
NOC Indonesia Dorong Dialog dengan Kemenkeu demi Masa Depan Prestasi Atlet Nasional
Ketua NOC Indonesia mendorong dialog dengan Kementerian Keuangan terkait dukungan anggaran olahraga nasional demi persiapan multievent 2026 dan Olimpiade 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
NOC Indonesia Dorong Dialog dengan Kemenkeu demi Masa Depan Prestasi Atlet Nasional
Olahraga
Padel dan Cheerleader Resmi Gabung NOC Indonesia, Jakarta Berpeluang Jadi Tuan Rumah World Combat Games 2027
NOC Indonesia resmi menerima PB PI dan ICA sebagai anggota baru. Jakarta juga mendapat tawaran menjadi tuan rumah World Combat Games 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 10 Mei 2026
Padel dan Cheerleader Resmi Gabung NOC Indonesia, Jakarta Berpeluang Jadi Tuan Rumah World Combat Games 2027
Olahraga
NOC Indonesia Anugerahkan The Game Changer Award 2026, Rizki Juniansyah Raih Best of the Best
NOC Indonesia memberikan The Game Changer Award 2026 kepada atlet, pelatih, federasi, dan tokoh olahraga nasional. Rizki Juniansyah raih penghargaan Best of the Best.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 10 Mei 2026
NOC Indonesia Anugerahkan The Game Changer Award 2026, Rizki Juniansyah Raih Best of the Best
Olahraga
Kontingen Indonesia Tampil Berkelas di Asian Beach Games 2026, Angkat Budaya Nusantara
Kontingen Indonesia tampil memukau di pembukaan Asian Beach Games 2026 dengan busana adat Melayu Riau dan Jambi yang sarat makna budaya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Kontingen Indonesia Tampil Berkelas di Asian Beach Games 2026, Angkat Budaya Nusantara
Olahraga
Atlet Voli Pantai Indonesia Bintang Akbar Bawa Bendera Merah Putih di Pembukaan Asian Beach Games Sanya 2026
Penunjukan Bintang merupakan apresiasi atas konsistensi prestasi, dedikasi, serta semangat juang yang ditunjukkan dalam mengharumkan nama tim Indonesia
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Atlet Voli Pantai Indonesia Bintang Akbar Bawa Bendera Merah Putih di Pembukaan Asian Beach Games Sanya 2026
Olahraga
Indonesia Rebut Emas di SEA Youth Table Tennis 2026, Jadi Sinyal Kebangkitan Tenis Meja
Indonesia berhasil meraih emas dan empat perunggu di ajang SEA Youth Table Tennis 2026. Hal ini menjadi sinyal kebangkitan tenis meja.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Indonesia Rebut Emas di SEA Youth Table Tennis 2026, Jadi Sinyal Kebangkitan Tenis Meja
Olahraga
Tim Indonesia Berangkat ke Asian Beach Games 2026, Siap Ukir Prestasi di China
Tim Indonesia berangkat ke Asian Beach Games 2026. Keberangkatan para atlet dilepas oleh Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Tim Indonesia Berangkat ke Asian Beach Games 2026, Siap Ukir Prestasi di China
Olahraga
Padel dan Cheerleader Segera Disahkan Jadi Anggota Resmi NOC Indonesia
NOC Indonesia akan menggelar Rapat Anggota 2026 di Jakarta. Bahas anggota baru, evaluasi prestasi, hingga penghargaan Game Changer Award.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
Padel dan Cheerleader Segera Disahkan Jadi Anggota Resmi NOC Indonesia
Fun
Netflix Angkat Tangan, Kisah Heroik Peraih Emas Olimpiade Kerri Strug Batal ke Layar Lebar
Kerri Strug menjadi sorotan dunia saat tetap menyelesaikan lompatan terakhir dengan kondisi cedera pergelangan kaki untuk meraih emas Olimpiade Atlanta 1996.
Wisnu Cipto - Minggu, 12 April 2026
Netflix Angkat Tangan, Kisah Heroik Peraih Emas Olimpiade Kerri Strug Batal ke Layar Lebar
Bagikan