Nilai Saham X Turun Sejak Dibeli Elon Musk, Banyak Pengiklan Khawatir

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 02 Oktober 2024
Nilai Saham X Turun Sejak Dibeli Elon Musk, Banyak Pengiklan Khawatir

Elon Musk beri perhatian pada masalah fertilitas. (Foto: Instagram/@elonrmuskk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Platform media sosial X bernilai hampir 80 persen lebih rendah daripada dua tahun lalu ketika Elon Musk membelinya, menurut perkiraan dari raksasa investasi Fidelity.

X tidak lagi diperdagangkan secara publik setelah Musk mengeluarkan USD 44 miliar atau Rp 672 triliun untuk menjadikannya perusahaan privat pada Oktober 2022.

Namun, hingga akhir Agustus, saham tersebut hanya bernilai USD 4,2 juta (Rp 64,1 miliar), menurut pengajuan pada hari Minggu oleh Blue Chip Growth Fund milik Fidelity.

Perkiraan baru itu menandai penurunan nilai sebesar 24 persen dari perkiraan Fidelity pada akhir Juli. Dan itu merupakan penurunan yang mengejutkan sebesar 79 persen dari USD 19,66 juta atau Rp 300 miliar yang diperkirakan Fidelity sebagai nilai saham pada Oktober 2022 ketika Musk mengakuisisi Twitter.

Baca juga:

2 Tahun Lagi, Elon Musk Yakin Terbangkan 5 Pesawat Tak Berawak ke Mars

Penilaian baru dari Fidelity menyiratkan bahwa mereka yakin X kini hanya bernilai USD 9,4 miliar atau Rp 134 triliun.

Para analis mengatakan jatuhnya harga Fidelity untuk X kemungkinan mencerminkan menyusutnya pendapatan iklan di perusahaan tersebut, yang tidak lagi merilis metrik keuangan triwulanan ke publik.

"Musk jelas membayar terlalu mahal untuk aset ini," kata Dan Ives, direktur pelaksana daanalis ekuitas senior di Wedbush Securities, kepada CNN, dikutip Rabu (2/10).

Ives mengatakan bahwa ia yakin X benar-benar bernilai sekitar USD 30 miliar (Rp 458 triliun) saat Musk membelinya, dan kini nilainya mendekati USD 15 miliar (Rp 229 miliar). Ia mengatakan bahwa meskipun keterlibatan pada X "kuat", tekanan iklan tetap ada.

Baca juga:

Gedung Putih Kecam Komentar Elon Musk soal Upaya Pembunuhan Donald Trump

Di bawah kepemilikan Musk, beberapa pengiklan telah menyatakan kekhawatiran tentang konten ekstrem di platform tersebut yang tidak ingin mereka kaitkan dengan merek mereka.

Survei global terbaru oleh Kantar menemukan bahwa 26 persen pemasar berencana untuk mengurangi pengeluaran mereka pada X tahun depan, penurunan paling tajam dari semua platform iklan global utama.

Hanya 4 persen pengiklan yang mengatakan bahwa mereka menganggap iklan X memberikan keamanan merek, dibandingkan dengan 39 persen di Google.

Pada bulan November, Musk menghadapi reaksi keras dari berbagai merek, beberapa di antaranya menghentikan pengeluaran untuk X, setelah miliarder itu menganut teori konspirasi antisemit yang disukai oleh kaum supremasi kulit putih. (ikh)

#Elon Musk
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
Dikecam di Berbagai Negara, X Akhirnya Hentikan Grok AI Lucuti Pakaian Orang Nyata
Kebijakan ini muncul setelah kekhawatiran luas atas deepfake AI yang diseksualisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Dikecam di Berbagai Negara, X Akhirnya Hentikan Grok AI Lucuti Pakaian Orang Nyata
Tekno
Grok 'Tobat' Jadi Tukang Edit Bikini, Elon Musk Akhirnya Kena 'Ulti' Gubernur dan Jaksa Agung California
Keputusan xAI untuk menciptakan dan menyediakan tempat bagi predator untuk menyebarkan deepfake eksplisit, termasuk gambar anak-anak yang ditelanjangi secara digital, adalah tindakan keji
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
Grok 'Tobat' Jadi Tukang Edit Bikini, Elon Musk Akhirnya Kena 'Ulti' Gubernur dan Jaksa Agung California
Indonesia
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Penggunaan Grok untuk memproduksi konten seksual eksplisit merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, martabat, dan keamanan daring.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM
Indonesia
Gratiskan Layanan Internet Starlink untuk Korban Bencana Sumatra, Elon Musk: Tak Pantas Kami Ambil Untung
Starlink menyediakan layanan internet gratis bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra hingga Desember 2025, kerja sama dengan pemerintah Indonesia dan BNPB.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 30 November 2025
Gratiskan Layanan Internet Starlink untuk Korban Bencana Sumatra, Elon Musk: Tak Pantas Kami Ambil Untung
Dunia
Elon Musk Luncurkan Pesaing Wikipedia, Namanya Grokipedia Semua Kontennya Ditulis AI
Hadir sebagai pesaing langsung Wikipedia, Musk menegaskan Grokipedia diklaim menyajikan informasi murni dan bebas propaganda yang seluruhnya ditulis AI.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Oktober 2025
Elon Musk Luncurkan Pesaing Wikipedia, Namanya Grokipedia Semua Kontennya Ditulis AI
Dunia
[HOAKS atau FAKTA]: Elon Musk Prediksi Manusia Mulai Punah Tahun 2026
Orang terkaya di dunia, Elon Musk, disebut-sebut memprediksi manusia akan mulai punah pada 2026. Cek Faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Elon Musk Prediksi Manusia Mulai Punah Tahun 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Elon Musk Luncurkan Tesla Pi Phone, Gratis Internet Seumur Hidup
Tidak ditemukan informasi yang membenarkan klaim Tesla merilis ponsel Pi Phone.
Dwi Astarini - Minggu, 12 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA] : Elon Musk Luncurkan Tesla Pi Phone, Gratis Internet Seumur Hidup
Fun
Starlink Alami Gangguan Mendadak, Ini Update Terbarunya
Layanan internet satelit milik Elon Musk, Starlink, mengalami gangguan koneksi Senin (15/9/2025), menyebabkan puluhan ribu pengguna tidak bisa mengakses jaringan
ImanK - Senin, 15 September 2025
Starlink Alami Gangguan Mendadak, Ini Update Terbarunya
Dunia
Korban Kekerasan Seksual Anak Minta Elon Musk Hapus Tautan ke Gambarnya, Pihak Penjual Terdeteksi Berlokasi di Jakarta
X mengatakan pihaknya tak menoleransi materi pelecehan seksual anak dan menegaskan bahwa pemberantasan pelaku eksploitasi anak tetap menjadi prioritas utama.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Agustus 2025
Korban Kekerasan Seksual Anak Minta Elon Musk Hapus Tautan ke Gambarnya, Pihak Penjual Terdeteksi Berlokasi di Jakarta
Fun
Grok AI Sebut Trump 'Penjahat Paling Terkenal' di Washington, Terjerat 34 Kasus Pidana
Grok chatbot AI besutan xAI milik Elon Musk menyebut Donald Trump sebagai penjahat paling terkenal di Washington, D.C.
ImanK - Selasa, 12 Agustus 2025
Grok AI Sebut Trump 'Penjahat Paling Terkenal' di Washington, Terjerat 34 Kasus Pidana
Bagikan