Negara Ini Punya Jam Kerja Paling Rendah Namun Produktivitas Paling Tinggi di Dunia!

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Sabtu, 08 Desember 2018
Negara Ini Punya Jam Kerja Paling Rendah Namun Produktivitas Paling Tinggi di Dunia!

Sumber: Welcome Center Germany

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JERMAN merupakan pusat industri Eropa. Memimpin manufaktur dunia dan dikenal sebagai negara paling produktif di dunia. Namun, produktivitas nan tinggi justru berbanding terbalik dengan beban jam kerja begitu rendah. Rata-rata jam kerja masyarakat Jerman maksimal 35 jam perminggu. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Etos kerja menjadi kunci penting. Orang Jerman sangat fokus saat bekerja. Tak disambi bermain game, membuka sosial media, apalagi bergosip di jam kerja.

Dalam sebuah dokumenter BBC bertajuk Make Me A German, seorang perempuan muda Jerman saat bekerja di Inggris mengaku gegar budaya terhadap etos kerja di negeri Ratu Elizabeth. Ia heran dengan para pekerja Inggris bekerja dengan sangat kasual dan santai.

Di Jerman, menurutnya, para pekerja tak diperkenankan membuka facebook atau email pribadi saat di area perkantoran. Tak hanya itu, mereka selalu berorientasi pada tujuan dan sangat menghargai bentuk komunikasi secara langsung.

Pekerja Jerman akan langsung menyampaikan laporan pekerjaan kepada manajer tanpa basa-basi. Bicara bertele-tele justru memperlambat pekerjaan, dibandingkan mengatakan secara lugas "bisakah kau mengerjakan ini sebelum pukul 3?", atau mereka lebih suka berkata "aku butuh laporan ini pukul 3."

Salah satu budaya kerja di Jerman adalah Work Hard Play Hard. Ketika jam kerja, mereka sangat fokus untuk menghasilkan produktivitas secara efisien. Namun ketika jam kerja usai, mereka melepaskan seluruh atribut kerja. Mereka merasa nongkrong saat pulang kerja tak penting. Mereka selalu memisahkan antara hubungan personal dan profesinal. Di luar jam kerja, tak ada yang membicarakan pekerjaan. Sesama rekan kerja pun sangat menghargai kehidupan pribadi. Mereka akan menaruh teleponnya di rumah dan menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta. Hal tersebut membuat pekerja Jerman jarang mengalami stres karena pekerjaan.

Dibandingkan nongkrong dengan rekan kerja mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan komunitas. Beberapa komunitas yang kerap dipilih masyarakat Jerman misalnya seperti sportvereine (klub olahraga), gesangvereine (klub nyanyi), wandervereine (komunitas pecinta alam), tierzuchtvereine (komunitas pecinta hewan) dan lain-lain.

Serunya Bekerja di Jerman
Para perempuan Jerman bisa membagi waktu untuk anak dan pekerjaan (Sumber: Germany VISA)

Para pekerja Jerman, terutama para ibu, juga beroleh hak istimewa. Perempuan Jerman bisa mendapatkan keuntungan finansial dengan bekerja dari rumah. Mereka percaya para ibu tetap harus memiliki waktu luang di rumah demi mendidik anak-anak.

Pemerintah Jerman menerapkan sistem elternzeit (waktu orang tua). Para pekerja yang telah bekerja di perusahaan selama 12 bulan bisa mengajukan cuti selama tiga tahun tanpa bayaran. Mereka bahkan bisa memperpanjang waktu cuti hingga anak mereka telah berulang tahun ke-8. Bagi mereka yang ingin memanfaatkan elternzeit, mereka tetap mendapatkan upahnya 67% dari gaji selama 14 bulan. (*) Avia

