NasDem Yakin Demokrat Masih Bersama Anies

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 21 Juli 2023
NasDem Yakin Demokrat Masih Bersama Anies

Elite Partai Demokrat dengan Gerindra saat silaturahmi kebangsaan di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (20/7/2023). (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih - Pertemuan Demokrat dengan Gerindra menimbulkan banyak tafsir, salah satunya soal partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tengah ditarik untuk mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Melihat adanya upaya menarik teman sekoalisinya, Partai NasDem yakin Demokrat dan PKS akan tetap solid untuk mengusung Anies Baswedan.

Ketua DPP NasDem Willy Aditya menyebut, Demokrat telah memiliki komitmen politik di KPP untuk mendukung Anies Baswedan.

Baca Juga:

Demokrat Sebut Anies Sudah Pilih Cawapres, Tinggal Diumumkan

"Sejauh ini Demokrat sudah dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP)," ucapnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/7).

Dia menilai, pertemuan Gerindra dan Demokrat sebagai sebuah silaturahmi untuk mencairkan suasana politik tanah air.

"Kita harus anjang sana, anjang sini untuk kemudian membuat suasana yang damai di bawah, kita harus melihat di elite kita ternyata enggak ada friksi, mereka berbeda tapi tetap bersatu bahkan bisa saling goda-godaan," ungkap dia.

Willy ingin agar perpolitikan itu dirayakan dengan tak saling bermusuhan meskipun berbeda pilihan.

"Jadi ini sebuah tuntunan politik yang sangat dewasa, mencerahkan dan kami tidak khawatir karena kami sudah punya komitmen politik dengan Demokrat dan PKS untuk Mas Anies," imbuhnya.

Baca Juga:

AHY Beberkan Kriteria Cawapres Anies Baswedan

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem Ahmad Ali menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi partai politik Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) untuk saling memberi tahu atau menginformasikan soal rencana silaturahmi antar-partai.

Ia mengatakan, NasDem juga tidak takut pertemuan itu bakal memengaruhi sikap Demokrat yang sepakat berkoalisi dengan NasDem dan PKS di KPP.

"Kita berpikir positif saja, ya kan. Bahwa Demokrat itu sudah terikat komitmen dengan Koalisi Perubahan," kata Ali kepada awak media.

Mantan Ketua Fraksi NasDem DPR ini mengungkapkan bahwa partai-partai KPP semuanya setara.

Dengan demikian, tidak ada kewajiban partai politik memberitahukan bakal berkunjung atau menerima kunjungan partai politik luar koalisi.

"Kami (NasDem) bukan bawahannya dia, kami bukan atasannya dia kan," ujar Ali. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Wali Kota Seluruh Indonesia Dukung Anies Jadi Presiden

#Gerindra #Partai Demokrat #Anies Baswedan #Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Olahraga
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
PBV Paja One menjadi juara AHY Cup 2026 di Jakarta Timur. AHY mendorong kompetisi voli ini berlanjut sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet muda.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Bagikan