NASA Cari Relawan untuk Tinggal di Simulator Mars selama Setahun

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 19 Februari 2024
NASA Cari Relawan untuk Tinggal di Simulator Mars selama Setahun

NASA tawarkan tinggal di simulator planet Mars. (Foto: NASA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tertarik dengan tantangan ekstrem? NASA menawarkan kesempatan menarik. Pada Jumat (16/2), badan antariksa Amerika Serikat itu mengumumkan panggilan untuk sukarelawan yang ingin berpartisipasi dalam simulasi misi Mars selama setahun.

Para relawan itu akan diikutkan sebagai bagian dari Crew Health and Performance Exploration Analog (CHAPEA 2). Misi ini dijadwalkan dimulai pada musim semi 2025, dengan empat anggota kru yang akan tinggal di habitat cetak 3D seluas 1.700 kaki persegi di Houston.

Baca juga:

NASA dan IBM Kembangkan AI untuk Aplikasi Cuaca

NASA sedang menerima lamaran di situs web CHAPEA mulai sekarang hingga 2 April 2024. Meski ini merupakan tugas berbayar, NASA belum mengumumkan secara terbuka jumlah peserta yang akan menerima kompensasi.

Habitat Mars Dune Alpha di Johnson Space Center NASA didesain untuk mensimulasikan kehidupan para penjelajah di planet merah, di mana kondisi lingkungan sangat keras dan sumber daya terbatas.

Saat ini, terdapat kru yang tinggal dan bekerja di habitat tersebut sebagai bagian dari misi CHAPEA pertama, yang telah berlangsung lebih dari separuh masa penugasan selama 378 hari.

Baca juga:

NASA Tunda Misi Artemis ke Bulan

Selama masa tinggal di habitat, para sukarelawan akan bertanggung jawab atas pemeliharaan dan penanaman, serta tugas-tugas lainnya. Habitat ini juga dilengkapi dengan sebuah ruang simulasi perjalanan luar angkasa seluas 1.200 kaki persegi.

Untuk dipertimbangkan, pelamar harus merupakan warga negara AS yang berusia antara 30 hingga 55 tahun, memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, dan gelar master di bidang STEM, serta memiliki minimal dua tahun pengalaman profesional atau seribu jam mengemudikan pesawat.

Namun, jenis pengalaman profesional tertentu juga dapat memenuhi syarat bagi pelamar tanpa gelar master. CHAPEA 2 merupakan misi kedua dari tiga misi yang direncanakan NASA untuk program tersebut, dengan misi pertama dimulai pada 25 Juni 2023. (waf)

Baca juga:

Cara Melihat Stasiun Luar Angkasa Pakai Aplikasi NASA

#Sains #NASA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Klaus Thymann Petakan Gletser Terakhir Papua yang di Ambang Kepunahan
Melalui ekspedisi Project Pressure, ia berupaya mendokumentasikan sisa-sisa gletser tropis Papua yang terus menyusut akibat perubahan iklim.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Klaus Thymann Petakan Gletser Terakhir Papua yang di Ambang Kepunahan
Dunia
Gunung Es A-81 Lepas dari Lapisan Utama dan Pecah di Antartika, Terancam Hancur di Atlantik Selatan
Ikuti perjalanan epik Gunung Es A-81 yang lepas dari Antartika dan kini mengarungi Samudra Atlantik Selatan. Temukan fakta mengejutkan di balik fenomena ini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Oktober 2026
Gunung Es A-81 Lepas dari Lapisan Utama dan Pecah di Antartika, Terancam Hancur di Atlantik Selatan
Dunia
Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menemukan 96 persen sistem terumbu karang air dangkal kritis dan dapat lenyap pada 2075.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
 Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Lifestyle
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah kutub selatan bulan pada 2027.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Lifestyle
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama sampel dari Mars atau bulan-bulannya dikembalikan untuk dianalisis di laboratorium di Bumi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS
Misi SpaceX Crew-13 NASA baru saja memecahkan rekor penerbangan tercepat Amerika Serikat ke ISS hanya dalam 7 jam 55 menit. Cek fakta di balik rekor kecepatan ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Indonesia
Temuan Praktisi Indonesia di Sistem NASA Berpotensi Paparkan Lebih dari 5.000 Kredensial
Praktisi keamanan siber Indonesia Stephanus Sunarto Purnomo menemukan celah pada sistem NASA yang berpotensi memaparkan lebih dari 5.000 credential records.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Temuan Praktisi Indonesia di Sistem NASA Berpotensi Paparkan Lebih dari 5.000 Kredensial
Bagikan