#Jerman #Dunia Kerja #Stres Kerja
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Olahraga
Trauma 2 Kali Gagal di Fase Grup, Jerman Tolak Label Curacao Lawan Enteng
Secara historis, Jerman juara empat kali Piala Dunia diprediksi lolos dengan mudah dari Grup E saat melawan Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador
Wisnu Cipto - Minggu, 07 Desember 2025
Trauma 2 Kali Gagal di Fase Grup, Jerman Tolak Label Curacao Lawan Enteng
Indonesia
Gandeng GIZ di Berlin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Perluas Kerja Sama Mobilitas Hijau
Pertemuan ini jadi bagian upaya diplomasi pembangunan yang bertujuan memperluas jejaring internasional Jakarta, khususnya dalam tata kelola digital, inovasi perkotaan, dan pengembangan mobilitas berkelanjutan.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
Gandeng GIZ di Berlin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Perluas Kerja Sama Mobilitas Hijau
Olahraga
Bantai Slovakia 6-0, Pelatih Jerman Nagelsmann Kecewa Banyak Buang Peluang Gol 15 Menit Pertama
Meski sejak awal pertandingan, Nagelsmann sedikit kecewa dengan ketajaman serangan Jerman di menit-menit awal babak pertama.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 November 2025
Bantai Slovakia 6-0, Pelatih Jerman Nagelsmann Kecewa Banyak Buang Peluang Gol 15 Menit Pertama
Olahraga
Sukses Balas Dendam, Jerman Tampil Menggila Gilas Slovakia 6-0 Lolos Piala Dunia
Jerman menggilas Slovakia dengan skor telak 6-0, sekaligus membalas kekalahan mereka di laga pertemuan pertama pada 5 September lalu.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 November 2025
Sukses Balas Dendam, Jerman Tampil Menggila Gilas Slovakia 6-0 Lolos Piala Dunia
Indonesia
TPT Jakarta Sentuh 6,05 Persen, Ini Kelompok Angkatan Kerja yang Paling Terpukul Sulit Mendapatkan Pekerjaan
Dari 5,46 juta angkatan kerja, sekitar 5,13 juta orang sudah bekerja, sementara sisanya adalah pengangguran
Angga Yudha Pratama - Rabu, 05 November 2025
TPT Jakarta Sentuh 6,05 Persen, Ini Kelompok Angkatan Kerja yang Paling Terpukul Sulit Mendapatkan Pekerjaan
Dunia
Jerman Dilanda Wabah Flu Burung H5N1, 500 Ribu Unggas Dimusnahkan
Para ahli FLI memperingatkan skala penyebaran bisa menyamai musim dingin 2020–2021, ketika lebih dari dua juta unggas mati akibat flu burung di Jerman
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Oktober 2025
Jerman Dilanda Wabah Flu Burung H5N1, 500 Ribu Unggas Dimusnahkan
Olahraga
Rangking FIFA Terbaru: Jerman Kembali 10 Besar, Juara Dunia Nomor 2 di Bawah Spanyol
Juara Dunia Argentina kembali menempati posisi kedua dalam ranking dunia FIFA setelah jeda pertandingan internasional pekan lalu.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Oktober 2025
Rangking FIFA Terbaru: Jerman Kembali 10 Besar, Juara Dunia Nomor 2 di Bawah Spanyol
Indonesia
Jerman Jadi Pasar Sensor Asal Indonesia, Produk Diproduksi di Batam
Data lima tahun terakhir (2020-2024) menunjukkan, permintaan produk elektronik dunia terus meningkat dengan tren pertumbuhan 4,75 persen. Sementara itu, pada 2024, total nilai impor produk elektronik dunia mencapai USD 5,20 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 15 Agustus 2025
Jerman Jadi Pasar Sensor Asal Indonesia, Produk Diproduksi di Batam
Dunia
Kereta di Jerman Tergelincir Bawa Penumpang 100 Orang, Sejumlah Orang Tewas dan Terluka
Dalam sebuah rekaman video terlihat beberapa petugas pemadam dan penyelamat sedang berusaha menyelamatkan para penumpang di gerbong-gerbong yang tergelincir.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 Juli 2025
Kereta di Jerman Tergelincir Bawa Penumpang 100 Orang, Sejumlah Orang Tewas dan Terluka
Indonesia
Dicalonkan Jadi Dubes RI untuk Jerman, Abdul Kadir Siap Wujudkan Visi Prabowo dalam Diplomasi
Ia menyebut isu perlindungan warga negara Indonesia (WNI) dan politik luar negeri bebas aktif menjadi prioritas.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 Juli 2025
Dicalonkan Jadi Dubes RI untuk Jerman, Abdul Kadir Siap Wujudkan Visi Prabowo dalam Diplomasi
Bagikan