Ngemil Jadi Bentuk Self Reward untuk Kesehatan Mental

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 09 Maret 2022
Ngemil Jadi Bentuk Self Reward untuk Kesehatan Mental

Ternyata kegiatan ngemil bisa jadi baik untuk kesehatan mental. (Foto: Pexels/Andres Ayrton)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HOBI menikmati makanan ringan atau ngemil seringkali disebut sebagai penyebab berat badan berlebih. Namun, siapa sangka jika kegiatan ini ternyata juga bisa berdampak baik untuk kesehatan mental? Psikolog Saskhya Aulia Prima M.Psi membagikan kiat agar aktivitas mengemil menjadi bentuk self reward yang baik bagi kesehatan mental.

"Di penelitian yang saya temukan, kegiatan mengunyah sendiri itu jadi salah satu cara orang menurunkan stres. Memang ketika mengunyah itu ada bagian-bagian otak yang memudahkan kita untuk tidak merasa terlalu stres atau cemas," kata Saskhya seperti dilansir laman ANTARA, Selasa (8/3).

Baca juga:

Ngemil Enggak Selamanya Berbahaya Kok

Ngemil Jadi Bentuk Self Reward untuk Kesehatan Mental
Ngemil sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan. (Foto: Pexels/Taryn Elliot)



Saskhya menambahkan bahwa kegiatan mengemil dapat dijadikan self reward yang bermanfaat untuk mengistirahatkan pikiran sejenak setelah menjalankan kesibukan atau tuntutan pekerjaan dalam satu hari.

"Sebetulnya self reward boleh dan sesuatu yang perlu kita latih. Dengan menerapkan self reward, kita memberi ruang untuk diri sendiri, dapat feedback yang baik untuk diri sendiri sehingga jadi memotivasi kita kembali," ujar Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi itu.

Menurut Saskhya, self reward berkaitan dengan rasa keberhargaan, penerimaan, dan kepercayaan diri seseorang. Namun, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak salah kaprah menerapkan self reward dan melakukan aktivitas ngemil secara berlebihan dalam durasi waktu yang relatif sering sebab akan membawa dampak negatif.

Saskhya juga mengingatkan untuk senantiasa mengimbanginya dengan olahraga serta kebutuhan dasar dan kewajiban aktivitas lainnya, mulai dari waktu tidur, makan utama, hingga pekerjaan. "Jadi semuanya seimbang antara kita memang mau self reward, menyamankan diri, dan menjaga kesehatan fisik serta mental," tuturnya.

Baca juga:

Selamat Tinggal Kebiasaan Ngemil di Malam Hari

Ngemil Jadi Bentuk Self Reward untuk Kesehatan Mental
Ngemil sehat harus dibarengi dengan metode mindful eating. (Foto: Pexels/Sunsetoned)

Untuk dapat membawa dampak positif, Saskhya menyarankan agar kegiatan mengemil dibarengi dengan metode mindful eating atau memfokuskan diri pada makanan yang tersaji tanpa gangguan sehingga stres rilis dengan baik.

"Walaupun aku tahu, ini kadang-kadang sering terjadi, kita ngemil sambil mengetik. Tapi itu justru membuat otak kita tidak diberi waktu istirahat, baterai kita tidak recharge lagi, karena semuanya kita paksa. Jadi kita stop dulu beberapa menit, menikmati dulu waktu ngemilnya," katanya.

Menurut Saskhya, setiap orang memiliki preferensi camilan yang berbeda-beda serta bergantung pada kebutuhan masing-masing. Oleh sebab itu, ia memberi saran agar menyediakan stok camilan dengan berbagai variasi rasa. "Setiap orang punya preferensi sendiri terhadap rasa cemilan yang mereka cari ketika mereka beremosi tertentu. Jadi punya varian cemilan dengan berbagai rasa itu juga membantu," tuturnya.

Sebagian orang kerap mengabaikan keinginan dan kebutuhan memakan camilan ketika sibuk bekerja. Saskhya menyarankan agar menetapkan aktivitas mengemil pada jam-jam tertentu. Selain itu, meletakkan camilan di tempat yang mudah dijangkau juga perlu dilakukan sebagai bentuk pengingat diri untuk tidak melupakan kebutuhan mengemil tersebut, jelas Saskhya. (*)

Baca juga:

Protein pada Camilan Pelindung Tubuh

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan